Mohon tunggu...
Puja Nor Fajariyah
Puja Nor Fajariyah Mohon Tunggu... Mahasiswa, Aktivis Pelajar Islam Indonesia, Kuligrafis

Kia Ora! Find me on ig @puja.nf

Selanjutnya

Tutup

Love Artikel Utama

Love Language dan Teori Give and Take dalam Sebuah Hubungan

4 Mei 2021   07:39 Diperbarui: 4 Mei 2021   12:31 903 22 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Love Language dan Teori Give and Take dalam Sebuah Hubungan
Ilustrasi pasangan. Sumber: Pixabay.com/aliceabc0

"Much of the misbehavior of children is motivated by the cravings of an empty LOVE TANK"
-Gary Chapman

Pernah gak sih kamu mempertanyakan mengapa dua insan manusia yang ditakdirkan untuk saling berbagi cinta ada yang mampu mempertahankan cinta keduanya dalam waktu lama, sedangkan ada yang juga yang tidak dan lebih memilih untuk berpisah? 

Ingat sekali, aku selalu mempertanyakan mengenai hal ini ketika menemukan pemandangan di jalan di mana ada pasangan yang tengah bergandengan, saling menebar kebahagiaan dan sayang satu sama lain, atau bahkan ketika aku tengah membaca berita tentang perceraian atau melihat langsung momen perdebatan antar sebuah pasangan tanpa sengaja. 

Dan biasanya, satu hal yang aku yakini sebagai jawabannya adalah ada pada perbedaan pemikiran antar pasangan tadi atau bahkan memang sudah tak lagi saling mencintai.

Biasanya nih ya, ada satu kalimat yang sering kali kalau diucapkan akan memicu perdebatan antarpasangan. Yap, kalimat itu adalah, 

"Kamu tuh ya, gak peka banget sama aku!"

Kalimat ini seringkali memang keluar dari mulut perempuan, tapi bukan tidak mungkin juga keluar dari laki-laki. Bisa ketebak gak kalau kalimat ini sudah keluar? Ya tentu saja, akan terjadi yang namanya pembelaan, atau bahkan kalau si pasangan adalah tipe yang mengalah maka akan membuat perasaan cintanya pudar karena merasa pasangannya sudah tidak menghargai apa yang ia lakukan. Well, kalau sudah begini pasti sepakat bukan kalau urusan cinta itu rumit?

Kalau kamu mengiyakan pertanyaanku barusan, itu tandanya kamu memang belum sepenuhnya memahami cinta dengan lebih dalam. Karena ternyata, perkara mempertahankan urusan cinta dengan pasangan adalah dengan mengetahui bahasa cinta dari pasangan kita. 

Iya, pernah tau istilah "Love Language" atau Bahasa Cinta tidak? Oke, kalau kamu belum mengetahui, maka pada tulisan perdana aku setelah hiatus menulis selama lebih dari sebulan ini aku akan mengupas mengenai bahasa cinta ini. So, simak tulisanku kali ini hingga selesai ya.

Siapa nih di sini yang pernah bilang, "Tanpa cinta, hidup terasa hampa?" Well, ternyata memang begitu. Hakikatnya manusia memang membutuhkan cinta dalam kehidupannya. Hal ini sudah secara naluriah benar adanya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN