Mohon tunggu...
Repa Kustipia
Repa Kustipia Mohon Tunggu... Ahli Gizi - Gastronomist (Gastronome)

Membahas Gastronomi di @gastrotourism_academy Berhenti Menjadi Ahli Gizi (Nutritionist Registered) di tahun 2021. Bertransformasi Menjadi Antropolog Pangan. Dokumentasi Lapangan ig : @repakustipia

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Mindful Eating-nya Orang Sunda

13 November 2022   14:50 Diperbarui: 15 November 2022   11:42 99
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar : istockphoto.com/mindfulnesseating 

Istilah mindful eating atau pola makan dengan penuh kesadaran rasanya sudah dilakukan oleh banyak orang dan tidak harus selalu mengacu pada pola makannya orang asing kan ? Karena orang Indonesia punya rasa yang lebih kompleks, komoditas yang lebih beragam, dan pilihan jajanan yang serba ada, bahkan sudah melalui improvisasi para pengolahnya. 

Menelisik definisi mindful eating ini lebih banyak mengacu pada definisi ahli diet atau pakar dietetika dari Amerika, Inggris, Australia, tentunya jelas berbeda baik secara geografis maupun psikologis.

Sedangkan mindful eating ini kan harus bisa dinikmati, coba saja lihat apa yang disarankan secara sederhana setelah trend mindful eating ini menjadi pola makan penuh kesadaran, kebanyakan mempertimbangkan : notice (memperhatikan), observe (mengamati), feel (merasakan), taste (mengecap), dan enjoy (menikmati). Rasanya setiap orang sudah bisa melakukan ini bahkan sering. Namun, bagaimana jika mindful eating-nya versi orang sunda ? 

Jawabannya tentu saja akan sangat subjektif, namun tata cara makan orang sunda dengan menu-menu dadakan yang menyengarkan bukti bahwa orang sunda juga melakukan mindful eating, karena prinsipnya hampir sama seperti : 

Memperhatikan jenis lalapan yang akan dinikmati dan kebanyakan mengambil dari pekarangan rumah, tanaman obat keluarga, membeli di tukang sayur keliling, pasar tradisional atau bahkan swalayan. 

Mengamati, tentu saja secara turun-temurun pengetahuan mengamati apa saja yang dihidangkan oleh para pendahulunya selalu diikuti oleh generasi selanjutnya, misalnya saja menyediakan ikan bakar gurame sambal cobek, siapa yang menemukannya pertama kali ? itu tidak terdokumentasi.

Namun jika keluarga orang sunda memiliki kolam ikan disekitar rumahnya, pasti akan merekomendasikan jenis ikan gurame dan akan menyarankan sambal cobek karena bumbunya tersedia di lahan tanaman obat keluarga (resep sambal cobek pada umumnya : kencur, jeruk nipis, kemiri, kunyit, garam, ketumbar, merica, cabai), bahan-bahan tersebut tersedia. 

Merasakan, jangankan dinikmati sendiri. Kebersamaan orang sunda ketika makan itu disebut "reujeungan" (makan bersama-sama menikmati suatu hidangan yang disajikan). 

Jika mindful eatingnya orang-orang Amerika, Eropa, dan Australia selalu memperlihatkan makan sendiri, dinikmati sendiri, dan menghasilkan hal-hal positif, tapi mereka lupa menyisipkan tradisi kekeluargaan dan banyol, dimana memang diakui kalau orang sunda itu humoris, bahkan ketika menikmati makanan saja ada saja banyolan-banyolan yang menyenangkan (tentunya tidak perlu dibawa perasaan, karena konteksnya sedang melebur kerinduan dalam kebersamaan). Kurang mindful eating apa lagi ? udah sangat komplit ini. 

Namun, jarang dibahas dalam kultur urban yang selalu mengadopsi habis-habisan gaya-gaya dari luar negeri, dimana hal ini malah jadi merepotkan karena perbedaan komoditas dan kebiasaan. 

Mengecap, ini tidak hanya orang sunda, para pengolah orang Indonesia yang dari kecil sering makan di rumah atau merasakan cita rasa sekeliling, itu sudah setahap lebih potensial dalam pengecapan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun