Mohon tunggu...
Rahmi Syafina
Rahmi Syafina Mohon Tunggu... Aktivis

Tamatasn S1 Universitas Negeri Medan

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Kecemasan Berbahaya? Kok Bisa?

20 September 2020   18:29 Diperbarui: 20 September 2020   18:38 29 5 1 Mohon Tunggu...

Tulisan kali ini Aku ingin membahas yang sering dirasakan kebanyakan orang yaitu “kecemasan”. Kecemasan atau sering disebut Anxiety merupakan perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi. 

Seperti yang diungkapkan Steven Schwartz bahwa  “Anxiety is similar to fear but with a less specific focus. Whereas fear is usually a response to some immediate threat, anxiety is characterized by apprehension about unpredictable dangers that lie in the future”. Jadi menurut Steven bahwa kecemasan itu sama dengan rasa takut yang membedakan keduanya hanya terlihat pada waktu berlangsung keadaannya; jika takut itu merupakan respon terhadap sesuatau yang sedang berlangsung, dan sebaliknya kecemasan respon terhadap hal yang akan datang dan tak terduga.

Kita sering menghadapi kecemasan, pasti di setiap harinya kita merasakan kecemasan akan sesuatu, lebih parahnya ketika kita merasakan sebuah kecemasan pada diri kita, kita akan merasakan reaksi  yang bergetar, berkeringat, jantung yang berdebar keras dan merasakan lemas.

Kecemasan merupakan hal yang normal dalam kehidupan tetapi kecemasan bisa menjadi sebuah masalah yang besar jika hal itu mulai mengganggu kehidupan sehari-hari dan dalam waktu yang lama. Nahhh, disinilah terjadinya sebuah kecemasan yang menjadi berbahaya. Dengan keadaan Anxiety ini membuat kamu memikirikan sebuah scenario yang paling buruk akan terjadi kepada kamu. Pikiran ini yang akan mempengaruhi kehidupanmu dan bisa menggangu hidupmu. Pikiran negative yang sering saja muncul disetiap situasi. Mengakibatkan keadaan diri menjadi tidak sehat dikarenakan akibat dari adanya pikiran buruk itu semua aktivitas yang kita jalankan akan terhenti.

Jika hal tersebut terus terjadi maka akan terjadi sebuah Gangguan kecemasan, yang mana gangguan kecemasan ini adalah salah satu gangguan mental.

Dadang Hawari mengemukakan gejala kecemasan diantaranya.

  • Cemas, khawatir, tidak tenang, ragu dan bimbang
  • Memandang masa depan dengan rasa was-was (khawatir)
  • Kurang percaya diri, gugup apabila tampil di muka umum (demam panggung)
  • Sering merasa tidak bersalah, menyalahkan orang lain
  • Tidak mudah mengalah, suka ngotot
  • Gerakan sering serba salah, tidak tenang bila duduk, gelisah
  • Sering mengeluh ini dan itu (keluhan-keluhan somatik), khawatir berlebihan terhadap penyakit
  • Mudah tersinggung, suka membesar-besarkan masalah yang kecil (dramatisasi)
  • Dalam mengambil keputusan sering diliputi rasa bimbang dan ragu
  •  Bila mengemukakan sesuatu atau bertanya seringkali diulang-ulang
  •  Kalau sedang emosi sering kali bertindak histeris

Gimanaa??? Apakah kalian pernah merasakan hal tersebut? ingat! Kita harus lebih menjaga dan memperhatikan kesehatan mental kita. you don't have to control your thought, you just have to stop letting them control you. - Dan Millman

Cara menangani Anxiety (Kecemasan)

  • Lakukan aktivitas bbaru untuk menghindari kecemasan yang telah kamu rasakan. Seperti Memasak, menulis, menyanyi dan olahraga
  • Bijaklah menggunakan sosial media, kamu sudah seharusnya mengkontrol penggunaan sosial media. Membuat batasan-batasan waktu penggunaan gawai dan jadwal penggunaannya.
  • Cukup pintar untuk mengetahui kapan Anda membutuhkan bantuan.

Remember, asking for help only reveals strength, not weakness  😊

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x