Pemerintahan

Klaim Kemenangan Prabowo dan Kejanggalan Data yang Digunakan

21 April 2019   14:49 Diperbarui: 21 April 2019   14:52 661 0 0

(Sumber)

"Exit poll kita di 5000 TPS (Tempat Pemungutan Suara), menunjukkan kita menang 55,45 persen. Hasil quick count, kita menang 52,25 persen," ujar dia yang lagi-lagi disambut gegap gempita pendukung 02.

Catatan :

Disini sudah ada keanehan selisih 3,25 persen, padahal secara statistik exit poll dan quick count itu masih sama-sama metode Sampling, harusnya kalau pun berbeda maka selisihnya 0,... persen

(Sumber)

Institusi yang hitung cepatnya memenangkan Prabowo - Sandi itu adalah Lembaga Afiliasi Pengetahun Ilmu dan Teknologi (Lapitek) Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI). Berdasar quick count Lapitek UKRI, keunggulan duet bernomor urut 02 itu mencapai 63,2 persen.

Catatan :

Dengan metode yang sama, Quick Count Tim 02 dan UKRI ada perbedaan 10,70 persen, angka yang fantastis untuk metode yang sama. Seharusnya lagi-lagi kalau metodenya sama seharusnya bedanya hanya 0,... persen

(Sumber)

"Berdasarkan hasil real count kita sudah menang 62 persen," kata Prabowo Subianto dikutip dari Kompas TV.

Prabowo Subianto mengatakan bahwa peroleh 62 persen tersebut berdasarkan dari suara yang diambil dari 320 ribu TPS atau sekitar 40 persen.

Catatan :

Data 320 ribu TPS itu tidak bisa disebut Real Count. Ini pemahaman keliru karena 320 ribu dari 813.350 TPS berarti menunjukkan (hanya) sampel. Pertanyaan berikut yang penting adalah sebaran TPS dimaksud ada dimana saja dan pola sebarannya bagaimana ?

(Sumber)

Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade membuka muasal suara 62 persen yang diklaim oleh capres Prabowo sebagai dasar deklarasi kemenangan Pilpres 2019. Andre mengklaim perhitungan 62 persen itu berasal dari formulir C1 di TPS seluruh Indonesia.

Andre mencontohkan cara kerjanya yakni para saksi di partainya, Gerindra akan memfoto formulir C1 untuk dikirim ke BPN. Baru setelahnya data yang masuk itu mereka susun dengan cara tabulasi.

"Jadi C1 itu dikirimkan masuk ke DPP partai masing-masing, ke BPN, dan dibikin, di-synchronize tabulasinya sudah sampai 60 persen, lalu diumumkan Pak Prabowo," papar Andre kepada wartawan di sekitar kediaman Prabowo di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).

Mereka mengklaim data C1 yang sudah mereka rekam dan masuk penghitungan mencapai 60 persen dari 820 ribu lebih TPS di seluruh Indonesia.

Catatan :

Disini lebih banyak lagi keanehan pada kesempatan pertama disebut berdasarkan 40 persen sedangkan disini disebut 60 persen dari 820 ribu lebih TPS. Sedangkan data resmi jumlah TPS yang tercantum di website KPU sebanyak 813.350. Berikut 60 persen itu lagi-lagi TPS sebarannya dimana saja ?

Kesimpulan :

Dalam Statistik angka 1 digit itu sangatlah berarti apalagi jika dihubungkan dengan jumlah pemilih yang berada di atas angka 100 juta.