Mohon tunggu...
Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Mohon Tunggu... Abdi Negara

Best Storytelling Danone Blogger Academy 2018, 44 kali winners Blogcomp, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member BPJ 2016, content writer/blogger, email : mastiyan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Pasar Luar Negeri Tertarik Alutsista RI, Industri Pertahanan Mulai Bangkit

24 Desember 2019   13:10 Diperbarui: 25 Desember 2019   14:15 966 1 0 Mohon Tunggu...
Pasar Luar Negeri Tertarik Alutsista RI, Industri Pertahanan Mulai Bangkit
Deskripsi : Tank Medium Harimau buatan PT.Pindad membuat tertarik negara lain I Sumber Foto: PT.Pindad

"Jangan belanja, tapi investasi. Anggaran (pertahanan) kita akan pakai buat membangun industri alutsista," tegas Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tentang program dan kegiatan bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Beberapa negara tetangga di Asia dan Afrika dalam beberapa tahun kebelakang mengimpor alutsista RI tanda kepercayaan produk Indonesia. Kementerian Pertahanan RI pada 22 November 2018, melalui komentar Laksda TNI Agus Setyadi, Kepala Badan Sarana Pertahanan menyatakan industri pertahanan RI telah berhasil mengekspor senilai $ 284,1 juta antara tahun 2015-2018. Hasil penjualan tersebut berasal dari 4 perusahaan, yakni PT.Pindad, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT PAL dan PT Lundin.

Bila melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kendaraan tempur dan sparepart nya pada 2010 sebesar USD 60 juta. Pada 2017 nilainya melonjak jadi USD 745,18 juta atau lebih dari Rp.10 triliun.

Deskripsi : Ekspor Industri Pertahanan Indonesia Tahun 2018 I Sumber Foto: akurat.co
Deskripsi : Ekspor Industri Pertahanan Indonesia Tahun 2018 I Sumber Foto: akurat.co
Pada periode Januari-Juni 2018, nilai ekspor kendaraan tempur nasional kembali meningkat lebih dari 51 persen. Dari USD 309,54 juta menjadi USD 467,89 juta. Setidaknya ada 80 panser Anoa berbagai type buatan dalam negeri digunakan dalam misi perdamaian PBB di Asia dan Afrika. 

Sedangkan nilai ekspor kendaraan tempur dan sparepart nya di tahun 2019 adalah US$ 1,07 miliar selama Januari-September 2019, atau naik 37,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain PT. Pindad adapula PTDI telah berhasil mengekspor sebesar $ 161 juta melalui penjualan pesawat angkut CN-235 dan NC-212 dibawah lisensi dari Airbus. Sedangkan PT PAL berhasil mengekspor sebesar $ 86,9 juta atas penjualan dua unit Strategic Sealift Vessels ke Filipina. 

Ada juga PT Lundin Industry Invest, produsen kapal tempur yang mengambil basis teknologi di Swedia, sampai dengan november 2018 perseroan ini telah mengekspor 17 kapal ke Eropa. Tipe kapal yang di ekspor terdiri dari 15 kapal itu tipe pinguin, dan 2 kapal sisanya tipe G7.

Baca juga : Industri Pertahanan Indonesia 10 Tahun Mendatang, seperti apa ❓

Adapun pada Januari-September 2019, BPS mencatat ekspor senjata dan amunisi Indonesia bernilai US$ 479.500. Memang sangat kecil dibandingkan total ekspor yang mencapai US$ 124,17 miliar, tetapi ekspor senjata dan amunisi tumbuh 500,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sampai dengan bulan september 2019, negara tujuan ekspor utama senjata dan amunisi Indonesia adalah Afrika Selatan. Nilainya US$ 284.832, naik sebesar 9.319,05% dibandingkan periode yang sama pada 2018. 

Negara-negara maju juga turut berminat dan mengimpor alutsista RI yaituBelgia dan Jepang. Belgia mengimpor senjata dan amunisi dari Indonesia senilai US$ 111.889 pada Januari-September 2019. Angka tersebut naik sebesar 110,43% dari tahun sebelumnya. Sedangkan Jepang mendatangkan senjata dan amunisi dari Indonesia senilai US$ 43.253 

Pada 27 september 2019 delegasi Filipina yang dipimpin oleh Commanding General of Philippines Army, Letjen Macairog S. Alberto, AFP mengunjungi PT Pindad (Persero) dalam rangka meninjau secara langsung Medium Tank Harimau, berbagai produk lainnya serta fasilitas produksi yang dimiliki PT Pindad. 

Delegasi Filipina juga didampingi oleh Phil ippines Presidential Advisers on Military Affairs, Letjen Arthur I. Tabaquero (Retd.), Dirjen Pothan Kemhan, Bondan Tiara Sofyan, Direktur Utama, Abraham Mose, jajaran Direksi dan Komisaris Pindad.

Kedatangan delegasi negara tetangga yang berada di utara Indonesia untuk meninjau berbagai alutsista darat yang dapat digunakan militer Filipina. Patut diketahui bahwa Filipina membutuhkan alutsista guna menjaga perdamaian kawasannya. Berbagai aksi separatis masih terjadi di selatan negeri kepulauan ini.

