Mohon tunggu...
Ragile (Agil)
Ragile (Agil) Mohon Tunggu... Administrasi - seorang ayah yang kutu buku dan pecinta damai antar ras, agama, dan keyakinan

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis" (Ragile 2009). Pendiri #PlanetKenthir. Pro #Gusdurian. Lahir: 1960. Kuliah Sastra Inggris. Gawe Software Komputer ; Keuangan. Nama: Agil Abdullah Albatati (Engkong Ragile). FB: Agil Abd Albatati. Twitter: @KongRagile. Alamat: Kemang Jakarta Selatan

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Tak Selamanya Jomblo Itu Kelabu

11 Juni 2016   03:38 Diperbarui: 11 Juni 2016   04:11 476
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

JIKA Bram Manusama begitu syahdu melantunkan bait "tak selamanya mendung itu kelabu", mestinya kamu-kamu yang jomblo tak boleh kalah syahdu melantukan bait tandingan  " tak selamanya jomblo itu kelabu". Bagaimana? Lho tapi apa hubungannya mendung dengan jomblo? Ada dooong! Mendung di langit dengan jomblo di bumi itu sama-sama tabir sepenggal nasib.Nggak percaya? Beri saya kesempatan bicara di sini. Oke?

&&&

[caption caption="Bram dan Dianne - dok musika studio"][/caption]

&&&

MENDUNG:

Mari sejenak menengok cerita lama jaman 1970an. Adalah musisi muda berbakat, Bram Manusama, melejit namanya di panggung musik Nusantara. Ketika itu tahun 1979, ia sukses berkat sebuah lagu berjudul Kidung. Bram nyanyi bareng kekasih bule Australia bernama Dianne.

"Tak selamanya mendung itu kelabu" itu bait pertama tembang Kidung yang digandrungi muda-mudi angkatan bintang film Rano Karno dan Yesi Gusman. Buat kamu-kamu seumuran 25 tahun sok atuh tanya orang tua kalian. Dijamin mereka mesem-mesem bila memorynya  melayang mundur 35 tahun yang silam.

Setelah sukses dengan Kidungnya, Bram dan Dianne menempuh hidup baru di Australia sebagai suami-istri.

Sekali lagi apa hubungannya dengan jomblo? Itu tadi... tak selamanya mendung itu kelabu...jomblo itu ibarat mendung. Ketika Tabir jodoh diselimuti awan kelabu, ndilalah Usahe gagal melulu. Naksir si Baju Merah, eh sudah married. Naksir Baju Ijo, eh keduluan temen. Nyamperin Baju Biru, eh bertepuk sebelah tangan. Dijodohin sama Baju Kuning kirain sih serius mau jadian, eh dianya cuma ngajak gabung Partai Golkar. Hihihi... Sialan! 

Tapi namanya mendung pasti ada masa awal dan ada masa akhir. Begitu berakhir, jrenggg, segalanya jadi terang. Bahkan saking terangnya seakan segalanya jadi mudah. Namanya hoki, apa apa jadi mudah.

Contoh... Naksir sama jomblo, sebentaran kenal langsung lengket. Iseng-iseng godain pacar temen, eh dianya siap-siap mutusin pacar lama . Bahkan saking hokinya, lagi kebelet pipis di WC Umum, eh ketemu calon kekasih yang oke punya! Mungkin kalo iseng godain suami/istri orang, bisa jadi ketiban sukses, hehehe  (tapi jangan coba-coba ya).

&&&

HOKI:

 Suka tidak suka, jodoh terkait dengan hoki. Siapapun Anda, dapet pasangan terbaik pas hoki lagi bagus. Sebaliknya bila apes malah ketiban jodoh yang berbuntut penyiksaan. Jika Anda orang beriman tentu mengernyitkan dahi, " Lah peran Tuhan di mana?" 

Sebagai orang beriman, saya percaya bahwa tuhan membagi-bagi hoki kepada setiap mahluk. Kadang naik kadang turun. Kadang hoki cemerlang, kadang suram. Tugas kita adalah mengamalkan ilmu, pas hoki bagus silakan cari jodoh sendiri. Pas lagi apes melulu, jangan gagah-gagahan cari sendiri. Bagusan minjem tangan sodara atau sahabat yang sedang hoki buat cariin jodoh.

Ingat, Tuhan kasih petunjuk melalui tangan mahluk lain. Tapi kalo kamu-kamu yakin Tuhan selalu membimbingmu secara ekslusive ya silakan jalani aja. Paling kalo nyungsep melulu mulai deh pakai jurus pelipur lara: "sedang banyak cobaan" wkwkwk... aslinya sih keminter merasa diri insan kesayangan Tuhan.

&&&

SANTAI:

Tataplah mendung di langit. Makin gelap dan makin pekat , makin dekat turunnya hujan lebat. Hujan adalah berkah penyiram air kehidupan. Di dalamnya hoki dan keberuntungan mengalir deras ke pangkuan mahluk yang paham gimana memilah mata air dengan air mata.

Begitu pula dengan status jomblo. Makin hebat derita kesepian, makin dahsyat nestapa hidup sendirian, makin dekat kedatangan pasangan. Ibarat bisul sialan yang cekat-cekot menusuk tulang, begitu meletus "Duarrrr", rasanya plong. Seketika, suasana berubah. Nasib berubah. Bila diri ini beruntung, jangan kaget, ujug-ujug ketemu jodoh dengan cara yang tak disangka-sangka.

Makanya nggak usah ribet and ribut ketiban posisi jomblo. Santai aja. Soalnya buat apa maksa-maksa ketemu jodoh bila ujung-ujungnya berbuah penyiksaan? Lebih baik "alon alon asal kelakon" dapet jodoh tapi  berbuah manis dan harmonis, daripada "kesusu" cari jodoh, ntar apes-apesnya jatuh ke pelukan "teroris". Penyiksaan deh. Mau lanjut tapi runyam, mau putus tapi terlanjur ruwet!

"Tak selamanya jomblo itu kelabu", yuk nyanyikanlah dengan syahdu!

****

Posted by Ragile,

Kemang Jakarta Selatan, 11-06-2016

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun