Mohon tunggu...
RAUF NURYAMA
RAUF NURYAMA Mohon Tunggu... Pemerhati Masalah Media, Sosial, Ekonomi dan Politik.

Sekjen Forum UMKM Digital Kreatif Indonesia (FUDIKI); Volunteer Kampung UKM Digital Indonesia; Redaktur : tinewss.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

SBMPTN, Reformasi Setengah Hati

11 Juni 2019   07:36 Diperbarui: 11 Juni 2019   07:56 0 2 1 Mohon Tunggu...

Lembaga Test Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mulai kemarin (10/06/2019) memasuki tahap pendaftaran penerimaan atau menerima pendaftaran Calon Mahasiswa (Cama) baru Masuk Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia secara Online, bagi Cama yang telah mengikuti UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer). Ada perubahan pola dari cara penerimaan cama sebelumnya dengan sekarang. 

Jika sebelumnya, Cama mendaftar dulu ke Perguruan Tinggi yang diminati, baru Ujian dan dinyatakan Lulus atau Tidak Lulus, kali ini Daftar Ujian dulu, sudah dapat nilai, baru daftar ke Perguruan Tinggi yang diminati, baru akan diumumkan kelulusannya. Perubahan ini, katanya untuk perbaikan, agar Cama bisa mengetahui potensi dirinya, dan bisa mendaftar di Prodi dan Kampus yang tepat.

Mari kita evaluasi, kalau kebaikannya biarkan saja, karena memang perubahan dilakukan untuk melakukan perbaikan. Namun untuk perbaikan ini masih terdapat inkonsistensi dari penyelenggara dan juga ada hal yang masih dituntut berdasarkan asan transafaransi, dan keadilan.

Pertama. Dalam laman ltmpt.ac.id pada Informasi umum terdapat tulisan demikian : .... c). Peserta mendapatkan hasil tes secara transparan 10 hari setelah pelaksanaan tes. Yang dimaksud adalah Nilai hasil UTBK. Namun, yang disampaikan oleh Penyelenggara (baca : LTMPT) adalah menyampaikan nilai tersebut kepada Peserta, secara rahasia. 

Yang lain mana bisa tahu. Kita garis bawahi, kata Transparan, yang menurut KBBI berarti berarti tembus pandang, bening, atau dalam bahasa kekinian adalah keterbukaan. Artinya, seharusnya dibuka saja, diumumkan, agar setiap kita bisa tahu mengenai hasil dari UTBK masing-masing. 

Kedua. Bagi peserta yang sudah mendaftar, pada SBMPTN, cama harus nunggu dalam "kegelapan" tanpa informasi dan tahu perkembangan apakah akan lulus atau tidak. Ini berbeda dengan Sistem Penerimaan Siswa Baru Berbasis Online untuk tingkat SMP dan SMA, atau disebut PPDB Online (Penerimaan Peserta Didik Baru). 

Dalam PPDB Online, siswa pendaftar akan mengetahui berapa Kapasitas siswa yang diterima, berapa Nilai Dia, dan apakah posisinya masih aman atau tidak di sekolah tersebut. PPDB online, adalah konsep kejujuran dan transfaransi yang sudah baik, namun belum tentu adil. Yang terakhir (adil) tidak jadi bahasan sekarang.

Kembali ke PPDB Online, Siswa setelah mengetahui bahwa posisi dia tidak masuk di sekolah tersebut bukan karena passing grade tapi karena nilai dan kapasitas atau kuota sekolah yang bersangkutan, akan segera melakukan evaluasi untuk mencabut pendaftaran di sekolah tersebut dan mendaftar disekolah yang lainnya. Sejak awal, siswa mengetahui dan lebih fair.

Sedangkan dalam SBMPTN berbasis UTBK, tidak seperti itu. Seandainya saja, setiap Cama dapat mengetahui secara jujur dan transfaran poisisi dia ada dimana saat ini, tidak perlu pula ada pilihan 2. cukup 1 pilihan, dan bisa melakukan perubahan pilihan jika posisinya sudah tidak aman. Yang penting bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, dan bisa kuliah. Tidak menunggu dengan harap-harap cemas. 

Dengan cara ini, PT akan mendapatkan Cama sesuai dengan kapasitasnya, tidak berlebih, dan akan efektif, menerima siswa yang secara kualitas nilai lebih baik.  Bukan Untung-untungan.

Belajarlah keterbukaan dan Ajarkan kepada Cama, agar jadi masa depan bangsa yang juga bersikap jujur dan terbuka. Kalau tidak lulus, lebih baik tahu dari awal, sehingga bisa segera melakukan evaluasi, daripada nilai tinggi, berebut dengan yang nilai tinggi di prodi yang sama perguruan tinggi yang sama, sedangkan di prodi tersebut di PT yang lain kosong. ini sangat bisa terjadi. Ini Bisa jadi BOM WAKTU, baik bagi Cama, rangtua, maupun PT yang bersangkutan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x