Mohon tunggu...
Reynal Prasetya
Reynal Prasetya Mohon Tunggu... Pemikir Abstrak

Berpikir dengan intuisi dan membuat kesimpulan dengan logika. Selamat datang dietalase pemikiran saya.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Menulis adalah Sarana untuk Mengurai Abstraksi dan Kompleksitas Pikiran

6 Januari 2021   21:11 Diperbarui: 7 Januari 2021   02:02 266 46 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menulis adalah Sarana untuk Mengurai Abstraksi dan Kompleksitas Pikiran
Ilustrasi pikiran kompleks penuh dengan konsep abstrak (Sumber: pixabay.com/geralt)

Setiap penulis tentu mempunyai motif dan tujuan-nya sendiri mengapa mereka menulis.

Ada yang menjadikan kegiatan menulis sebagai sumber pemasukan, ada yang menjadikan kegiatan menulis sebagai sarana hiburan, ada yang menulis karena memang hobi, ada yang menulis karena memang bercita-cita ingin jadi penulis dan menerbitkan banyak buku lalu terkenal, ada juga yang menulis karena memang terpaksa ada tugas sekolah atau kampus yang perlu dikerjakan.

Kira-kira anda merupakan tipe yang mana? Karena motif dan tujuan anda dalam menulis akan menentukan keberlangsungan dan konsistensi anda dalam menulis.

Saya pernah berada dalam posisi dimana menulis saya jadikan sebagai sarana untuk mendulang materi, saya menulis karena ingin mencari uang, saya menulis karena ingin dibayar, tujuan ini tidak salah, toh banyak juga orang yang bisa menghidupi dirinya dan bahkan jadi jutawan dari kegiatan menulisnya itu.

Tapi masalahnya adalah, jika segala sesuatu itu harus diuangkan, jika segala sesuatu harus di komersilkan, tidak akan ada celah lagi bagi kita untuk berbagi. Maksudnya bagaimana?

Begini, dalam hal berbagi, terutama menyangkut tentang ilmu pengetahuan, sudah seyogyanya kita lakukan dengan ikhlas dan sukarela. Karena kalau niatnya sudah melenceng menjadi ingin dikomersilkan, maka keberkahan ilmu itu akan hilang.

Buktinya, semangat saya dalam berbagi ilmu menjadi lenyap, tatkala saya tidak kunjung mendapatkan hasil berupa materi dari kegiatan menulis itu. Ketika saya terlalu fokus kepada hasil, justru saya semakin jauh dari hasil yang diinginkan itu.

Saya tidak berpikir naif, setiap usaha dan kerja keras tentu sangat ingin dihargai. Apalagi itu dalam bentuk materi, tapi dalam hal berbagi ilmu, akan lebih baik dan bermanfa'at apabila itu dilakukan secara ikhlas.

Meski tidak semua juga harus dibagikan, karena ada juga beberapa pengetahuan dan ilmu yang terlalu privat dan memang disitu perlu ada pertukaran, lagi-lagi bukan karena ingin dikomersilkan, tapi ilmu-ilmu yang berharga itu memang tidak murah dan tidak gratis, karena yang murah dan gratis kadang tidak dihargai, tidak diamalkan, dikerjakan, dipraktekkan.

Awalnya saya bergabung di Kompasiana ini juga sebenarnya murni karena ingin berbagi. Ketika niat itu melenceng menjadi ingin mencari materi, tiba-tiba saja kekuatan saya pun menjadi hilang.

Tulisan-tulisan yang tersaji pun jadi tidak tajam lagi, gagasan yang disampaikan pun jadi tidak menarik lagi. Dan jadi sedikit juga orang yang menikmati tulisan itu. Karena saya tidak menjadi diri sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN