Mohon tunggu...
Riap Windhu
Riap Windhu Mohon Tunggu... Perempuan yang suka membaca dan menulis

senang membaca dan menulis, cinta bersepeda, suka pada tema lingkungan. Menggemari dunia pemberdayaan masyarakat. Dapat dihubungi di email: rwindhu@gmail.com. Instagram : riapwindhu dan twitter @riapwindhu. Bisa juga di www.rindhuhati.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Tetap Hidup Gaya dengan Keuangan Terkendali bersama Danamon Optimal

3 Agustus 2020   18:11 Diperbarui: 3 Agustus 2020   18:11 537 18 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tetap Hidup Gaya dengan Keuangan Terkendali bersama Danamon Optimal
Generasi muda Upwardly Mobile dekat dengan latte factor. Namun, tetap harus punya rencana keuangan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang dimiliki. (dok. Danamon)

Gina, salah seorang kerabat seraya tertawa memperlihatkan foto jalan-jalan sebelum pandemi, yang sebagian di antaranya diunggah melalui media sosial.

Namun di sisi lain, ayahnya mengeluhkan kebiasaan Gina yang senang sekali melakukan perjalanan wisata tanpa memperhitungkan banyaknya uang yang dikeluarkan dan seharusnya ditabung.

Gina masih harus menanggung biaya hidup ayahnya yang mulai sakit-sakitan dan sudah lanjut usia.

Jumlah seperti Gina ini cukup sering dijumpai saat ini. Survei "Asia's Next Big Opportunity" yang dilaksanakan Boston Consulting Group (BCG) menyatakan, segmen masyarakat yang berjumlah 67 juta di Indonesia terus bertumbuh sejalan dengan perkembangan ekonomi Indonesia.

Generasi muda seperti ini, salah satunya adalah Gina, yang baru akan memasuki usia 30 tahun. Segmen ini sedang mencari pola dalam merencanakan keuangannya dengan baik.

Pada sisi lain juga memiliki latte factor, yakni pengeluaran kecil sering kali tidak disadari tapi rutin dilakukan.

David Bach, financial planner AS selaku pencetus konsep latte factor menyebutkan, umumnya latte factor ini banyak terjadi di kalangan milenial menengah dan menengah atas saat ini.

Salah satu faktornya adalah, generasi ini sudah terbiasa dengan kecanggihan teknologi. Mereka mudah mengakses berbagai kebutuhan dan tren gaya hidup melalui gadget.

Namun di saat yang sama, hal ini juga menimbulkan peer pressure atau fear of missing out yang semakin membuat cenderung pada tren kekinian.

Pengeluaran ini dapat menumpuk menjadi besar seiring dengan waktu, hanya untuk memenuhi keinginan gaya hidup (lifestyle). Misalnya saja, membeli secangkir kopi kekinian setiap hari, belanja cemilan, hingga pengeluaran untuk hobi.

Tentu saja kebiasaan ini membuat jadi lebih gampang untuk mengeluarkan uang demi keinginan. Tidak berpikiran lebih jauh untuk mengenai kebutuhan dan perencanaan keuangan masa depan.

Sementara di sisi yang lain, generasi ini hidup dalam kultur yang lekat seperti di Indonesia. Mereka harus memenuhi kebutuhan diri pribadi dan juga keluarga bagi yang sudah menikah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x