Mohon tunggu...
Reymahendra 18
Reymahendra 18 Mohon Tunggu... i'm a bussiness man

owner from Degan Dugem

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha Menengah

28 Januari 2021   13:15 Diperbarui: 28 Januari 2021   13:15 39 3 0 Mohon Tunggu...

Sejak pandemi covid 19 masuk ke Indonesia ekonomi Indonesia mulai mengalami perubahan yang sangat signifikan. semua sektor terkena dampaknya semua yang berhubungan dengan manusia terhambat bahkan terhenti. Semakin hari pandemi ini semakin menjadi-jadi bukan membaik dan berangsur pulih tetapi sangat disayangkan Bandung ini justru berkembang pesat dan banyak yang terpapar. Pemerintah  mengambil kebijakan untuk melakukan pembatasan kegiatan di luar rumah baik itu kegiatan sekolah bekerja maupun beribadah. Salah satu sektor yang terkena dampaknya adalah sektor ekonomi khusus ekonomi menengah sektor bisnis mikro kecil.

Sektor ini lah yang paling terasa terkena dampak dari pandemi covid 19 kebijakan pemerintah yang melarang adanya kegiatan di luar rumah tersebut mau tidak mau suka tidak suka mengganggu proses kegiatan perdagangan usaha besar maupun usaha kecil menengah. Banyak pengusaha Indonesia yang gulung tikar karena menurunnya angka produksi  dan menurunnya angka pendapatan serta hilangnya daya beli masyarakat. Adanya pembatasan kegiatan membuat  menurunnya gairah para pelaku bisnis di Indonesia karena adanya pelarangan interaksi antara masyarakat yang memicu penyebaran wabah tersebut. Padahal nafas utama para pelaku usaha kecil menengah adalah daya beli masyarakat.

Beberapa usaha kecil menengah yang setiap harinya harus berhadapan dengan konsumen terpaksa menutup bisnisnya. Bagi mereka yang tetap buka menerapkan take away dan tidak makan ditempat serta menjaga jarak para konsumennya.Banyak juga dari para pengusaha tersebut memanfaatkan internet guna memasarkan barangnya tersebut agar tetap laku dan tetap terjadi perputaran di dalam usaha kecil menengah mereka. Mereka banyak memanfaatkan platform platform yang dapat menunjang bisnis mereka di masa pandemi. Tetapi banyak dari UMKM yang belum dan terkendala untuk memasarkan usahanya secara online mereka terpaksa tutup bahkan gulung tikar.

Menurunnya pendapatan dan hilangnya perputaran di dalam bisnis mereka memaksa mereka untuk tutup dikarenakan tidak dapat bertahan di masa pandemi, seperti contoh bisnis pariwisata lumpuh biro perjalanan dilarang hotel-hotel sepi serta restoran dengan pembatasan nya.

Dampak covid 19 ini juga mengurangi ketersediaan bahan baku untuk bisnis mereka dikarenakan berkurangnya proses perawatan bahan baku dan ditutupnya akses jalan masuk menuju daerah yang ditetapkan menjadi zona merah membuat para pengusaha kecil menengah tidak bisa  mengirim bahan baku kepada para pengusaha lainnya yang membutuhkan dan tidak bisa mendapatkan akses masuk untuk mengirim bahan jadi mereka dan itu menyebabkan penurunan pendapatan usaha mereka.

Efek dari pandemi ini tidak hanya berkurangnya bahan baku dan sulitnya pendistribusian barang tetapi juga para karyawan yang terkena imbasnya yaitu terpapar virus ini .Banyak dari mereka yang menjadi korban dari pandemi ini.Pemerintah dirasa kurang cepat dalam menanggapi pandemi ini sehingga pandemi ini sudah terlanjur menyebar dan barulah pemerintah bertindak. Kurang tegasnya peraturan di awal menyebabkan melonjaknya angka pandemi sehingga pergerakan itu ekonomi otomatis terhenti. Permasalahan lainnya adalah adanya kesenjangan antara UMKM di beberapa daerah terkait masalah pemahaman terhadap bagaimana cara UMKM tetap bertahan dan berjalan di masa pandemi

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x