Mohon tunggu...
Priyo SM
Priyo SM Mohon Tunggu... swasta -

Wartawan, Penulis Buku, Broadcaster Televisi, Akupunturis, Penyayang hewan, Medis Veteriner

Selanjutnya

Tutup

Healthy

10 Cara Mendapatkan Bayi Kembar

19 Juli 2015   15:50 Diperbarui: 19 Juli 2015   15:50 1588
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

 

“Betapa senangnya, kalau punya anak kembar”. Angan-angan mendapatkan anak kembar ternyata menjadi impian banyak pasangan.

 

SECARA teori, wanita memiliki peluang memiliki anak kembar, karena wanita memiliki dua ovarium. Ovarium merupakan tempat memproduksi sel telur (ovum) yang akan dibuahi sperma pria.

Proses kehamilan kembar terjadi kalau satu sel telur (ovum) atau lebih dibuahi oleh satu sperma (spermatocyt) atau lebih. Kemudian terjadi pembelahan sel sehingga membentuk dua atau lebih kehidupan dalam satu rahim. Dalam proses pembelahan sel peluang apapun bisa saja terjadi. Selanjutnya dua janin ini tumbuh bersama dalam satu rahim.

Bila proses pembuahan melibatkan hanya satu telur, maka peristiwa ini disebut dengan kembar monozigot. Sebaliknya bila yang dibuahi adalah 2 sel telur oleh 2 sperma maka peristiwa ini disebut dengan kembar dizygote.

Dads & Moms, cermatilah 10 peluang untuk mendapatkan bayi kembar dua, tiga atau lebih:

 

1. Sejarah Keluarga

Kembar adalah genetik (keturunan). Apakah dalam keluarga anda terdapat sejarah kelahiran kembar? Jika ada, bolehlah Anda berharap dapat melahirkan pasangan kembar. Setidaknya peluang secara genetis akan membuat keinginan Anda kesampaian.

Bila mempunyai riwayat keluarga kembar, maka peluang untuk hamil kembar lebih besar dibandingkan yang tidak mempunyai riwayat kembar dalam keluarga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun