Ganendra
Ganendra Jakarta Worker

demen melekan - suka ngeVlog

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

GO-FOOD Datang, UMKM Senang, Kuliner Tradisional pun Terhidang

3 Juni 2018   19:31 Diperbarui: 3 Juni 2018   22:42 1243 4 3
GO-FOOD Datang, UMKM Senang, Kuliner Tradisional pun Terhidang
GO-FOOD datang, Ayam Parape pun datang. (Foto Ganendra)

Bisa menikmati kuliner tradisional khas daerah seperti Bebek Kepahiang Bengkulu dan Ayam Parape Daeng Pa'ja, Makasar untuk kali pertamanya itu beruntung banget. Soalnya aku suka 'berpetualang rasa' mencicipi kuliner khas tradisional. Bebek Kepahiang Bengkulu dan Ayam Parape Daeng Pa'ja adalah booth Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menggeliat diantara jenis usaha kuliner lainnya yang makin beragam. Dua kuliner yang digandeng GO-FOOD dan bertahan eksistensinya, menggelar lapak di booth area GO-FOOD Festival Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta Pusat sejak 5 Mei 2018 silam.

Bebek Kepahiang itu kuliner khas Bengkulu. Menggunakan olahan bebek dengan bumbu sekilas mirip rendang. Tidak pedas namun tersedia sambal pilihan. Aku menikmati kali pertama saat aku datang di booth BKB (Bebek Kepahiang Babase) area GO-FOOD Festival GBK, Jakarta Pusat bertepatan dengan pembukaan area kuliner di pintu timur Senayan itu pada Sabtu, 5 Mei 2018 silam.  

Booth Bebek Kepahiang Babase di Festival Kuliner GBK Jakarta. (Foto Ganendra)
Booth Bebek Kepahiang Babase di Festival Kuliner GBK Jakarta. (Foto Ganendra)
Ayam Parape di Festival Kuliner GBK yang kubeli dan kuposting di IG @bozzmadyang. (SS Ganendra)
Ayam Parape di Festival Kuliner GBK yang kubeli dan kuposting di IG @bozzmadyang. (SS Ganendra)
Dengan harga Rp. 33.000, eh dapet potongan cashback 10% karena melakukan transaksi menggunakan pembayaran dengan Go-Pay. Lumayan kan?  Udah getu aku bisa menikmati kuliner khas Bengkulu itu tanpa perlu menyeberang ke pulau Sumatra hehee.

Begitu pula saat menikmati Ayam Parape Daeng Pa'ja, Makasar di area yang sama. Kuliner khas Makasar yang juga kali pertama kunikmati. Olahan rumahan ayam dengan bumbu (parape) yang populer di tanah Makasar.

Nah ibu yang jualan dengan anaknya keturunan Daeng Pa'ja ini cukup ramah, malah menjelaskan kisah Ayam Parape ini yang katanya sebenarnya olahan utamanya dari ikan. Hingga perkembangannya juga digunakan daging ayam. Tonton video Ayam Parape bikinanku  di bawah ini. 


Mencicipi rasanya bumbunya kuat terasa asam-asam getu. Iya asam karena memang berbumbu bawang merah, lada, asem dan lain-lain. Agak unik di lidah 'Jawaku'. Sama halnya Bebek Kepahiang, dapet potongan cashback 10% juga karena melakukan transaksi menggunakan pembayaran dengan Go-Pay. 

Beli Bebek Kepahiyang, Ayam Parape dan minuman Sosro dapet potongan cashback 10% karena melakukan transaksi menggunakan pembayaran dengan Go-Pay. (SS Ganendra)
Beli Bebek Kepahiyang, Ayam Parape dan minuman Sosro dapet potongan cashback 10% karena melakukan transaksi menggunakan pembayaran dengan Go-Pay. (SS Ganendra)
Senang rasanya ketemu kuliner tradisional khas daerah, Bebek Kepahiang Bengkulu dan Ayam Parape Daeng Pa'ja, Makasar di area GO-FOOD Festival GBK itu. 

