Mohon tunggu...
puji handoko
puji handoko Mohon Tunggu... laki-laki tulen

Hidup untuk menulis, meski kadang-kadang berlaku sebaliknya.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Layang-layang Berbuah Petaka: Travo Meledak, Beberapa Kecamatan Mati Lampu

22 September 2020   11:50 Diperbarui: 22 September 2020   12:06 48 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Layang-layang Berbuah Petaka: Travo Meledak, Beberapa Kecamatan Mati Lampu
foto dok. PLN

Peristiwa padamnya aliran listrik sebab layangan sudah sering terjadi. Anehnya tidak ada efek jera pada pelakunya. Di Rembang misalnya, ada enam kecamatan yang padam total akibat senar layang-layang yang tersangkut di kabel PLN.

"Gangguan disebabkan layang-layang terjadi di Kecamatan Sarang, Sluke, Kragan, Sarang, Sedan, Kaliori, di sejumlah lokasi tersebut sempat padam total," kata Manajer PLN Rembang, Arif Setiawan, sebagaimana dikutip Detikcom, Senin 21 September 2020.

Dari sejumlah kecamatan tersebut, insiden yang paling kerap terjadi di Kecamatan Sarang, Kragan, dan Sedan. Bahkan kejadian itu hampir beruntun setiap hari. Ini sungguh mencengangkan. Warga dan aparat yang berwenang mestinya juga ikut turun tangan. Sebab hal seperti ini tak mungkin diselesaikan oleh PLN sendiri.

Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulunggagung, Jawa Timur beberapa hari sebelumnya. Terdapat layangan berukuran besar yang diterbangkan warga dan mengakibatkan padamnya listrik di wilayah tersebut pad Sabtu (19/9/2020) malam. Layangan besar itu tersangkut di kabel PLN yang kemudian menyebabkan gardu travo meledak.

Setelah ditemukan penyebabnya, petugas teknis PLN butuh waktu satu jam untuk menurunkan layang-layang bermotif garis-garis aneka warna itu. Ukurannya lebih dari 2 meter, karena ukurannya yang besar itulah yang menyebabkan hubungan arus pendek dan membuat travo meledak.

Akibat layangan tersebut, terjadi pemadaman listrik yang sangat luas di wilayah Tulungagung. Selain di sekitar Desa Majan di utara, pemadaman juga terjadi di wilayah kota seperti Kelurahan Kutoanyar, hingga sebagian Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu. Orang-orang banyak yang tidak tahu, jika listrik yang padam itu disebabkan ulah satu orang yang tak bertanggung jawab.

Menurut Petugas Layanan Teknis PLN ULP Tulungagung, Adi Prayitno, sebagaimana dikutip Tribunnews, pada Sabtu 19 September 2020, sudah lebih 10 kali terjadi ledakan karena layang-layang. Bahkan untuk kasus di Desa Junjung, Kecamatan Boyolangu, terjadi pemadaman hingga pagi hari. Hal ini terjadi karena petugas butuh waktu untuk melakukan penelusuran dan penggantian alat yang rusak.

Sebenarnya PLN sudah melakukan sosialisasi lewat kepala desa, agar para pemain layangan tidak membahayakan jaringan listrik. Selain itu, PLN juga sudah membagikan selebaran dari kota hingga ke desa-desa. Namun hingga kini layang-layang tetap mendominasi penyebab padamnya listrik di wilayah Tulungagung. Tidak ada tindak lanjut yang dilakukan di lapisan bawah. Padahal mereka juga dirugikan jika terjadi mati lampu.

PLN tentu adalah pihak yang paling dirugikan, karena setiap kali terjadi ledakan, pasti ada alat yang rusak. Jika alat yang rusak adalah travo, maka PLN harus mengganti travo baru. Harga travo tergantung besar kecilnya. Tapi yang paling kecil harganya sekitar Rp100 juta. Jika peristiwa seperti itu terjadi setiap hari, tinggal dihitung berapa kerugian negara setiap tahunnya.

Belum lagi PLN harus menerima omelan pelanggan. Perusahaan pelat merah itulah yang akhirnya mendapat citra buruk. Padahal itu terjadi bukan karena kesalahan mereka. Tapi disebabkan kelakuan orang-orang yang lalai saat asyik bermain dengan layangannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN