Mohon tunggu...
Revolusi Ilmiah
Revolusi Ilmiah Mohon Tunggu... profesional -

Memberi tanpa pamrih... Hanya mengharap berkat dan ridho dari Sang Maha Kuasa...

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

5 Mitos Bercinta yang Salah

22 September 2014   21:11 Diperbarui: 17 Juni 2015   23:55 197
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bercinta yang sehat

[caption id="" align="aligncenter" width="421" caption="Bercinta yang sehat"][/caption]

Bercinta identik dengan tindakan-tindakan fisik (berciuman, berpelukan sampai berhubungan badan), bahkan di zaman sekarang tidak hanya pasangan suami istri yang melakukan hal tersebut secara fulgar, mulai anak SD sampai dewasa yang belum menikah pun menunjukkan gejala yang demikian. Dari data United Nations Fund for Population Activities (UNFPA) tahun 2008, hampir 1 dari 6 penduduk dunia adalah remaja, dan 85% dari jumlah tersebut terdapat di negara berkembang. Setiap tahun hampir 15 juta remaja usia 15-19 tahun melahirkan dan 4 juta remaja melakukan aborsi. Sedangkan data World Health Organization (WHO) tahun 2008, sekitar 16 juta perempuan usia 15-19 tahun melahirkan tiap tahunnya, dari 11% total kelahiran di seluruh dunia, dan 90% kelahiran remaja tersebut berada di negara berkembang. Bagaimana di Indonesia ? Tahun 2008 jumlah remaja usia 10-19 tahun adalah sekitar 30% dari jumlah penduduk Indonesia, dan sekitar 5% remaja pria dan 1% remaja wanita secara terbuka menyatakan bahwa mereka pernah melakukan hubungan badan. Sehingga pengertian bercinta yang identik dengan tindakan fisik memang sudah merajalela, terutama di kalangan remaja.

5 Mitos yang Salah dalam Bercinta

1. Berhubungan badan sebelum menikah membuat hubungan langgeng

Mitos yang satu ini kalau boleh dibilang hanya "jebakan batman" laki-laki supaya dia dapat menikmati tubuh pasangannya terutama pria hidung belang. Hal tersebut diungkapkan ke wanita dengan alasan bahwa setelah berhubungan badan, hubungan mereka semakin awet dan tidak akan pernah putus. Namun anehnya, tidak sedikit wanita yang terbuai oleh rayuan tersebut. Oleh karena itu hati-hati sahabat perempuan terutama, jangan mudah terayu oleh bujukan tersebut. Itu hanya mitos saja. Malahan kalau pasangan anda benar-benar menyayangi atau mencintai anda dia tidak akan melakukan hubungan badan sebelum menikah, karena berhubungan badan sebelum menikah itu bertentangan dengan norma-norma yang ada.

2. Sering mengumbar cinta bikin cepat putus

Tentu saja sebagai sepasang kekasih, hal yang wajar adalah kita memiliki rasa bangga dengan pasangan, sehingga memamerkan kemesraaan di tempat umum maupun jejaring sosial secara wajar/tidak berlebihan adalah hal yang biasa. Jadi sering mengumbar cinta bikin putus itu hanyalah mitos, tunjukkan bahwa anda betul-betul menyayangi pasangan anda, namun sekali lagi jangan berlebihan, yang santun. Saya yakin kalau anda mengungkapkan rasa cinta anda terhadap pasangan anda dengan baik dan benar, dijamin hubungan anda akan langgeng.

3. Bercinta di atas tiga bulan biasanya awet

Banyak orang yang menggambarkan kalau hubungan di atas 3 bulan biasanya awet atau langgeng. Menurut saya, masa 3 bulan adalah masa penyesuaian, terutama rumah tangga baru. Namun tidak hanya sampai di situ saja, ada masa-masa ke depan yang jauh lebih rumit lagi, ada masa senang, sedih, susah dan bahagia bersama. Sebagai pasangan hendaklah saling pengertian, berbagi dan menyelesaikan permasalahan tersebut bersama-sama.

4. Jarak lamaran dan pernikahan yang terlalu lama bikin putus

Jarak lamaran atau tunangan dengan pernikahan terkadang lama karena ada beberapa sebab, baik itu dari pihak pria maupun wanita. Namun selama keduanya memiliki komitmen atau niat yang kuat untuk tetap menjaga dan melangsungkan pernikahan, saya kira waktu yang lama tidak akan menjadi masalah, meskipun nasihat dari orang tua, segerakan untuk menikah.

5. Lokasi bercinta yang tidak pas bikin putus

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun