Mohon tunggu...
Putri BerlianaErsa
Putri BerlianaErsa Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Pendidikan Indonesia

NIM:1902755

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

KKN Tematik UPI 2022 | Kunjungan ke UMKM Pabrik Terasi di Desa Tambak Kabupaten Indramayu

24 Agustus 2022   23:54 Diperbarui: 25 Agustus 2022   00:15 405
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salah satu kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa pada jenjang strata 1 di Universitas Pendidikan Indonesia adalah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN UPI yang sudah dilakukan pada tanggal 11 Juli 2022 - 10 Agustus 2022 yang memiliki tema “Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat berbasis SDG’s Desa dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka” 

Sustainable Development Goals atau biasa yang disebut SDG’s yang merupakan sebuah program pembangunan berkelanjutan yang diharapkan dapat menangani berbagai permasalahan yang ada di Indonesia, seperti; tingkat pengangguran terbuka, tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia. emisi gas rumah kaca, nilai tukar petani, nilai tukar nelayan dan beberapa permasalahan lainnya.

Sebagai upaya untuk mencapai salah satu tujuan dari SDG’s itu sendiri, diperlukan sebuah program yang berkesinambungan dengan program pemerintah lainnya. Terdapat beberapa tema yang diangkat dalam KKN Tematik UPI tahun 2022 ini, salah satunya adalah Desa Peduli Lingkungan. Desa Peduli Lingkungan ini juga terbagi lagi menjadi beberapa konsentrasi lingkungan yang akan dilindungi seperti Desa Tanggap Perubahan Iklim, Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, Desa Peduli Lingkungan Darat dan ada pula konsentrasi Desa Peduli Lingkungan Laut. 

Di dalam Desa Peduli Lingkungan Laut terdapat kegiatan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa yaitu pengelolaan hasil tangkapan yang higienis. Maka dari itu, kami mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang sedang menjalani kegiatan KKN Tematik yang berada pada kelompok 127 dan beranggotakan 5 mahasiswi dari berbagai macam program studi ini melakukan kunjungan ke salah satu tempat pengolahan hasil tangkap yang ada di Desa Tambak Kabupaten Indramayu.  

Tempat yang kami kunjungi adalah salah satu Pabrik Terasi yang cukup terkenal di daerah wilayah CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Pabrik ini memiliki tempat produksi yang cukup luas. Ada tempat untuk produksi di bagian belakang lalu ada tempat untuk distribusi di bagian depan pabrik. Pabrik dengan nama jual Terasi Udang Rebon Asli Cap Udang Kembar ini juga menjual produk olahannya kepada reseller atau toko oleh-oleh setempat. 

Sebelum kita mengetahui tentang pendistribusian produk terasi ini, mari kita lihat proses produksinya terlebih dahulu. 

dokpri
dokpri
dokpri
dokpri

Proses produksi memakan waktu yang cukup lama bahkan bisa sampai sepuluh hari lamanya karena faktor dari bahan baku yang berupa udang rebon yang kurang menentu. Selain dari udang rebon sendiri, pabrik ini juga menjual terasi dengan bahan dasar ikan yang dikhususkan untuk orang-orang yang memiliki alergi dengan udang. 

Setelah bahan baku dikumpulkan dan dibersihkan. Udang-udang akan dijemur selama 3-4 hari untuk mengurangi kadar air yang ada. Kemudian masuk ke proses penggilingan pertama dimana udang akan dihancurkan sehingga akan berbentuk serbuk. Selanjutnya udang yang sudah melalui proses penggilingan pertama ini akan dicampur dengan bahan-bahan lainnya dan akan dijemur kembali selama 2-3 hari. Setelah melalui proses penjemuran kedua, produk yang setengah jadi itu digiling kembali dan dicetak sesuai dengan ukuran kemasan. 

Setelah produk terasi sudah jadi, para pegawai akan melakukan proses pengemasan dengan sistem manual dimana mereka akan memasukan terasi kedalam plastik lalu disegel dan dimasukan ke kemasan yang lebih besar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun