Mohon tunggu...
Ragile (Agil)
Ragile (Agil) Mohon Tunggu... seorang ayah yang kutu buku dan pecinta damai antar ras, agama, dan keyakinan

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis" (Ragile 2009). Pendiri #PlanetKenthir. Pro #Gusdurian. Lahir: 1960. Kuliah Sastra Inggris. Gawe Software Komputer & Keuangan. Nama: Agil Abdullah Albatati (Engkong Ragile). FB: Agil Abd Albatati. Twitter: @KongRagile. Alamat: Kemang Jakarta Selatan & Tegal Jawa Tengah.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

4 Mitos Ngawur Tentang Rambut Gondrong

8 Desember 2010   00:55 Diperbarui: 26 Juni 2015   10:55 1523 11 25 Mohon Tunggu...
Lihat foto
4 Mitos Ngawur Tentang Rambut Gondrong
12901817451617527418

[caption id="attachment_3062" align="aligncenter" width="147" caption="(funnychix.com)"][/caption] Kenapa sih pria berambut panjang sering dianggap tersangka keburukan? Dan sejak kapan dipandang miring dan negatif? Ini terasa betul bila di ruang publik dalam acara resmi. Mulai kapan penilaian itu dimulai saya tidak tahu persis. Yang jelas pria berambut gondrong hanya dianggap "sehat dan wajar" untuk kalangan terbatas. Nampaknya budaya kelimis tanpa kumis dan jenggot turut berperan serta untuk meminggirkan rambut gondrong. Nyaris pasti sejak alat cukur dan tukang cukur menemukan tempat untuk buka bisnis barber shop, istilah kerennya, di dalam dunia yang direken modern dan beradab. Adab siapa dan menurut siapa, nah itu dia pertanyaanya. [caption id="attachment_73744" align="aligncenter" width="300" caption="Ikang Fawzi"][/caption] Dua foto di atas sengaja saya tampilkan untuk sekedar contoh. Foto pertama, hahaha, kocak pastinya si pria pedalaman Afrika dengan koteka seksi. Memaksa kaum hawa mesem mesem melihatnya. Rambutnya full panjang tak pernah dipangkas. Foto kedua adalah rocker dan politisi Ikang Fawzi dengan rambut gondrong sedang sedang saja. Ganteng 'kan? Nah kedua pria ini happy dengan rambut panjangnya, tidak melanggar hukum dan etika apapun. Terus apa salahnya ya di kehidupan sehari hari sepertinya pria dihalangi berambut gondrong? Kata orang kayak perempuan. Sementara perempuan rame rame memendekan rambut. Lho, Siapa yang kenthir? Ironisnya di sini: hukum tidak tertulis mengatakan bahwa pejabat, pegawai, penyebar agama mengharamkan pria berambut gondrong. Tapi nggak apa apa perempuan berambut pendek. Jadilah trend model dan gaya hidup menyusupkan peran sebagai hakim moral. Dan hebatnya mampu melipat sejarah. Nanti kita buktikan. Buat intermezzo Bung Karno pernah berkata "JAS MERAH" artinya jangan sekali kali lupa sejarah. Engkong pun nggak mau kalah berkata "JAS HUJAN" artinya jangan sekali kali lupa jajan. "JAS KOTOR" jangan sekali kali lupa koruptor. "JAS ERWIN" jangan sekali kali lupa kawin. Ehm. Kembali ke rambut Berikut ini saya coba inventarisir MITOS NGAWAUR tentang rambut gondrong:- 1) Rambut gondrong bertentangan dengan kepribadian yang baik khusunya untuk pemuka dan pendakwah agama. Ngawuuuurrrr! Apa lupa Nabi Muhammad dan Yesus berambut panjang sampai bahu? Dari dulu pria berambut panjang, bukan? Jadi para nabi seperti perempuan dong....?! 2) Rambut gondrong menunjukan sifat malas dan tidak rapi. Ngawuuur...! Kalau begitu bagaimana dengan perempuan rambut panjang? 3) Rambut gondrong ketinggalan jaman. Ngawuuur...! Bukan cara berpikir kita yang ketinggalan? 4) Rambut gondrong khas seniman, preman dan urakan. Ngawuuur...! Baca lagi mitos nomer 1 di atas. 5) Jangan bergaul, berjodoh, dan bersaudara dengan pria berambut gondrong karena beresiko kelakuan jelek. Super ngawur!!! Kebajikan dan kehormatan terletak pada akhlaq dan moralitas, bukan pada penampilan luar. Terus coba inga inga berambut gondrongkah pria pria penjahat berat ini?: Adolf Hitler, Polpot, Ferdinan Marcos, Saddam Husein, Amrozi, Nurdin M Top, Dr. Azhari, koruptor koruptor di penjara mewah. Yup, pasti masih banyak lagi ngawur ngawuran mitos tentang rambut panjang. Anda bisa tambahkan...... Silakan. *** Salam tuljaenak RAGILE 08des2010 *

***

Postingan sebelumnya:

Berdebar-Debar Kena “Wedhus Gembel” Dari Situs Wikileaks

***

Jangan lewatkan postingan kawan-kawan:

Della Anna : Provinsi Papua Paling Miskin

Nunik Utami : Ketika Payudaraku Terasa Sakit

Dudi Rustandi : Poligami Realitas Media Sosial

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x