Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Pemimpin yang Baik Memaafkan Kesalahan Anak Buah, Bukan Merundungnya

8 September 2021   07:10 Diperbarui: 8 September 2021   10:54 687 10 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Memaafkan alih-alih merundung karyawan yang berbuat kesalahan akan menghasilkan lingkungan kerja yang kondusif (Icons8 Team/Unsplash.com)

Salah satu aspek kunci dari tipe pemimpin yang baik adalah kemampuan untuk bersikap tegas dan tegas. Pemimpin yang baik harus tampil sebagai orang yang gigih, percaya diri, dan giat. 

Pemimpin yang plin-plan dan yang tidak dapat meminta pertanggungjawaban anak buahnya atas apa yang mereka lakukan, tidak dianggap sebagai pemimpin yang efektif. 

Para pemimpin membuat keputusan sulit untuk mendisiplinkan karyawan, dengan tegas membimbing perilaku mereka, dan bahkan memberhentikan anak buah yang gagal dari tugas mereka, jika perlu.

Dalam beberapa hal, seorang pemimpin yang baik juga harus dapat menjadi orang tua yang baik. Orang tua yang baik tidak bisa melepaskan perannya sebagai guru, pelatih, motivator, pendisiplin, dan pemandu perilaku yang tepat. 

Orang tua mencatat kesalahan yang dilakukan anak-anaknya, dan terkadang menghukum, tetapi tidak pernah melupakan fakta bahwa ketika niat baik memerintah, satu-satunya cara adalah menunjukkan perilaku yang benar, mengamati, memberi umpan balik, memotivasi, dan memahami. 

Memiliki kemampuan untuk memaafkan adalah aspek yang mengagumkan dari pola pengasuhan anak. Hal yang sama juga berlaku dalam kepemimpinan

Kemampuan Memaafkan, Aspek yang Terlupakan dari Kepemimpinan yang Baik

Kemampuan memaafkan adalah satu aspek yang terlupakan dari kepemimpinan yang baik dan efektif, di luar kemampuan seorang pemimpin untuk mendisiplinkan karyawan dengan ketegasan sikap.

Bos yang baik harus memiliki kemampuan untuk menjadi manusiawi dalam melihat kesalahan anak buahnya, dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan untuk akomodatif sehingga dapat menilai dan memilah, mana kesalahan yang patut mendapat hukuman dan mana kesalahan yang bisa dimaafkan.

Karena, tidak semua kesalahan dapat dimaafkan. Terkadang, seorang karyawan bisa membuat kesalahan yang begitu parah dan merugikan sehingga akan sulit untuk dimaafkan. Misalnya korupsi, atau melakukan tindak pidana kejahatan yang disengaja.

Terkadang, ada seorang karyawan yang sering melakukan kesalahan kecil tapi berulang. Dua macam kesalahan ini pantas mendapat ketegasan hukuman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan