Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Hari Arafah, Waktu yang Tepat untuk Taubat Nasional

19 Juli 2021   09:02 Diperbarui: 19 Juli 2021   09:10 144 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hari Arafah, Waktu yang Tepat untuk Taubat Nasional
Hari Arafah tahun ini menjadi momen yang tepat bagi segenap anak bangsa, terutama umat Islam Indonesia untuk Taubat Nasional (deeninspiration.com)

Hari Arafah, yakni hari kesembilan bulan Zulhijah adalah hari ketika umat Islam yang menunaikan ibadah haji berkumpul di Padang Arafah, berdoa memohon pengampunan kepada Allah Swt. Aisyah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak orang dari neraka daripada hari Arafah. Dia mendekat dan mengungkapkan kebanggaan-Nya kepada para malaikat dengan mengatakan, 'Apa yang orang-orang ini (haji) inginkan?'" (HR Muslim).

Pada Hari Arafah ini, umat Islam disunahkan untuk berpuasa, kecuali bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji.

Dalam sebuah hadis, para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw tentang puasa pada hari Arafah. Rasulullah Saw bersabda: " Puasa Arafah menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun berikutnya." (HR Muslim).

Hari Arafah memiliki keistimewaan dalam Islam karena ini adalah hari ketika Allah menyelesaikan wahyu-Nya pada Rasul-Nya Saw.

Dari Umar bin Khattab r.a diriwayatkan, seorang pria Yahudi berkata kepadanya: "Wahai Amirul Mukminin, ada sebuah ayat dalam Al-Quran, yang jika diturunkan kepada kami, orang-orang Yahudi, kami akan menjadikan hari itu sebagai hari raya."

Umar bertanya: "Ayat yang mana?"

Pria Yahudi itu menjawab, 

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, Aku cukupkan nikmat-Ku atasmu, dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agamamu." (QS Al-Maidah, 5: 3).

Umar berkata: "Kami tahu pada hari apa dan di mana ayat ini diturunkan kepada Saw. Yakni ketika beliau Saw berdiri di Arafah pada hari Jumat." (HR Bukhari, Muslim).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN