ria lyzara
ria lyzara

Mahasiswi baru di Universitas Negeri Trunojoyo Madura. Asli Pare-Kediri.

Selanjutnya

Tutup

Jalan Jalan

Pantai Kute Madura | Wisata Alam Madura

27 Juni 2012   13:29 Diperbarui: 25 Juni 2015   03:29 2222 0 1
Pantai Kute Madura | Wisata Alam Madura
1340803118291385702

Pulau Madura. Pulau yang terkenal dengan ladang garam dan sate-nya ini ternyata banyak pantai indahnya lo. Sudah sekitar 4 pantai yang sudah saya kunjungi. Dan katanya, masih banyak pantai-pantai indah lainnya yang belum saya kunjungi.

Dari ke-empat pantai tersebut, ada salahsatu pantai yang paling berkesan bagi saya. Pantai ini konon kataya adalah Pantai Kute-nya Bangkalan, Madura. Pantai ini bernama PANTAI SIRING KEMUNING. Sekitar 60 kilometer dari pusat kota Bangkalan. Tepatnya, ia berada di Kecamatan Tanjung Bumi.

Perjalanan saat itu adalah tepat di liburan tahun baru. Ini perjalanan kali pertama saya dengan komunitas yang baru saja saya bergabung di dalamnya. Senang? Jangan ditaya lagi. Banget dah. Meski tidak untuk liburan tahun baru 2012 ini saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga di rumah seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, keramahan mereka (komunitas baru saya) sudah seperti keluarga saya. Ya, mereka keluarga baru saya.

Saat itu, kami berkumpul di Halte dekat gerbang Kampus. Awalnya kami sepakat berangkat jam 7 pagi. Dan maklumlah. Sekali lagi kita orang Indonesia. Meski kagak hidup di Kota besar semacam Jakarta yang terkenal macetnya. Tapi, budaya telat dan molor masih merambah sampai disini, tempat saya sekarang tinggal. Dan Jam 8 kami baru berangkat. Alhamdulillah, perjalanan kami lancar, tanpa halanan suatu apapun meskipun kita naik motor. Kami-pun rehat sejenak untuk menikmati sarapan khas Bangkalan, Madura. Nasi Serpong.

13408032721648761692
13408032721648761692

Setelah bensin energi untuk perut tercukupi, kami langsung tancap Gas menuju Pantai Siring Kemuning. Sekitar satu jam-an dari Bangkalan. Naik motor, sepertinya pilihan yang tepat. Pemandangan yang indah disepanjang jalan menuju pantai sangat disayangkan jika harus dinikmati dibalik kaca mobil. Subhanallah dech pokoknya. Kayak di daerah Pacet, Mojokerto. Kayak di daerah Batu, Malang. Tidak menyangka, Madura yang panas ini memiliki bukit, sungai, sawah yang terhampar luas dengan padi yang sudah siap panen yang indah. Indah banget. Sampai aku gak capek tersenyum melihat indahnya pemandangan disini.

Berbagai kecamatan sudah terlewati. Akhirnya kami sampai di Kecamatan Tanjung Bumi.

13408035492009950260
13408035492009950260

Terlihat pintu masuk ke Pantai Siring Kemuning ini. Suara Ombak membuatku cepat-cepat pengen masuk. Mas-mas yang bagian menyetir motor masih sibuk memarkir motornya. Karena saya tak sabar ingin masuk, saya masuk aja dulu,hehe. Ombaknya memang sedikit besar. Tapi, tak menyulutkan saya untuk turun nanti, dan menikmati hangatnya air pantai yang.. ya, indah dan luas seperti Kute.

Namun, agenda utama kami adalah rapat. Jadi rapat kami dahulukan. Tikar-pun digelar di bawah pohon. Beberapa menit kemudian, Rapat di pause , dan kami pun mulai turun ke Pantai. Tak heran mengapa orang-orang menyebutnya Pantai Kute-nya Bangkalan. Bentuk memang lumayan mirip dengan Pantai Kute. Tapi, saya rasa jauh lebih bersih Pantai Siring Kemuning ini. Jarang sekali ada sampah disekitar pantai. Tempat sampah juga disediakan ditempat-tempat strategis. Dan ini nilai Jual Pantai ini. Seharusnya lebih diekspos. Mungkin jarang yang tau tentang adaya Pantai ini.

13408035811180628477
13408035811180628477

Pengen rasanya nyemplung dan main air. Tapi keinginan itu gak mungkin aku turuti, cz gak bawa baju ganti. Pengen teriak sekenceng-kencengnya karena banyak beban dipundak [alay nich :P], tapi gengsi.hehe

Setelah puas bernarsis-narsis ria, kami istirahat sejenak untuk sholat dhuhur di Masjid dekat Pantai. Dilanjutkandengan menikmati menu makan siang kami. Rujak khas Madura.

Dan time is out. Karena hari sudah sore, takut hujan juga. Kami memutuskan untuk mengakhiri jalan-jalan kali ini. Tadinya sich ingin mampir ke Pusat Batik Tanjung Bumi. Tapi, jarak 3 km dari pantai dan cuaca yang sepertinya akan turun hujan. Membuat kami memutuskan untuk pulang. Dan seperti saat berangkat. Tak henti-hentinya saya berdecak kagum melihat indahnya alam Madura.