Mohon tunggu...
Berita Lebah
Berita Lebah Mohon Tunggu... Kompasianer di Kompasiana.com

"Bukan hal mudah mengambil madu lebah, beruntung mereka yang belajar"

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Pengaruh Pemikiran Filsuf Ibnu Rusyd bagi Bangsa Eropa

7 Januari 2020   15:47 Diperbarui: 22 Juli 2020   22:12 1439 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengaruh Pemikiran Filsuf Ibnu Rusyd bagi Bangsa Eropa
Sumber: hekint.org

Ditulis oleh : Ahmad Ridho Fanani dan Randi

ABSTRAK

Peradaban Barat pada zaman ini memiliki kemajuan yang sangat pesat yang kita lihat sekarang. Namun perlu diketahui bahwa kemajuan peradaban Barat tidak bisa dilepaskan dari masa lalunya yaitu bersentuhannya dia pada peradaban Islam pada Abad Pertengahan. Ini dikarenakan pada Abad Pertengahan, Islam menampilkan dirinya sebagai puncak peradaban dunia. Artikel ini akan mengkaji dari berbagai literatur tentang riwayat hidup secara singkat dan pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Rusyd bagi Bangsa Eropa.

PENDAHULUAN
Ketika kita melihat sejarah lampau, bahwa filsafat Islam dengan filsafat Barat mengalami adanya saling kontak-mengkontak, atau istilahnya borrowing yaitu adanya saling meminjam filsafat satu dengan yang lainnya. Sebagai buktinya bisa dilihat ketika pada zaman keemasan Islam, Islam sangat terbuka dengan ilmu. Maka filsafat Barat pun ikut hadir dalam Dunia Islam dengan gerakan penerjemahan karya filosof-filosof Yunani Klasik ke dalam bahasa Arab.

Keinginan ini pun selaras dengan meluasnya kekuasaan Islam dan meningkatnya interaksi Umat Islam dengan bangsa yang lainnya, terutama orang-orang persia. Orang-orang persia sangatlah dibutuhkan dalam peranan wawasan keilmuan dikarenakan mereka lebih dahulu menyelami peradaban dan filsafat Yunani, sehingga bangsa Arab bisa mempelajari filsafat Yunani melalui orang-orang persia (Nur Ahmad dalam Iqbal, 2004: xiv).

Dengan berjalannya waktu, lahirlah tokoh-tokoh filsuf muslim besar seperti al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, al-Ghazali dan Ibn Rusyd. Yang mejadi sebuah ketertarikan pada tokoh-tokoh tersebut ialah mereka tidak hanya mewakili satu aliran pemikiran, tetapi beraneka ragam aliran, variasi pemikiran yang tumbuh dan berkembang di pusat pemikiran Islam. Akhirnya, perkembangan pemikiran-pemikiran ini diadopsi dan dibawa ke Barat pada abad pertengahan. Ini disebabkan karena Barat mengalami stagnasi, maka dari itu mereka mulai melirik filsafat Islam dan mempelajarinya. Salah satunya pemikiran dari Thomas Aquinas dan Imanuel Kant lebih di pengaruhi oleh pemikiran al-Ghazali. Pemikiran Bernard van Trilia dan Aegedius van Lesson lebih di pengaruhi oleh pemikiran Ibn Sina. Berbeda dengan pemikiran Ibn Rusyd. Pemikiran beliau berkembang menjadi gerakan Averroisme yang pengaruhnya ke Barat lebih berkontribusi dibandingkan filosof-filosof muslim lainnya.

Ibn Rusyd merupakan tokoh yang sangat populer dan dianggap paling berjasa dalam membuka mata wawasan keilmuan peradaban Barat (Iqbal, 2004: 4). Oleh karena itu, begitu menarik sekali untuk kita mengkaji dan mempelajari perjalanan hidup dan pemikiran filsafat beliau. Tanpa mengabaikan peran penting dari tokoh filsuf muslim yang lain. Artikel ini akan mengulas secara singkat perjalanan hidup dan pengaruh pemikiran beliau di Barat.

PEMBAHASAN
Nama lengkapnya ialah Abu al-Walid bin Muhammad Ahmad bin Muhammad bin Rusyd (Ibnu Rusyd), ia berasal dari keturunan Arab kelahiran Andalusia di kota Kordoba tahun 526 H/1198 M. Beliau lahir dan dibesarkan dalam keluarga ahli fiqh, yaitu ayahnya Ahmad atau Abu al-Qasim seorang hakim di Kordoba, begitu juga dengan kakeknya yang sangat terkenal sebagai ahli fiqh. Begitulah kelurga dari Ibn Rusyd yang terkenal dengan kealimannya dan taat dalam beragama Islam, kakek dan ayahnya penganut mazhab Maliki (Suyudono, 2008: 13).

Ibn Rusyd adalah seorang filsuf dan pemikir dari Andalus yang menulis dalam banyak bidang disiplin ilmu, termasuk filsafat, akidah atau teologi Islam, kedokteran, astronomi, fisika, fikih atau hukum Islam, dan linguistik. Guru fiqh dari Ibn Rusyd diantaranya Abu Al Aim Basykawal, Abu Marwan bin Masarrah, Abu Bakar bin Samhun, Abu Ja'far bin Abdul Aziz, Abdullah Al-Maziri, dan Abu Muhammad bin Rizq. Dalam bidang kedokteran Ibn Rusyd belajar pada Abu Ja'far Harun At Tirjali dan Abu Marwan bin Kharbul. Dalam bidang filsafat, ia belajar pada Ibnu Bajjah, yang di barat dikenal dengan Avinpace, filosof besar di Eropa sebelum Ibn Rusyd (Fitrianah, 2018: 17).

Namun sayangnya, ajaran filsafat beliau banyak ulama yang tidak suka, bahkan ada yang sampai mengkafirkan Ibn Rusyd dan memfitnah beliau bahwa Ibn Rusyd telah menyebarkan ajaran filsafat yang menyimpang dari ajaran Islam. Atas tuduhan fitnah itu, maka Ibn Rusyd diasingkan pemerintah di Lucena dan karya-karya filsafatnya dibakar dan diharamkan untuk dipelajari (Fitrianah, 2018: 17). Namun pada akhirnya beliau dibebaskan dan tuduhan itu dihilangkan oleh beberapa terkemuka dan meyakinkan khalifah al-Mansur bahwa Ibn Rusyd adalah orang yang bersih dari tuduhan itu. Akan tetapi kebebasan beliau hanya sementara dikarenakan muncul lagi tuduhan dan fitnah. Akibatnya kali ini Ibn Rusyd diasingkan ke Negeri Maghribi (Maroko). Disanalah kemudian Ibn Rusyd menghabiskan sisa-sisa umurnya hingga datang ajal menjemputnya pada tangga 19 Shafar 595 H/10 Desember 1198 M, ia wafat dengan meninggalkan banyak warisan keilmuan yang dikenal Barat dan Timur.

Semasa hidupnya pun beliau seorang yang suka hidup sederhana dan bersahaja tanpa memperdulikan tentang pakaian dan harta benda. Walaupun begitu sifatnya sangat pemurah sekalipun kepada orang-orang yang pernah memusuhi atau menghina dirinya. Demikian satu dari ciri-ciri kebaikannya, juga terkenal seorang yang sangat rendah hati terutama kepada orang-orang yang miskin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN