Mohon tunggu...
Reynaldo Arya
Reynaldo Arya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Student of Robotics and Ai Engineering At Airlangga University

A student who interested about future tech, media design, video editing.

Selanjutnya

Tutup

Metaverse

Metaverse di lingkup pendidikan, Gimana sih itu ?

13 Juni 2022   19:11 Diperbarui: 13 Juni 2022   19:36 303 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Metaverse. Sumber ilustrasi: FREEPIK

Perkembangan teknologi digital saat ini telah memasuki berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Salah satu perkembangan teknologi digital di bidang pendidikan yang baru-baru ini menjadi topik yang hangat diperbincangkan oleh kalangan masyarakat dan akademisi yakni kemunculan teknologi metaverse. Menurut Indarta dkk (2022), metaverse adalah inovasi teknologi yang berbentuk ruang virtual tiga dimensi (3D). Metaverse tidak hanya memasuki bidang pendidikan saja, namun juga diprediksi akan memasuki banyak bidang kehidupan manusia dalam kurun waktu 10-15 tahun yang akan datang. Sedangkan menurut Mystakidis (2022), metaverse merupakan teknologi yang dapat memunculkan realitas fisik secara virtual atau maya. Teknologi metaverse memungkinkan adanya komunikasi antar pengguna secara real time tanpa hambatan. Metaverse ini berpotensi untuk mengubah paradigma pendidikan, bisnis, pekerjaan, hingga hiburan.

Metaverse di dunia pendidikan diyakini mampu mengatasi persoalan-persoalan dalam dunia pendidikan, seperti mengatasi persoalan keterbatasan kapasitas siswa di dalam kelas karena pandemi, keterbatasan waktu untuk mengikuti pelajaran di kelas, keterbatasan jarak untuk mengikuti pelajaran di kelas, keterbatasan alat-alat learning 2D, dan lain-lain. Dengan kata lain, melalui teknologi metaverse atau ruang virtual 3D, pembelajaran tetap dapat dilakukan meskipun terdapat keterbatasan jarak dan waktu. Bahkan, pemberlajaran dapat menjadi lebih interaktif  dengan memanfaatkan teknologi metaverse (Indarta dkk, 2022).

Implementasi metaverse di dunia pendidikan dapat dilihat dari adanya aplikasi media pembelajaran digital berbasis augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Teknologi VR adalah teknologi yang dapat membawa penggunanya seakan-akan masuk ke dunia virtual melalui perangkat khusus. Sedangkan teknologi AR adalah variasi dari VR dimana teknologi ini dapat memunculkan gambar virtual 3D di dunia nyata, namun gambar virtual tersebut hanya bisa dilihat dari smartphone saja (Sholeh dkk, 2021). Kedua teknologi tersebut kini sudah memasuki bidang pendidikan untuk mendukung penyampaian materi pembelajaran yang interaktif, menarik, detail dan jelas seperti untuk mendukung penyampaian materi pengenalan hewan dalam bentuk 3D untuk anak usia dini, mendukung penyampaian materi pembelahan sel dalam bentuk 3D, mendukung penyampaian materi gelombang bunyi dan optik, praktikum yang melibatkan zat berbahaya dapat dengan mudah dipraktikkan dengan VR dan AR, praktikum yang melibatkan anatomi tubuh atau zat kimia berbahaya dengan mudah dipraktikkan, serta masih banyak lagi.  

Penerapan metaverse di dunia pendidikan sangat diperlukan, sebab dampak yang dihasilkan dari penerapan metaverse ini sangat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Melalui penerapan metaverse seperti teknologi AR dan VR oleh lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia, siswa atau peserta didik dapat lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru dan harapannya lembaga-lembaga pendidikan yang menerapkan metaverse ini  mampu mencetak lulusan yang unggul yang dapat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Adanya penerapan metaverse di dunia pendidikan seperti penggunaan alat VR dan AR mendandakan bahwa kehadiran metaverse mendapat sambutan yang baik khususnya oleh dunia pendidikan. Namun, mayoritas masyarakat Indonesia nampaknya masih banyak yang asing atau belum mengenal teknologi "metaverse". Oleh karena itu, pemerintah perlu mensosialisasikan teknologi metaverse kepada masyarakat dengan harapan agar masyarakat Indonesia mengetahui tentang inovasi teknologi virtual tesebut dan berbagai keuntungan yang didapatkan dari penerapan metaverse, sehingga masyarakat Indonesia terdorong untuk berkontribusi dalam perkembangan metaverse di Indonesia, bukan hanya untuk kepentingan bidang pendidikan, namun juga bidang-bidang lainnya.

Dari uraian di atas, penulis menyadari bahwa penerapan teknologi metaverse sangat penting bagi bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya. Namun, penulis juga menghawatirkan jika suatu saat nanti, 10-15 tahun yang akan datang teknologi metaverse ini justru akan membawa dampak buruk bagi manusia bahkan jauh lebih buruk daripada media sosial, di mana manusia menjadi semakin kurang mampu bersosialisasi di dunia nyata dan memilih untuk hidup berdampingan dengan dunia virtualnya di balik komputer. Oleh karenanya, penulis dan masyarakat Indonesia harus bisa menjadi pengguna metaverse yang bijak dan mampu memikirkan segenap aspek dari keberadaan metaverse, tidak hanya aspek positifnya namun juga negatifnya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Metaverse Selengkapnya
Lihat Metaverse Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan