Mohon tunggu...
reza pahlevi
reza pahlevi Mohon Tunggu... Penulis lepas

Sedikit tenang dalam keramaian

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Arsenal di Tangan Mikel Arteta, Antara Optimis dan Butuh Waktu

1 Oktober 2020   06:56 Diperbarui: 1 Oktober 2020   06:55 56 1 0 Mohon Tunggu...

Liga Inggris musim 2020/21 sudah di mulai, banyak klub peserta liga inggris sudah berbenah memperbaiki kinerja maupun mendatangkan para pemain baru di masing-masing klub, tak terkecuali Arsenal. Semenjak ditinggal Arsene Wenger di akhir musim 2017/18, Arsenal sempat inkonsisten performa. 

Sempat di asuh oleh pelatih asal Spanyol, Unai Emery, Arsenal tampil bagus bahkan di awal musim sempat di prediksi mampu tembus zona 4 besar (zona UCL). Tetapi masuk di pertengahan musim Arsenal kembali bermain tidak konsisten bahkan menjelang akhir musim Arsenal gagal menembus zona empat besar. Sebenarnya Arsenal bisa menembus zona UCL melalui kompetisi UEL dengan catatan Arsenal harus mengalahkan Chelsea di partai final dan keluar sebagai juara, hanya saja di pertandingan tersebut Arsenal harus kalah 1-4 dari Chelsea. 

Di musim selanjutnya, Arsenal masih mempercayai Unai Emery sebagai pelatih, dan memperbaiki skuat yang ada dengan mendatangkan pemain seperti David Luiz, Nicholas Pepe, Gabriel Martinelli. Pemain akademi seperti Joe Willock dan Bukayo Saka pun masuk dalam skuat Unai Emery. Namun Unai Emery tidak bertahan hingga akhir musim, dipertengahan musim ia harus dipecat dan digantikan oleh legenda Arsenal Fredie Ljunberg. 

Ljunberg sebagai pengganti Emery pun bukan juga pelatih tetap melainkan hanya sementara, sampai akhirnya Arsenal memilih Mikel Arteta sebagai pelatih tetap Arsenal. Arteta mengawali karir nya sebagai pelatih Arsenal juga tidak berjalan lancar dengan berbagai hasil imbang di dua laga pertama. 

Arsenal dan Arteta mulai "meroket" ketika Arsenal berhasil mengalahkan Manchester United 2-0 dan menambah kepercayaan mereka hingga pertandingan-pertandingan berikutnya, hanya saja kompetisi sempat dihentikan lantaran COVID-19. Setelah kompetisi dilanjutkan dengan peraturan baru dan pengawasan protokol kesehatan yang ketat, Arsenal sudah menjumpai lawan yang tangguh yaitu Manchester city dan hasilnya Arsenal harus mengakui keunggulan Man-City. 

Entah kenapa, setelah kekalahan dari Manchester City, Arsenal benar-benar kembali bermain bagus bahkan tak terkalahkan di liga dan di akhir musim mendapat gelar FA Cup. Tak sampai di situ, mengawali kompetisi 20/21 Arsenal mampu mengalahkan tim sekelas Liverpool di ajang FA Community Shield, yang mana mempertemukan juara liga dengan juara piala FA. 

Berawal dari kesuksesan tersebut, Arsenal bersama Arteta di prediksi mampu bersaing di papan atas Premier League. Prediksi itu muncul lantaran Arsenal saat ini mempunyai skuat yang lengkap setelah kedatangan Willian, Gabriel, dan Saliba. Dua pertandingan awal Arsenal sukses meraih kemenangan dan meraih poin sempurna, hanya saja di pertandingan melawan liverpool selasa dinihari (29/9/2020) Arsenal harus takluk 3-1.

Kekalahan 3-1 dari Liverpool seolah-olah seperti "dejavu", hal ini dikarenakan musim lalu ketika masih ditangani Unai Emery, dipertandingan ke-3 Arsenal juga kalah dari Liverpool. Kekalahan tersebut lah yang menyebabkan Arsenal "inkonsisten" di musim lalu. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah Arsenal akan seperti musim lalu dan gagal menembus zona UCL untuk ketiga kalinya. 

"Bisa jadi bisa tidak", semua tergantung mental pemain dan kejelian Mikel Arteta dalam menemukan solusi atas laga-laga buruk yang dijalani Arsenal. Permainan Arsenal saat ini, tidak buruk-buruk amat tetapi mental pemain bisa jadi faktor yang menyebabkan Arsenal di tangan Arteta belum berkembang maksimal. Banyak PR yang masih bisa diperbaiki Arteta untuk kedepannya, terlebih lagi untuk tim sekelas Arsenal yang notabene memiliki julukan "the big four"

VIDEO PILIHAN