Dua booth kuliner Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), merchant outlet GO-FOOD dan rekan usaha GO-PAY  yang kali pertama kucicipin yang 'mangkal' di ajang rangkaian Hari Kuliner Nasional (HARKULNAS) GO-FOOD yang digelar selama 9 hari, 5-13 Mei 2018. Namun selepas ajang HARKULNAS, GO-FOOD Festival di GBK  masih ada selama setahun penuh.   

Praktisnya Urusan Makan Dengan GO-FOOD

Bebek Kepahiang Bengkulu dan Ayam Parape Daeng Pa'ja, Makasar, kedua kuliner khas itu menurutku unik. Biasanya yang unik-unik itu bikin kangen untuk menikmatinya lagi. Kangen dengan citarasa bumbunya, kangen dengan model olahan yang berbeda.

Tapi aku gak khawatir soalnya untuk selanjutnya jika aku ingin menikmati lagi, aku cukup menggunakan jasa layanan pesan-antar GO-FOOD di aplikasi GO-JEK. Pastinya ada saldo di GO-PAY Tinggal tap, tap, tap... mudah dan praktis tanpa perlu menempuh 8 km-an, melawan kemacetan di area jalan utama Gatot Subroto menuju GBK, Senayan, kalau dari kediamanku di Grogol.  Biarlah yang bermacet-macet ria abang GO-JEK, yang tulus ikhlas melakukannya hehee.

Nah satu lagi makanan khas kampungku Bakso Wonogiri. Siapa siih yang tak kenal bakso Wonogiri? Asal sebut kuliner Wonogiri, pasti yang teringat ... bakso! Ada satu UMKM gerobakan Bakso Wonogiri Andika, yang berjualan di dekat Stasiun Cikini, Jakarta.  Bakso gerobak pinggir jalan ini ternyata memiliki pelanggan. Aku sempat mampir, tak sengaja saat mau menghadiri acara di kawasan itu sebelum bulan Ramadan tahun ini.

Iseng-iseng makan di kaki lima. Ehh ada gerobak bakso bertuliskan Bakso Wonogiri yang juga salah satu merchant GO-FOOD. Penjualnya ternyata punya saudara di kampungku, yang aku tahu orangnya. Weleh, dunia sempit yaa hehee. Soal rasa baksonya?

"Kayaknya enak nih om.. sampe bs di gofood tin hehee," komentar Kompasianer Listhia Rahman di postingan facebookku.

Ini di facebook Bakso Wonogiri Andika. (FB Rahab Ganendra)
Ini di facebook Bakso Wonogiri Andika. (FB Rahab Ganendra)
Ya, enak pastinya. Jadi sewaktu lain hari pengen bakso khas Wonogiri ini, kupakailah layanan GO-FOOD, meski tambah ongkos layanan, ya gak papa. Pan udah dapet praktisnya, ga perlu jauh-jauh ke Cikini yang jaraknya 9 km-an. Iya toh?

Bolehlah sebagai ongkos kemudahan layan antar hehe. Ehh kemudahan GO-FOOD terasa juga di bulan Ramadan. Bukan hanya untuk kebutuhan berbuka puasa namun merchan-merchan outlet GO-FOOD tak sedikit yang buka hingga waktu sahur, pukul 03.00 -- 04.00 wib. Kalau ini belum pernah, pengen coba seeh.  

UMKM Kuliner Tradisional dan GO-FOOD

Bebek Kepahiang Bengkulu, Ayam Parape Daeng Pa'ja, Makasar dan Bakso Wonogiri Andika adalah UMKM kuliner yang merasakan efek positif bergabung dengan GO-FOOD.

Berbincang-bincang dengan Pakde Bakso Andika saat menikmatinya sebelum Ramadan tiba, dia mengaku penjualan lumayan meningkat dengan join di layanan GO-FOOD. Peningkatan penjualan yang sama dialami pula Bebek Kepahiang Bengkulu dan Ayam Parape Daeng Pa'ja, Makasar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2