Pendidikan

Pelajar Indonesia Catat Prestasi Membanggakan Pada Kompetisi Matematika Internasional

17 Mei 2018   14:12 Diperbarui: 19 Mei 2018   07:14 207 0 0
Pelajar Indonesia Catat Prestasi Membanggakan Pada Kompetisi Matematika Internasional
Foto Arsip

Pelajar Indonesia mencatat prestasi membanggakan pada ajang Kompetisi Matematika Cayley and Fermat 2018. Sebanyak 269 pelajar SMA/MA dari Indonesia berhasil masuk dalam kelompok 25% peserta dengan nilai tertinggi pada kompetisi matematika internasional bergengsi tersebut.

Kompetisi Cayley dan Fermat merupakan ajang kompetisi matematika tahunan yang diadakan oleh CEMC (The Center for Education in Mathematics and Computing) Universitas Waterloo, Kanada. Kompetisi matematika bertaraf internasional ini setiap tahunnya diikuti oleh ribuan pelajar dari sekitar 60 negara di seluruh dunia.  Kompetisi Cayley ditujukan bagi pelajar kelas 10, sedangkan Kompetisi Fermat ditujukan bagi pelajar kelas 11 dan kelas 12.

Kompetisi Matematika Cayley dan Fermat 2018 diikuti oleh 45.828 peserta dari seluruh dunia, diantaranya ada 4.680 pelajar SMA/MA dari Indonesia yang terdaftar sebagai peserta. Jumlah peserta dari Indonesia yang mengikuti kompetisi matematika ini meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berjumlah ratusan. Hal ini tidak lepas dari terobosan yang dilakukan Universitas Waterloo dan Proyek READI dengan menerjemahkan soal-soal kompetisi Cayley dan Fermat dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sehingga lebih banyak pelajar Indonesia yang dapat berpartisipasi. Proyek READI juga mensponsori 4.535 pelajar dari 55 sekolah di 12 kota di Indonesia untuk ikut pada Kompetisi Cayley dan Fermat 2018.

Proyek READI merupakan kerjasama antara Pemerintah Kanada dan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia untuk mengembangkan ilmu aktuaria di Indonesia. Aktuaria adalah ilmu yang mengaplikasikan matematika, probabilitas dan statistika, serta ilmu ekonomi dan keuangan untuk menyelesaikan persoalan-peroslan aktual pada sebuah bisnis yang berhubungan dengan risiko dari peristiwa yang terjadi di masa depan. Kemampuan matematika yang handal sangat dibutuhkan untuk dapat berprofesi sebagai seorang aktuaris.

Sejak tahun 2017, Proyek READI mempunyai program penjangkauan matematika bagi pelajar SMA yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan analisis dan penyelesaian masalah matematika. Dengan dukungan Proyek READI diharapkan semakin banyak pelajar yang mempunyai minat untuk berkarir di bidang matematika, khususnya sebagai aktuaris.

Sebanyak 269 pelajar Indonesia yang berhasil masuk dalam kelompok 25% peserta dengan nilai tertinggi pada Kompetisi Matematika Internasional Cayley dan Fermat 2018 berasal dari 40 sekolah, yaitu: SMAN 3 Bandung, SMAN 4 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 2 Cibinong, SMAN 4 Yogyakarta, , SMAN 10 Yogyakarta, SMAN 1 Tarakan, MAN 1 Cirebon, MAN 2 Kota Bandung, SMAN Bali Mandara, SMA Kristen Penabur Cirebon, SMA Santa Laurensia H.S, SMAK Penabur Gading Serpong, SMAK Trimulia Bandung, SMA Santo Aloysius 1 Bandung, SMA Santo Aloysius 2 Bandung, SMA Darul Hikam, SMA Citra Berkat Bogor, SMA Kristen Karunia, SMA Trinitas Bandung, SMA Kristen Yahya, SMA Darul Hikam Internasional, Sampoerna Academy, SMAIT Darul Quran, SMAK 2 BPK Penabur Bandung, SMA Alfa Centauri, SMA Dwiwarna, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, SMA Dr. Wahidin Sudirohusodo, SMA BPI 1 Bandung, SMA Citra Berkat Tangerang, SMA Lab. School UPI, Simetri, Bina Bangsa School, Raffles International Christian School, Sekolah Ciputra, SPH Lippo Village, Sinar Mas World Academy, Singapore National Academy, Wardaya College.



-Readi Project-