Mohon tunggu...
Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Mohon Tunggu... Abdi Negara

Best Storytelling Danone Blogger Academi 2018, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member BPJ 2016, content writer/blogger.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

"Care Center" BPJS Tidak Hanya Layanan Pengaduan Peserta BPJS

17 Februari 2018   10:27 Diperbarui: 17 Februari 2018   15:42 0 4 6 Mohon Tunggu...
"Care Center" BPJS Tidak Hanya Layanan Pengaduan Peserta BPJS
Deskripsi : BPJS Kesehatan Care Center 1500400 I Sumber Foto : Mobile JKN

Mendaftar atau melakukan tindakan administratif dikantor layanan publik acapkali ngeselin. Itu yang daku rasakan yang berujung untuk mendapatkan beberapa layanan publik menggunakan biro jasa. Bagaimana tidak, apabila kita datang dan melalui prosesnya akan mengambil waktu dan mengganggu kegiatan kita yang lain, seperti ; berkerja, berdagang, bersama keluarga, dll.

Deskripsi : Fahmi Idris, Dirut BPJS Kesehatan I Sumber Foto : Andri M
Deskripsi : Fahmi Idris, Dirut BPJS Kesehatan I Sumber Foto : Andri M
Salah-satu layanan publik dimana saat ini digunakan oleh banyak masyarakat yaitu JKN-KIS Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Fahmi Idris sebagai Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengungkapkan "sekitar 72,9 persen dari jumlah penduduk Indonesia telah terdaftar dalam kepersertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ditahun 2017". ungkapnya dalam sebuah kegiatan Public Expose, di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Selasa, 2 Januari 2018.

Bisa dibayangin guy's, BPJS Kesehatan setelah 4 (empat) tahun implementasi Program JKN-KIS per 31 desember 2017 jumlah peserta mencapai 187.9 juta jiwa. Banyak sekali peserta asuransi kesehatan plat merah ini. Apabila sepuluh persen saja peserta BPJS melakukan pengaduan menuju kantor-kantor BPJS akan seperti apa antriannya. Bisa dibayangkan antrian yang begitu panjang kayak ngantri sembako gratis, daku pun pernah merasakannya.

Dalam hal memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan 21.763 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Dokter Praktek Perorangan, Klinik Pratama, RS Kelas D dan Dokter Gigi), 2.292 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit dan Klinik Utama), serta 2.937 fasilitas kesehatan penunjang seperti apotek dan optik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Nah guys, bukan kebetulan daku mendapatkan informasi layanan BPJS dimana bisa berkesempatan ngopi bareng BPJS kesehatan pada hari rabu, 14 february 2018 disalah-satu resto dibilangan Jakarta Selatan. Langsung mikirnya "wah bisa buat bahan di blog untuk informasi ke khalayak ramai". Tau sendiri saat ini banyak beredar di dunia maya artikel hoax, bagi yang belum tau bahwa 41 % artikel kesehatan terindikasi Hoax. Jangan sampai pada sesat informasi. Sebagai penyuluh Kesehatan Masyarakat saatnya bertindak.....cia...ellaahhh...prikitew..

Deskripsi : Kepala Humas BPJS Kesehatan I Sumber Foto : Andri M
Deskripsi : Kepala Humas BPJS Kesehatan I Sumber Foto : Andri M
Selain datang untuk menelan informasi, ada yang ingin juga daku tanyakan kepada pihak BPJS menyangkut perpindahan faskes tingkat 1. Banyak tetangga di sekitar rumah daku di Cikeas Udik terdaftar di lokasi faskes pada domisili sebelumnya dan berstatus Penerima Bantuan Iuran (PBI). Pada saat tiba daku pun bertemu dengan mas Nopi Hidayat (Kepala Humas BPJS Kesehatan) dan menanyakan perihal tersebut, dia menjawab "Mas Andri sudah punya aplikasi Mobile JKN ??? , download di apps store dan silahkan dicoba. Di acara ini juga ada penjelasan menyangkut layanan BPJS Kesehatan Care Center 1500400 oleh narasumber" ucapnya di depan daku.

Ngopi Bareng BPJS Kesehatan

Bagi sebuah brand besar dalam pelayanan asuransi kesehatan sangatlah penting bergaul dengan para netizen, blogger dan media. Apalagi saat ini BPJS Kesehatan sebagai badan usaha milik pemerintah yang harus mengikuti arah kebijakan dan strategi nasional terkait Rencana Pogram JKN-KIS yang menargetkan tercapainya Universal Health Coverage (UHC) pada 2019 yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Untuk itu daku tau kenapa BUMN plat merah ini gencar melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan termasuk para penggiat dunia maya. Kegiatan ngopi bareng BPJS Kesehatan ini bertujuan mendekatkan para penggiat dunia maya kepada BPJS Kesehatan dan membantu mensosialisasikan program dan layanan BPJS Kesehatan ke masyarakat luas.

Kalau daku bilang hang out / kongkow /nongkrong bareng BPJS Kesehatan sih, klo dibilang ngopi, nyeruput juga nggak...he..he....mungkin biar pake sesuatu yang hits dimana sekarang banyak kafe penjaja minuman berbahan dasar kopi. Sebagai pemberi informasi dan sharing di kegiatan ini ibu Upik Handayani-Asisten Deputi Bidang Pengendali Mutu Pelayanan BPJS Kesehatan, bang Charles Bonar Sirait-Public Figure, dan mas Iwan Setiawan- penulis & digital media strategic serta dipandu oleh mbak Sri Wahyuningsih dari Humas BPJS Kesehatan.

Deskripsi : Upik Handayani (Berbaju Coklat Susu)-Asisten Deputi Bidang Pengendali Mutu Pelayanan BPJS Kesehatan & Sri Wahyuningsih (Berbaju Merah), Humas BPJS Kesehatan yang memandu acara Ngopi Bareng BPJS Kesehatan I Sumber Foto : Andri M
Deskripsi : Upik Handayani (Berbaju Coklat Susu)-Asisten Deputi Bidang Pengendali Mutu Pelayanan BPJS Kesehatan & Sri Wahyuningsih (Berbaju Merah), Humas BPJS Kesehatan yang memandu acara Ngopi Bareng BPJS Kesehatan I Sumber Foto : Andri M
Sri Wahyuningsih dengan panggilan ichi menyampaikan di awal sessi penyampaian informasi "Untuk meningkatkan kepuasan dan memberi kemudahan pelayanan kepada peserta kami selalu berusaha menciptakan inovasi-inovasi dan memanfaatkan teknologi yang saat ini sangat pesat. Salah-satunya dengan 1500400 dengan sebutan BPJS Kesehatan care center 1500400. Layanan ini bukanlah hotline service atau call center tetapi lebih dari itu. Didalamnya tersedia beberapa fitur yang dapat membantu peserta " ungkapnya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x