Mohon tunggu...
Reksa Novanto
Reksa Novanto Mohon Tunggu... Mahasiswa

Bismillah

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Inovasi Produk Mie Talas untuk Membudidayakan Potensi Lokal di Indonesia

27 Desember 2019   13:34 Diperbarui: 27 Desember 2019   15:56 39 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Inovasi Produk Mie Talas untuk Membudidayakan Potensi Lokal di Indonesia
cinta-wisatanusa.blogspot.com

Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia atau Aptindo, Indonesia menempati posisi kedua dalam Impor gandum terbesar didunia, berada dibawah Mesir. Diprediksikan pada tahun 2019, Impor gandung meningkat menjadi 11,8 juta ton dari tahun sebelumnya 8 juta ton, sementara 3,8 juta ton sisanya, sebagian terserap untuk memenuhi kebutuhan sektor pakan ternak. Tingginya permintaan gandum antara lain terus terdorong oleh besarnya kebutuhan industri makanan dan pakan ternak yang terus meningkat di dalam negeri. Adapun Australia menjadi negara pemasok terbesar gandum ke Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor gandum dan meslin yang berasal dari Negeri Kanguru pada 2016 mencapai 3,5 juta ton atau sebesar 33% dari total. Sementara impor terbesar kedua dari Ukraina dan ketiga berasal dari Kanada.

United States Development of Agriculture atau USDA yang merupakan Departemen Pertanian Amerika Serikat dalam laporan World Agricultural Supply and Demand Estimates di tahun 2018, menyebut Indonesia merupakan negara pengimpor gandum terbesar. Impor gandum Indonesia meningkat seiring meningginya permintaan akan bahan makanan, salah satunya mie untuk pakan ternak.

Kemudian disebutkan pula bahwa Indonesia diprediksi untuk menjadi negara pengimpor gandum terbesar di dunia dengan total volume sekitar 12,5 juta ton pada tahun 2017 hingga 2018. Dengan estimasi impor terebut, maka Indonesia berpotensi menggeser posisi Mesir yang secara tradisional telah menjadi pengimpor gandum terbesar dunia. USDA memperkirakan peningkatan terjadi karena permintaan makanan yang tumbuh oleh banyaknya populasi Penduduk Indonesia. Meningkatnya pendapatan masyarakat juga disertai oleh kebutuhan akan pasta, mie instan, serta kebutuhan pakan. Adapun empat negara penyuplai gandum terbesar ke Indonesia menurut catatan USDA adalah Australia, Kanada, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Talas mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi dan berpotensi menjadi makanan pokok seperti beras, gandum, kentang, singkong, dan lain-lain. Di Indonesia, produksi umbi talas sangatlah mudah dikarenakan cuaca di Indonesia yang merupakan negara dengan dua iklim. Dengan iklim dua musim yakni penghujan dan kemarau, produksi umbi talas sangat cocok dan mudah untuk dibudidayakan di Indonesia. Tempat yang cocok di Indonesia untuk membudidayakan umbi talas salah satunya di daerah dengan tingkat curah hujan yang tinggi, seperti di Jawa Barat.

Bahan baku utama dalam pembuatan mie merupakan tepung terigu. Selama ini, seperti yang telah disebutkan, kebutuhan tepung terigu yang berasal dari gandum, dan kebutuhan gandum di Indonesia selalu dipenuhi dan diimpor dari negara lain, yakni dari Amerika Serikat dan Kanada. Karena Indonesia selalu memenuhi kebutuhan gandum dengan mengimpor dari negara lain, Indonesia hampir menjadi negara dengan tingkat impor gandum terbesar di dunia. Dengan melakukan substitusi tepung talas dalam pembuatan mie menggantikan tepung terigu, akan sangat mengurangi import gandum Indonesia, sehingga Indonesia tidak akan menjadi negara pengimpor gandum terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia memiliki potensi untuk membudidayakan tepung talas sesuai dengan iklim dan. Selain itu, dengan mengembangkan potensi produksi tepung talas di Indonesia, secara langsung juga dapat memanfaatkan potensi lokal.

VIDEO PILIHAN