Mohon tunggu...
Prima Marsudi
Prima Marsudi Mohon Tunggu... Indahnya menua.

Wanita yang ingin jadi diri sendiri tetapi tidak bisa karena harus memikirkan orang-orang yang disayanginya.

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Bitcoin

14 Januari 2021   08:54 Diperbarui: 14 Januari 2021   09:11 63 0 0 Mohon Tunggu...

Minggu ini pembelajaran daring di tempat saya mengajar dimulai lagi.  Masih daring, namun tak mengurangi semangat untuk bertemu kembali dengan anak-anak didik.  Walaupun kerinduan akan tatap muka masih memenuhi kalbu, namun tatap muka melalui layar komputer lumayan mengobati kerinduan akan aktivitas mengajar ini.

Hari pertama sesudah liburan panjang selama lebih dari sebulan,  berbagai ide muncul di pikiran.  Ingin dialog, ingin diskusi, ingin berbincang, ingin menyampaikan info yang bisa menambah pengetahuan bagi anak didik tentunya.

Tepat pukul 7.00 pembelajaran dimulai.  Setelah mengucapkan dan menjawab salam dari anak-anak yang baru saja masuk dalam ruang, yang pertama saya tanyakan kepada anak-anak adalah apa resolusi mereka di tahun 2021.  Karena mereka duduk di kelas XII, maka dengan mudah mereka menceritakan impian-impian mereka.  Tentu saja, mayoritas yang dibicarakan adalah mimpi mereka untuk melanjutkan pendidikan atau kuliah.  Beberapa anak telah mendaftarkan diri di Perguruan Tinggi ternama di ibu kota, beberapa anak melanjutkan di Jerman, Australia, Singapura, dan London.

Bahagia sekali mendengar bagaimana mereka memilih jurusan yang diminatinya.  Berbeda dengan masa-masa saya di SMA dulu yang karena keterbatasan biaya harus menentukan kuliah di tempat yang termurah.  Yang penting kuliah, tak pernah terpikirkan mau jadi apa dan mau kerja apa.  Anak-anak ini sudah mengetahui minat mereka, mau jadi apa dan seterusnya.  Tersedianya fasilitas membuat mereka begitu percaya diri dalam menyongsong masa depan mereka.

Pada kesempatan berikutnya, saya bertanya issue-issue apakah yang mereka dengar atau baca selama liburan di rumah (karena covid 19, mayoritas mereka berlibur di rumah saja.)  Di dalam benak saya, pasti mereka akan menjawab issue tentang kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ 182 yang belakangan banyak menyita perhatian media di Indonesia.  Ternyata tidak, bukan jatuhnya pesawat yang mereka bahas pada saat itu.

Anak-anak ini justru membahas naik-turunnya Bitcoin seperti artikel ini 'Dalam Tiga Hari Harga Bitcoin Sudah Anjlok 20 Persen, Berisiko Bubble?'(Kompas, 12/1/2020).

Nah kan,

Sebagai seorang guru, mana pernah kepikiran untuk mempelajari Bitcoin.  Namun seperti berada di dunia yang berbeda, saya pun mencoba mendengarkan dan menyimak pembahasan mereka tentang Bitcoin ini.  

Bukannya tidak tahu sama sekali, tetapi pengetahuan saya tentang tema ini sangat sedikit sekali.  Merasa tidak penting juga untuk mengetahui lebih banyak karena toh tidak mungkin saya akan membeli atau berinvestasi dalam perputaran Bitcoin ini, iya kaaan?

Nah ternyata saya salah.  Ternyata saya harus memperbanyak pengetahuan  tentang Bitcoin ini agar dapat mengimbangi pembicaraan murid-murid saya di kelas.  Kan tidak lucu ketika saya meminta anak-anak melempar issue yang sedang beredar di dunia, lalu saya tidak memahami issue yang mereka lemparkan.  Kan sudah hukum alam juga, jika selama ini guru dianggap lebih pintar dari muridnya.  Meskipun pada kenyataannya, tidak harus seperti itu juga, apa lagi di masa yang segala sesuatu dikaitkan dengan teknologi seperti sekarang ini.

Setelah menyimak sambil sesekali mengintip pembahasan tentang Bitcoin di layar HP, akhirnya saya berhasil nimbrung dan ikutan membahas tentang seluk beluk kelebihan dan kekurangan Bitcoin ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x