Mohon tunggu...
Pudji Widodo
Pudji Widodo Mohon Tunggu... Pemerhati kesehatan militer

Pemerhati kesehatan militer

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Tangga Pendek AHY Menuju Presiden RI

18 Mei 2019   11:41 Diperbarui: 27 Mei 2019   08:47 0 24 13 Mohon Tunggu...
Tangga Pendek AHY Menuju Presiden RI
(sumber foto dikhy sasra, news.detik.com)

Ada semacam upaya ajakan mencari pengisi kursi kabinet oleh publik pada beberapa baru-baru ini. Nantinya publik bisa berpartisipasi melakukan polling terhadap nama-nama yang layak masuk dalam kabinet pemerintahan pimpinan presiden terpilih uisai keputusuan resmi dari KPU. Di antara daftar calon menteri tersebut tercantum nama Agus Harimurti Yudoyono (AHY) sebagai kandidat menteri PAN-RB.

Ide jajak pendapat yang mengusulkan AHY sebagai menteri dalam kabinet pemerintah periode yang akan datang, mengingatkan penulis kepada sosok Yoyok Riyo Sudibyo (YRS). Mantan bupati Batang periode 2012-2017 ini memiliki latar belakang yang sama dengan AHY, yaitu alumnus Akademi Militer, namun berbeda kecabangan. AHY berasal dari Korps Infanteri, sedang YRS adalah mantan perwira Artileri.

Keduanya mempunyai pengalaman karir militer dan berupaya masuk persaingan merebut jabatan publik pemerintahan pada level yang berbeda. Bedanya AHY gagal menjadi gubernur DKI Jakarta, sedang YRS berhasil terpilih dan menjabat sebagai Bupati Batang hanya satu periode sesuai janjinya.

YRS pensiun dini dari militer setelah berdinas 12 tahun dan menekuni dunia usaha pada kurun 2006 -2012 sebelum terpilih sebagai bupati. Jadi ada masa transisi dari dunia militer, kembali ke tengah masyarakat selama 6 tahun menjadi pengusaha dan memimpin 2 perusahaan <1>.

Beda dengan AHY yang selepas dari seorang Komandan Batalyon langsung dipersiapkan memasuki dunia pertempuran baru berebut kursi DKI-1. Sebuah model persiapan yang sangat berbeda antara keduanya.

AHY memiliki modal pendidikan lebih beragam. Lulus Akmil tahun 2000, namun pada tahun 2006 dia telah menyandang gelar M.Sc dari Nanyang Technological University Singapura. Sekolah staf dan Komando Angkatan Darat dilaksanakan AHY di AS, dan mendapat gelar MPA dari Harvard University (2010), sedang titel MA diperolehnya dari Webster University (2015) <2>.

Kesamaan dari kedua mantan Mayor TNI AD ini adalah memiliki pengalaman kepemimpinan lapangan sesuai kecabangan masing-masing. Dengan masa dinas 16 tahun AHY mereguk pengalaman memimpin satuan sejak Komandan Peleton sampai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis, mengalami operasi militer di Aceh dan misi operasi perdamaian PBB di Libanon. 

Berbeda dengan YRS yang masa dinasnya lebih pendek yaitu 12 tahun, berpengalaman tugas operasi intelejen di Papua dan tugas teritorial sebagai Danramil lalu banting stir kembali ke tengah masyarakat menjadi pengusaha.

Pengalamannya sebagai perwira intel dan teritorial yang mungkin membuat YRS mengenal karakteristik sosial masyarakat dan tahu cara merebut serta memenangkan hati rakyat. Interaksinya di tengah masyarakat membuatnya memiliki modal sosial, artinya 6 tahun selama kembali menjadi anggota masyarakat sipil tidak berlalu dengan sia-sia sampai mepunyai keberanian maju Pilbup Batang melalui jalur independen.

Berbeda dengan AHY setelah melepas seragam militernya, lalu "ujug-ujug" (tetiba) mengikuti pentas pilihan gubernur. Lebih cukup waktu masyarakat Batang menilai sosok YRS karena telah berkiprah di kalangan sipil 6 tahun, dibandingkan masyarakat Jakarta mengenal AHY kecuali dari prestasi akademis tiga gelar S-2 dari luar negeri dan jabatannya sebagai seorang Danyon infanteri Kostrad serta putra mantan Presiden RI.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3