Mohon tunggu...
REDHO ARDIANSYAH
REDHO ARDIANSYAH Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

Students

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Ibadah adalah Perjuangan

29 September 2022   18:35 Diperbarui: 29 September 2022   18:42 81 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Didalam suasana yang penuh kehangatan, aku berkumpul dengan keluargaku. Keluarga ku berkumpul bukan tanpa alasan, melainkan karena untuk mengantar orang tuaku yang akan berangkat haji. Namun layaknya yang orang lain katakan bahwa ibadah haji adalah ibadah yang penuh cobaan dan rintangan , orangtuaku yang baru akan berangkat pun sudah mendapatkan sedikit cobaan. Ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi di arab, yaitu jatuh nya crane di masjidil haram ditambah cuaca extream yang menimpa arab saudi. Orang tuaku yang mendengar berita itu pun sontak terkejut dan merasa cemas. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, orang tuaku menguatkan tekadnya dan menganggap bahwasanya ini adalah sebuah ujian yang harus di hadapi.

Aku mengantar kepergian kedua orangtuaku dengan penuh senyuman, orang tuaku berpesan kepadaku "jaga diri baik baik ya, doakan bapak dan ibu disana" ujar ayahku kepadaku. Walaupun kedua orangtua ku sangat bersemangat untuk melaksanakan ibadah, tetapi jauh dalam lubuk hatinya mereka sangat mengkhawatirkan anak anaknya yang di tinggal di tanah air apalagi meninggalkan ku yang masih di usia belia. Namun orangtuaku sudah mempercayakan semuanya kepada paman ku dan pamanku pun berjanji akan menjagaku selama orangtuaku pergi ibadah.

Hari pun berlalu tanpa kedua orang tua ku aku menjalani hidup seperti biasanya namun sedikit berbeda karena tidak ada canda gurau dari orang tuaku, tetapi aku menganggap bahwa ini adalah sebuah pelajaran untuku menajdi lebih mandiri.

Berminggu minggu berlalu, sangat tidak terasa sudah setengah bulan orang tuaku
Meninggalkanku. Rasa rindu selalu datang menghampiri walaupun hanya sesaat.

Tiada angin tiada hujan, suatu kejadian menggemparkan terjadi di tanah suci. Terjadi sebuah kecelakaan di tanah suci tepat nya di terowongan mina. Kecelakaan disebabkan oleh kepadatan jamaah atas kelalaian pengurus sehingga terjadi penumpukan jamaah di terowongan mina. Kejadian itu memakan banyak korban jiwa.

Aku yang mendengar berita itu dari tanah air sangat terkejut karena khawatir orang tuaku menjadi salah satu dari korban tersebut. Aku kemudian menelepon kedua orang tuaku untuk memastikan keadaan mereka. Berjam jam telah berlalu dan aku pun masih belum mendapatkan kabar tentang orang tuaku. cemas bercampur gelisah menghantui diriku, aku bertanya kepada orang orang terdekat ku tentang kabar orang tuaku namun mereka juga belum mendapatkan kabar dari sana. Beberapa jam pun berlalu tanpa ada kabar yang pasti, aku yang disini hanya bisa berdoa berharap keselamatan kedua orang tuaku dan semoga bila mereka menjadi korban pun mereka wafat dalam keadaan syahid sedang beribadah kepada sang ilahi. Namun Alangkah tenangnya hatiku setelah beberapa jam kemudian kabar dan  mendengar suara mereka baik baik saja, malahan orang tuaku yang berada di sana tidak tahu ada kejadian seperti itu. Ayahku berkata " emang ada kejadian kaya gitu ya?" aku merasa bingung saat ayahku berkata seperti itu karena seharusnya ia lebih tau kejadian yang terjadi disana. Tetapi tidak apa apa selagi orang tuaku selamat dan baik baik saja itu sudah cukup bagiku.

Aku mendengar bahwa orangtuaku telah menyelesaikan ibadah haji terakhir yaitu tawaf wada, tawaf wada merupakan tawaf perpisahan ketika setiap jamaah telah melaksanakan semua ibadah haji.
Bila orang tuaku telah melaksanakan ibadah itu tandanya kepulangan orang tuaku ke tanah air semakin dekat.
Aku siap menyambut kepulangan orang tuaku ke tanah air, walaupun aku perlu menunggu lama hingga larut malam tetapi tak apa karena aku sudah menantikan moment ini sangat lama.

Akhirnya aku bertemu dengan orang tuaku setelah sekian lama,  kedua orang tuaku memeluku dengan erat, tak heran karena mereka sudah satu bulan tidak melihatku. Dan aku pun bertanya kepada mereka apakah ibadah mereka begitu berkesan?, dan mereka pun menjawab "sangat berkesan"  aku pun meminta mereka untuk menceritakan semuanya apa saja yang mereka lalui disana dan aku pun bertanya "doa apa saja yang bapak panjatkan ketika di depan kabah" namun ayahku hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa yang dia doakan. Seakan itu adalah sebuah rahasia yang tidak ingin diberitahu kan kepada ku tapi aku tidak peduli dengan itu karena aku sangat yakin bahwa yang ia doakan adalah yang terbaik bagi keluarga nya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan