Mohon tunggu...
Putrika Nur Ichsanti
Putrika Nur Ichsanti Mohon Tunggu... Mahasiswa_Ilmu Kesehatan/Keperawatan_Universitas'Aisyiyah Yogyakarta

Selamat membaca semoga bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Mengatasi Kejenuhan Kuliah Daring dengan Menulis

14 Desember 2020   21:05 Diperbarui: 14 Desember 2020   21:16 62 0 0 Mohon Tunggu...

Himbauan kuliah daring oleh pemerintah sejak Maret 2020 menjadikan banyak batasan dalam perkuliahan sehingga tidak bisa bertemu secara fisik seperti biasanya. Proses belajar mengajar hanya seputar presentasi yang dilakukan via online. Penerapan kuliah daring ini menuntut kesiapan bagi kedua belah pihak, baik guru ataupun mahasiswa karena dengan kuliah daring civitas akademik dan mahasiswa dituntut untuk melek teknologi. 

Awal diterapkannya kuliah online ini membuat sebagian besar mahasiswa bergembira. Namun, akhir-akhir ini masalah yang banyak dialami oleh pelajar dan mahasiswa adalah kejenuhan belajar secara daring karena tugas yang banyak, dan harus selalu siap di depan ponsel di mana akibat serius dari masalah tersebut adalah menurunnya motivasi belajar, sulit berkonsentrasi saat belajar, timbulnya rasa malas, dan menurunnya prestasi belajar.

Definisi kejenuhan secara umum adalah suatu kondisi mental di mana seseorang merasa sangat bosan untuk melakukan tugas rutin yang sudah sejak lama dilakukannya. Kejenuhan belajar dapat disebabkan oleh beberapa alasan, seperti tidak fokus pada tujuan belajar, lingkungan yang tidak memberikan dukungan, strategi belajar yang tidak tepat, dan ingin hasil yang instan. 

Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan salah satunya dengan menulis. Menulis merupakan suatu tindakan yang dapat digunakan untuk menuangkan semua yang ada dipikiran dalam bentuk tulisan, baik puisi, buku harian, novel, atau urusan akademis seperti skripsi, makalah, esai, dll. Dengan menulis pun dapat memperbanyak pengetahuan dan pengetahuannya itu sulit hilang dari pikirannya karena menulis merupakan proses untuk mengabadikan semua ilmu pengetahuan yang kita miliki.

Kemampuan menulis mahasiswa harus diimbangi dengan membaca, sebab membaca adalah kunci untuk menulis. Dengan membaca dapat meningkatkan ketajaman proses berpikir dan mengembangkan kosa kata. Hal ini merupakan bekal penting untuk menulis.

Mahasiswa mempunyai banyak cara untuk menyampaikan tulisannya, yaitu bisa dengan berbagai media seperti koran, majalah, bahkan website daring. Dengan sedikit aksi membaca yang dapat digunakan sebagai bekal menulis mahasiswa harapannya akan memunculkan karya-karya ilmiah maupun karangan fiksi dan nonfiksi mahasiswa serta dapat menurunkan kurva minimnya produktivitas menulis di kalangan mahasiswa. Sehingga selain wadah untuk menghilangkan kebosanan menulis juga dapat bermanfaat bagi orang lain yang membacanya.

VIDEO PILIHAN