Mohon tunggu...
Rahma Tia Melani
Rahma Tia Melani Mohon Tunggu... Mahasiswa universitas pamulang

Mahasiswa universitas pamulang

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Tahapan Belajar Menurut Usia

14 Juni 2021   20:01 Diperbarui: 14 Juni 2021   20:27 45 1 0 Mohon Tunggu...

Oleh : Rahma Tia Melani

Semester : VI (Enam)

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Universitas Pamulang

Sebagai mana yang kita ketahui bahwa belajar itu tidak mengenal ruang dan waktu. Terlepas dari hal tersebut, perkembangan manusia dalam belajar kemudian memiliki tingkat kemampuan masing-masing. Anak yang masih berusia 2 tahun tentu akan memiliki perkembangan yang berbeda dengan anak yang sudah berusia 10 tahun atau mungkin dengan orang dewasa. 

Sebelum membahas lebih mendalam mengenai perkembangan manusia dalam belajar, maka berikut ini akan di sebutkan tingkat perkembangan manusia dalam mengikuti perkembangan pendidikan menurut usia:

1. Masa anak-anak dan remaja dimulai sejak lahir sampai dengan usia 20 tahun. Transisi awal anak pada usia 3 tahun.

2. Masadewasa dimulai dari usia 17 hungga 45 tahun. Transisi awal dari 17 hingga 22 tahun, memasuki usia dewasa pada usia 22 hingga 28 ahun, usia 30 tahun merupakan transisi antara 28 hingga 33 tahun, dan menetap berapa pada usia 33 hungga 40 tahun.

3. Masa dewasa tengah antara usia 40 hingga 65 tahun. Transisi setengah baya antara usia 40 hingga 45 tahun,memasuki usia tengah dewasa antara 45 hingga 50 tahun, usia 50 tahun merupakan transisi 50 hingga 55 tahun, dan puncak dewasa tengah berada usia 55 hingga 60 tahun.

4. Masa dewasa akhir / akhir dewasa berada di usia 60 tahun.
Akhir dewasa berada pada transisi 60 hingga 65 tahun.

Ada delapan tahapan perkembangan manusia dalam menjalani proses belajar:
1. Fase bayi yang dimulai sejak lahir hingga 18 bulan. Perkembangan ego dalam usia semacam ini adalah antara percaya dan tidak percaya. Dasar yang menjadi kekuatan bayi adalah menggunakan dorongan dan harapan. Umumnya, masa bayi di manakan oral sensory stage yang ditandai dengan kebiasaan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut. Oleh karenanya, bayi pada usia ini membutuhkan kekuatan ibu dan orang sekitar untuk menumbuhkan keparcayaan pada anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN