Mohon tunggu...
Putri Amelia
Putri Amelia Mohon Tunggu... Mahasiswa - SOSIOLOGI UNM

Kamu adalah penentu masa depanmu

Selanjutnya

Tutup

Digital

Dampak Teknologi dalam Interaksi Keluarga

1 Desember 2021   01:09 Diperbarui: 1 Desember 2021   04:30 81 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Digital. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Semakin berkembangnya zaman, tentu saja berdampak di beberapa aspek kehidupan. salah satunya adalah akibat berkembangnya teknologi gosip serta komunikasi (IPTEK) pada famili. Perkembangan yang sangat cepat dalam dunia teknologi, terutama bermunculannya Handphone dikalangan rakyat, membuat manusia lupa di sekelilingnya. Hal ini dapat kita lihat dalam interaksi antara satu dengan yang lainnya. Contohnya, hubungan antar anak serta orang tua, ayah serta bunda, saudara tertua serta saudara termuda, sahabat sebaya ataupun di tetangga.

Jika dulunya, Bila kita jauh berasal keluarga cara buat berkomunikasi adalah dengan mengirimkan surat. namun, sekarang cara itu sudah jarang digunakan. Namun, sekarang walau bermodalkan handphone serta kuota saja, kita telah dapat berkomunikasi dengan keluarga yang jauh. Pada hal ini tentu saja handphone berdampak positif pada keluarga sebab keluarga yg jauh akan terasa dekat walau melalui virtual saja.

Namun, dibalik akibat positifnya itu, handphone pula mempunyai akibat negatif di keluarga. Misalnya waktu terdapat perjumpaan antar keluarga di mana para orang tua sibuk menggunakan hp-nya, lantas para anak pula akan sibuk mengotak-atik handphone-nya. Maka tidak akan terdapat interaksi dalam perkumpulan itu. Perkumpulan diadakan agar kita bisa berkomunikasi, bertukar pendapat, menanyakan keterangan, bercanda gurau, serta yg lebih penting mempererat tali silaturahmi. Jika sebelumnya penulis berkata bahwa handphone bisa menghasilkan keluarga yg jauh sebagai dekat, tetapi dalam ini handphone membentuk keluarga yang dekat sebagai jauh dikarenakan para anggota keluarga sibuk menggunakan hp-nya masing-masing. Orang tua sibuk belanja online sedangkan para anak sibuk menggunakan bermain game online.

Tentu saja, hal tadi mengakibatkan terhambatnya hubungan antar orang tua serta anak. Jika tidak terjadi hubungan antara anak serta orang tua, kemudian bagaimana sang anak bisa menceritakan keluh kesah nya? serta dimana seseorang anak bisa menceritakan masalahnya? Bila terjadi hal ini, maka seorang anak akan berpikir bahwa orang tuanya tidak peduli menggunakan keadaannya. Sehingga seorang anak lebih menentukan buat bercerita tentang masalahya ataupun keluh kesahnya pada sosial media.

Oleh karena itu, penulis menyarankan pada orang tua supaya lebih meluangkan waktunya buat famili sebagai akibatnya oleh anak pun akan mencontohi hal tersebut. Orang tua menjadi patokan bagi anak pada bertindak. Oleh karena itu, alangkah baiknya Jika para orang tua tidak memakai handphone saat diadakannya serikat antar famili kecuali hal-hal yang mendesak. Mengapa demikian? supaya ada rasa menghargai antara anak dan orang tua adanya interaksi antar famili, dan saling eratnya tali silaturahmi. 

Alangkah baiknya jua agar para orang tua menerapkan komunikasi secara eksklusif kepada anggota keluarganya terlebih lagi pada anaknya. Mengapa penulis menyarankan hal ini? sebab berkomunikasi secara eksklusif ataupun bertatap mata dengan lawan bicara itu lebih bermakna Jika dibandingkan melalui perangkat lunak online yg ada di handphone.

Penulis berpendapat bahwa beredarnya handphone pada kalangan warga , mengakibatkan terjadinya perubahan gaya komunikasi antar individu. Dimana para pengguna handphone akan lebih memilih berkomunikasi secara online daripada bertemu pribadi.

Penulis sendiri mengakui bahwa menggunakan adanya handphone ini, kita dapat mengetahui gosip-isu internasional ataupun info-berita viral yg ada di lingkungan kita.

Penulis berharap dengan adanya tulisan ini supaya orang tua ataupun para anggota keluarga bisa merubah interaksinya menjadi lebih berkualitas lagi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Digital Selengkapnya
Lihat Digital Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan