Priesda Dhita Melinda
Priesda Dhita Melinda Guru Bimbingan Konseling

Ibu satu anak perempuan, yang ingin terus belajar / Contact : 08992255429 / email : priesda@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Anak Sakit, Mama Harus Tetap Menjaga Kewarasan

19 Mei 2018   10:06 Diperbarui: 19 Mei 2018   10:12 696 0 0
Anak Sakit, Mama Harus Tetap Menjaga Kewarasan
ilustrasi: dreamstime.com

Saat anak sakit pastilah seorang ibu akan panik, mau mencoba untuk tenang juga pasti ada rasa panik. Bingung, sedih, dan tak tahu harus berbuat apa. Yap, ini pasti yang dirasakan ibu baru, seperti aku dulu. Tapi sekarang juga masih suka panik sih kalau Nadine sakit, walau sakitnya cuma panas (hahaha..gaya pakai kata cuma). Sebenarnya anak sakit, apalagi sakit panas tak boleh dibiarkan atau santai-santai saja, karena bisa saja ini suatu gejala penyakit yang berbahaya kalau tak cepat ditangani.

Tenang. Itu kuncinya saat anak sakit. Tapi gimana mau tenang kalau anak sakit kan pasti rewel dong, belum lagi omongan tetangga yang kasih saran ini itu, kadang juga nggak masuk akal. Ya, pokoknya tetap tenang aja. Usahakan untuk tetap tenang. Karena kalau ibunya panik, anak juga malah tambah rewel. 

Aahh... Ini sih aku banget, kalau Nadine sakit, satu rumah heboh. Akung Nadine paling nggak bisa dengar Nadine nangis dan rewel, yang ada dia malah ngomelin aku karena aku nggak bisa jaga anaklah, nggak bisa nenangin Nadine dan lain sebagainya. 

Intinya kalau Nadine sakit, akulah yang salah. Aku tahu sih, si akung tuh saking sayangnya sama cucunya jadinya panik berlebihan gitu. 

Nah, kondisi seperti ini kadang buat aku emosi. Apalagi Nadine kalau sakit rewelnya minta ampun, yang minta digendonglah, minta jalan-jalan muterin kampung (secara masih tinggal di perkampungan), kalau digendong minta duduk, kalau duduk minta digendong lagi, kalau tidur maunya sambil nenen, bisa-bisa sepanjang malam ya nenen aja, sampai pegal harus miring terus. 

Digendong pun harus goyang-goyang atau sambil nyanyi, kalau berhenti ya nggak jadi tidur. Nadine juga kalau sakit, susah tidur, maunya nempel aja sama aku. Sampai-sampai kadang aku nggak sempat makan, ke kamar mandi kalau mau pipis aja, itu juga sambil ditangisi. 

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
Seneng sih, Nadine maunya nemplok aja sama aku, tapi lama-lama ya pegal juga mesti gendong pakai jarik, berat Nadine kan udah 12 kg jadi ya lumayanlah kalau gendong lama-lama. Nadine juga nggak mau digendong ayahnya, jadi ayahnya yang gantiin tugas nyuci baju. Aku full ngurus Nadine. 

Dengan kondisi pegal, kurang tidur, lelah pikiran (apalagi kalau pas kerjaan numpuk), terus ditambah omelan tuh rasanya pengen ngelempar sesuatu dan teriak sekencang-kencangnya.  Kalau dulu awal-awal, aku langsung terpancing emosi dan ikutan marah. Tapi kalau sekarang sih coba untuk tetap tenang dan ternyata bisa lho. Cieee...

Pengalaman aku untuk menjaga diriku tetap tenang adalah pergi ke ruangan yang sepi, nyanyi, dalam hati berdoa supaya aku tetap tenang. Ketika aku merasa tenang, Nadine juga bisa lebih tenang rewelnya berkurang. Kalau aku mulai panik dan marah karena lelah, Nadine juga makin menjadi rewelnya. Mungkin ini ya yang namanya ikatan batin.

Menjaga kewarasan saat anak sakit sangat perlu, supaya apa? Supaya bisa tetap berpikir jernih dalam melakukan tindakan perawatan dan menghibur anak. Seorang ibu harus dituntut tetap bahagia dan menunjukkan wajah ceria, meskipun di dalam hati sedih melihat anak sakit.  Jadi kalau ada ibu yang masih bisa tertawa saat anak sakit, berarti dia ibu yang hebat karena bisa menutupi kesedihannya. Dia tak ingin anaknya ikutan sedih. 

Ibu harus tetap makan selama anak sakit, karena tentunya butuh tenaga yang ekstra. Sama seperti kemarin sih waktu Nadine sakit, aku usahakan untuk tetap makan, walau lebih banyak makan cemilan. Lalu harus tetap istirahat dan tidur yang cukup. 

Kalau aku ikutan tidur pas tidur, soal kerjaan rumah aku dibantu ayah Nadine dan utinya. Jadi kalau anak sakit memang harus ada kerjasama dengan suami. Terakhir, jangan masukkan kata-kata negatif atau omelan-omelan yang menyalahkan kita (seperti akung Nadine), abaikan saja. Tetap berpikir positif, bahwa anak sakit saatnya kita lebih dekat dengan anak, terutama untuk ibu pekerja seperti aku.