Mohon tunggu...
Rendy Yogaswara
Rendy Yogaswara Mohon Tunggu... Guru - seniman, musisi dan penulis

Nama Pena: Rere

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Merangkai Masa Depan Melalui Generasi Penerus

26 Agustus 2020   09:37 Diperbarui: 26 Agustus 2020   09:46 77
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Masa depan adalah masa yang akan datang. Masa depan juga bisa diartikan suatu tujuan hidup yang akan kita capai di kemudian hari. Masa depan itu merancang, menjalani, dan menikmati. Dalam hidup, kita tidak hanya menjalani apa yang sedang kita hadapi sekarang. 

Akan tetapi, kita juga harus memikirkan resiko setelahnya. Ada hal penting sebelum itu. Kita pun harus merancang kehidupan kita di masa depan. Kita tidak mungkin hanya menerima saja. Kita diberi akal dan pikiran oleh Tuhan untuk digunakan. Selain berpikir untuk menyelesaikan masalah, otak juga dituntut untuk memikirkan masa depan diri kita. 

Apakah kita hidup hanya sebatas air yang mengalir saja? Tentu jawabannya TIDAK!!! Air yang mengalir pun melewati bebatuan yang menghambat perjalanannya dan ia juga harus tau ke arah mana ia harus meneruskan perjalannnya. Seperti hal nya hidup, di samping ada masalah perlu sekali kita merangkai tujuan selanjutnya. 

Mau dibawa kemana masa depan kita? Bagaimana hasil akhir yang di inginkan? Dan bagaimana pula cara yang harus di ambil untuk mencapai tujuan tersebut?. Semua itu perlu kita pikirkan mulai dari sekarang. Khususnya kita sebagai seorang pelajar.

Pelajar merupakan generasi penerus bangsa. Masa depan kita juga menyangkut masa depan negara kita. Jika para pelajarnya saja masih enggan untuk bergerak, bagaimana mungkin bangsa ini akan maju?. Kita di sekolah mendapatkan banyak sekali ilmu. Mau diapakan lagi ilmu itu jika tidak diterapkan dan dimanfaatkan. 

Masa muda adalah masa yang paling tepat untuk merangkai semuanya. Di saat muda kita memiliki semangat yang tinggi dan kemampuan yang masih sangat baik dalam menerima ilmu. Semangat '45 yang dimiliki oleh seorang pemuda sama persis dengan yang pernah dikatakan oleh Bapak Presiden RI pertama kita yaitu Ir.Soekarno.

Beliau berkata,"Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia." Hal tersebut bisa menjadi bukti bahwa betapa pentingnya semangat pemuda bagi bangsa ini.

Untuk mencapai kesuksesan, kita juga perlu memiliki jiwa kewirausahaan. Apa itu kewirausahaan? Kewirausahaan berasal dari kata wira (berani) dan usaha (kegiatan usaha yang komersial maupun nonusaha dan nonkomersial). 

Jadi, kewirausahaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan usaha atau nonusaha secara mandiri. Seseorang yang berjiwa kewirausahaan lebih berorientasi pada masa depan sehingga kemajuan bangsa dapat kita lihat dengan jelas.

Di Indonesia, sudah banyak sekali wirausahawan yang berhasil dalam berbagai bidang. Contohnya Yasa Paramita Singgih atau yang lebih dikenal dengan nama Yasa Singgih, pemilik resmi brand "Mens Republic". Ia memulai usahanya sejak 15 tahun sebagai MC di berbagai acara ulang tahun. Ia memiliki prinsip hidup "Never too young to become a billionaire!". 

Maksudnya, usia muda bukanlah alasan untuk menunda masa depan. Justru saat muda lah kita dapan menemukan banyak sekali kesempatan untuk menjadi seseorang yang sukses. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun