Rappi Darmawan
Rappi Darmawan karyawan swasta

punya seabrek cita-cita, belum taat beribadah, ingin memperbaiki diri

Selanjutnya

Tutup

Fesyen

Pilih Baju Lebaran Syar'i

24 Mei 2018   08:26 Diperbarui: 24 Mei 2018   08:28 325 1 2
Pilih Baju Lebaran Syar'i
ilustrasi sirwalsurabaya.online

Ramahan masih berlangsung, namun mall-mall sudah mulai ramai pengunjung. Apa yang diburu? Saya jadi kepo, walaupun fenomena ini wajar setiap menjelang lebaran, tapi jadi ingin tahu apa yang dibeli. 

Woowww, ternyata sudah pada pilih-pilih baju baru untuk dipakai saat lebaran nanti. Puasa belum usai bro! hehehe

Tapi ada baiknya juga beli baju lebih awal. Karena semakin dekat lebaran mall-mall dan pasar tradisional semakin padat biasanya. Mumpung masih longgar, pilah pilih bajunya juga leluasa. 

Mall juga sudah didominasi pedagang fesyen dadakan. Selasar ataupun atrium beberapa mall yang biasanya kosong sudah terisi stand penjual pakaian. 

Mereka adalah pedagang musiman. Setelah musim lebaran usai pedagang ini berjualan dirumah atau toko biasa. 

Hemmm. Ikut pilih-pilih juga ahhh. Siapa tahu ada yang pas dibody dan cocok dikantong. He he he 

Sebetulnya fesyen seperti apa yang dicari? Tentunya dalam memilih pakaian, tidak boleh asal. Yang ada nanti baju dan celana baru tidak dipakai karena tidak cocok. 

Misalnya, soal warna yang terlalu cerah, model sudah ketinggalan, ukuran yang kurang pas. Kebesaran atau kekecilan. 

Nah, ada baiknya sebelum pilah pilih baju lebaran, jawab dulu pertanyaan berikut: 

Pertama, apa kegunaan pakaian? 

Tentunya pakaian berguna untuk melindungi tubuh dari cuaca panas dan dingin. So, pakaian harus mampu menjaga kulit dari sengatan matahari. Begitu juga sebaliknya, pakaian harus bisa menjaga suhu tubuh kita keyika cuaca dingin.

Kedua, kemana pakaian tersebut digunakan? 

Pakaian untuk tidur tentunya berbeda dengan pakaian untuk aktivitas sehari-hari. Tidak lucu kalau terbeli piyama, padahal maunya dipakai untuk silaturahmi. Lain acara lain pula busananya. 

Jangan sampai terjadi salah kostum. Yang ada nanti kita jadi bahan guyonan karena bajunya tidak maching. 

Pertimbangan lainnya, pakaian yang dibeli harus menutup aurat. Baik bagi perempuan maupun pria. Istilah kerennya, busana syar'i. Ini lebih baik.

Saran saya untuk kaum pria, tidak salah untuk mencoba sesuatu yang baru. Celana cingkrang misalnya, yang saat ini lagi di gandrungi. Tapi yang benaran cingkrang. Bukan dibuat cingkrang dengan menggulung bagian bawah celana.

Bagi seorang laki-laki, sebaiknya celana atau kain yang dipakai tidak menutupi mata kaki. Kalaupun nanti mata kaki tertutup kaos kaki tak jadi persoalan, yang penting celana diatas mata kaki. La (tidak) Isbal, menjulurkan pakaian hingga kebawah mata kaki.

Konon katanya, hal tersebut adalah bagian dari sunah dalam berpakaian bagi seorang pria muslim. Adap lainya seorang laki-laki tidak memakai pakaian dari bahan sutra dan agak longgar. 

Kalau bisa tampil keren sekaligus dapat pahala, kenapa tidak? He he he 

Pakaian terkadang berpengaruh besar pada penilaian orang terhadap kita. Orang sering sekali melihat seseorang dari penampilan. Walapun itu tidak selalu benar tapi lazim berlaku dimasyarakat awam. 

Lain persoalannya, kalau memang berniat untuk mengelabui orang dengan penampilan. Upsss

Dengan memakai pakaian yang memenuhi unsur syar'i, menutup aurat dan mengikuti sunah, kita berusaha agar tidak timbul penilaian yang aneh-aneh. Memberikan kesan positif. Membuat orang merasa nyaman. 

Sementara, kalau justru menimbulkan pikiran negatif, kita telah andil menimbulkan prasangka. Orang akan menduga-duga.*