Mohon tunggu...
Rahma Roshadi
Rahma Roshadi Mohon Tunggu... Penulis - Freelancer Bahagia

Penikmat tulisan dan wangi buku

Selanjutnya

Tutup

Financial

Fractional Reserve Banking

11 April 2019   10:10 Diperbarui: 11 April 2019   10:13 1743
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Finansial. Sumber ilustrasi: PEXELS/Stevepb

Inilah sebuah sistem bernama Fractional Reserve. Bank, memiliki angka prosentase tertentu terhadap angka deposit (simpanan), yang boleh dipinjamkan.

Sebuah ilustrasi akan saya gambarkan,

Seorang bernama A, memiliki uang 10 Miliar yang disimpan di bank BRB. Oleh bank BRB, simpanan 1000 tersebut, hanya boleh digunakan untuk pemberian kredit sebesar 90%.

Seorang debitur B, kemudian datang ke bank BRB, meminjam dana sebesar 9 Miliar. Sebagai seorang pengusaha, rasanya tidak mungkin dana sebesar 9 Miliar dibawa pulang untuk disimpan di bawah kasur. B akan menyimpannya (walaupun sebagian) di bank BRB sebagai tabungan, atau bahkan membawanya keluar dan menyimpannya sebagai tabungan di bank BCD.

Sebagai penerima tabungan, bank BCD juga menjadi berhak untuk menyalurkan 90% dari uang 9 Miliar tadi berupa pinjaman kepada C, sehingga C akan menerima kredit sebesar 8,1 Miliar dari bank BCD.

Dari contoh yang saya berikan, hanya terdiri atas 2 bank dan 3 orang nasabah, kita bisa menghitung bahwa, dengan uang 10 Miliar, akan tercipta 17,1 Miliar kredit.

Ridiculous money creation!

Pertanyaannya:

1.      Apakah kredit 17, 1 Miiar tersebut, semuanya harus dibuat cetakan uang kertasnya?

2.      Bagaimana efek terhadap nasabah A, jika yang colaps adalah debitur C dari bank BCD?

Dan dengan kelolaan sistem inilah, uang-uang bertebaran jutaan, milyaran, bahkan triliunan dalam bentuk kredit, walaupun tidak ada bentuk fisiknya. Tercetak banyak dalam saldo namun sebenarnya hanya udara hampa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun