Mohon tunggu...
Puji Hastuti
Puji Hastuti Mohon Tunggu...

Seorang pembelajar yang Ingin terus mengasah diri

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Wisata dan Olahraga, Kenapa Tidak?

13 Mei 2019   21:45 Diperbarui: 13 Mei 2019   21:50 0 2 0 Mohon Tunggu...

Wisata dan olah raga, kelihatannya dua aktivitas yang berbeda. Ketika kita berwisata, kita akan cenderung mengunjungi tempat-tempat yang indah, menyenangkan, membuat  rileks dan menenangkan. Sedangkan berbicara tentang olah raga kita akan cenderung olah fisik, berkeringat, aktifitas yang lumayan memberatkan tubuh dan dilakukan di tempat dan waktu khusus.

Berbeda halnya dengan even Mandiri Jogja Marathon, di situ kita bisa menikmati kedua aktivitas tersebut, Ya Wisata, Ya Olah raga. Pikiran tenang, perasaan nyaman, fisik juga sehat. Itu yang akan kita dapat. 

Kelihatannya akan sangat menyenangkan ikut even semacam itu. Ngebayanginnya juga sudah senang. Berlari bersama, apalagi keluarga ikut semua, suami, istri, anak-anak. Lari sambil momong anak istri. Lari sambil   merekatkan cinta kembali.  Lari sambil menikmati pemandangan yang indah. Lari sambil melihat aneka budaya yang tersaji langsung di depan mata. Lari sambil belajar. Lari sambil bersilaturahmi.   Lari sambil meningkatkan ekonomi.

Wah banyak banget yang bisa kita dapat dari mengikuti even Mandiri Jogja Marathon 2019 ini.

Bagaimana tidak? Ketika kita berlari ikut even tersebut, bersama dengan keluarga, suami, anak dan istri ikut, kebersamaan akan terjalin. Saling suport semangat, saling bantu, saling memberi akan terjalin. Ketika sang istri lelah, suami dan anak-anak akan menyemangati. Ketika anak-anak sudah merasa capai dan tak berdaya lagi, ayah ibunya akan mensuportnya, memberi semangat untuk berlari, sambil menceritakan tentang apa yang dilihat, memberitahukan tentang apa yang tidak diketahui anak di sepanjang perjalanan. Anak-anak senang, bapak ibu gembira, semakin tumbuh cinta dalam keluarga.

Berlari sambil belajar? Kenapa tidak? Jogjakarta adalah kota budaya. Jogjakarta adalah kota wisata. Jogjakarta adalah kota pelajar. Rasa-rasanya wisata di kota Jogjakarta tidak akan pernah membosankan. Perjalanannya yang mudah, banyak mode transportasi yang dapat kita pakai, penduduknya yang ramah, kulinernya yang maknyus dan murah tetapi tidak murahan. Segala hal tentang jogjakarta rasa-rasanya selalu berkesan di hati. Itu semua barangkali yang membuat anakku terkesan juga ketika sekolah  di MAN 3 Sleman  Jogjakarta.  

Duduk di bangku Aliyah, dia memilih sekolah di Jogjakarta. Melalui pendaftaran jalur berprestasi dia diterima dan masuk di asrama. Pada awalnya hampir 2 minggu sekali minta ditengokin. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Dia menjelajah kota Jogjakarta bersama teman-temannya. Naik TJ keliling kota, sering dilakukannya. Di lain waktu naik kereta api ke Solo melihat keindahan dan aktivitas kota tersebut. Kadang-kadang dilakukan sendiri juga, jalan-jalan menikmati museum, keraton, dan tempat-tempat wisata. Atau kalau kami berkesempatan menengok, kita akan jalan-jalan bersama. 

Kalau saat ini anakku baru saja lulus di bangku Aliyahnya. Dia ingin hidup di kota lain lagi, sehingga memilih kuliah di Semarang. Bukan karena sudah tidak kerasan di Jogjakarta, namun karena ingin menjelajah kota lainnya.  

Kelihatannya anakku akan senang sekali seandainya diajak menikmati kembali jogjakarta dengan ikut even semacam  Mandiri Jogja Marathon 2019 ini. 

Berlari sambil silaturahmi dan meningkatkan nilai ekonomi? Kenapa tidak?

Even  Mandiri Jogja Marathon 2019 ini adalah even akbar. Ratusan orang dengan berbagai macam profesi dan pekerjaan, akan bercampur baur di sana. Kita bisa berlari sambil berkenalan, menceritakan aktivitas masing-masing dan bisa jadi menemukan teman yang sehobi, satu peminatan, tertarik pada bidang usaha yang sama dan alhasil setelah even lari bersama berakhir bisa dilanjutkan dengan kerja sama ekonomi.

Banyak banget yang bisa kita dapat, Wisata dapat, badan sehat, ekonomipun bisa  meningkat.