Sepanjang Januari-September 2019, ekspor kendaraan tempur dan sparepart nya bernilai US$ 495,97 juta. Nilai ekspor Filipina Naik 37,02% dibandingkan periode yang sama pada 2018.

Negara tetangga lain sesama negara Asia Tenggara yang juga mengimpor dari Indonesia yaitu Vietnam. Negara yang memiliki geografis darat mirip Indonesia ini mengimpor kendaraan tempur dan sparepart nya senilai US$ 234,79 juta pada Januari s/d September 2019. Angka ini naik 88,07% dibandingkan Januari-September 2018.

Ada juga Thailand menjadi negara asia tenggara yang menjadi tujuan ekspor utama kendaraan tempur dan sparepart nya. Pada Januari-September 2019, ekspor kendaraan tempur dan sparepart nya ke negara yang berjuluk Negeri Gajah Putih bernilai US$ 100,36 juta.

_

Alustsista RI Diminati, Industri Pertahanan Bersiap Diri

Dalam rapat terbatas tentang program dan kegiatan bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10/2019), Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan penggunaan anggaran pertahanan lebih ditujukan untuk membangun industri alat utama sistem senjata (alutsista). Hal tersebut merupakan upaya pemerintah sebagai investasi di bidang pertahanan yang bertujuan memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri dan ekspor.

Deskripsi : Ranpur dalam negeri yang dimintai negara lain I Sumber Foto: Pindad
Deskripsi : Ranpur dalam negeri yang dimintai negara lain I Sumber Foto: Pindad
Investasi berupa alutsista nyatanya bila melihat dari berbagai data mampu meningkatkan nilai ekspor kendaraan tempur buatan dalam negeri. Nilai ekspor alutsista menujukkan Kendaraan tempur Indonesia diminati negara-negara lain. 

Adapun alutsista yang bisa digenjot produksinya dan diminati oleh negara lain yaitu ; amunisi kaliber 5,56 milimeter & 9 milimeter, senapan runduk, senapan SS2 V4, Pistol Mag4 Pistol G2 , ranpur Komodo, ranpur Anoa, Panser 8x8, panser Badak 6x6, Medium Tank Harimau, mobil ILSV Armored Vichicle dan ILSV VVIP, jaket atau rompi militer, helm anti peluru, CN 235, NC-212, Helicopter Super Puma, kapal angkut personel / ranpur,  kapal tipe pinguin, kapal  tipe G7, dan Strategic Sealift Vessels.

Dari alutsista unggulan yang dapat di ekspor oleh industri pertahanan Indonesia kedepan salah-satunya Tank Medium Harimau. Mengutip dari portal resmi Komite Kebijakan Indistrusi Pertahanan (http://www.kkip.go.id). Medium tank merupakan hasil rancangan Pindad bersama FNSS Turki yang dalam waktu dekat akan di produksi massal.

Tank Medium Harimau ini memiliki bobot tempur 32 ton, daya engine 711 HP dilengkapi transmisi otomatis, kecepatan maksimal 70 km/jam. Tank Medium ini dilengkapi sistem proteksi 4569 Level 5  untuk standar NATO. 

Medium tank ini mampu menampung tiga orang kru yang terdiri dari komandan, penembak, dan pengemudi, serta memiliki senjata utama turret kaliber 105 mm yang memiliki daya hancur besar. Tank yang mampu bergerak dengan kecepatan 70 km/jam sangat cocok  sebagai tank tempur kelas menengah yang didesain khusus untuk daerah tropis dengan bobot  lebih ringan dari kelas Main Battle Tank. 

Tentunya tank berbobot ringan akan sangat cocok bagi calon pembeli di kawasan Asia, Afrika, Amerika yang beriklim tropis. Untuk memulai Asia Tenggara dan Asia Selatan bisa menjadi sasaran utama penjualan Tank Medium Harimau. 

Deskripsi : Anggaran kemenhan mencapai Rp.131,2 triliun menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan Kementerian lain I Sumber Foto: Databoks
Deskripsi : Anggaran kemenhan mencapai Rp.131,2 triliun menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan Kementerian lain I Sumber Foto: Databoks
Bila melihat anggaran pemerintah, Kementerian Pertahanan selalu mendapat porsi terbesar dalam APBN. Jumlah anggaran di Kementerian Pertahanan tahun depan (2020) mencapai Rp 131,2 triliun atau naik Rp 21,6 triliun dibanding tahun 2019. Jumlah anggaran di Kementerian Pertahanan tahun 2020 yang tertinggi dibandingkan kementerian lainnya.

Dengan anggaran sebesar Rp 131,2 triliun sesuai pesan Presiden RI agar dapat dilakukan investasi di industri pertahanan yang berorientasi mengekspor alutsista. Sebagian dana tersebut dapat digunakan Kemenhan dalam memberikan bantuan regulasi, kemudahan birokrasi, pendanaan investasi untuk tujuan ekspor karena pasar luar negeri tertarik alutsista RI.

________________________
Salam hangat Blogger Udik dari Cikeas - Andri Mastiyanto

Web [DISINI] , Blog [DISINI] , Twitter [DISINI] , Instagram [DISINI] Email : mastiyan@gmail.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN