Mohon tunggu...
Tanjung anom
Tanjung anom Mohon Tunggu... -

Tanjung anom, adalah manusia PENDOSA yang ingin membangun bebarengan, kekeluargaan, dan ingin berada didalam keselamatan lahir dan batin semoga di ridhoi dan dalam fadhal dan RahmatNya. email. aaanoom@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Model Beragama Oh, Nasibmu Mati Suri

30 April 2016   07:31 Diperbarui: 30 April 2016   08:06 26
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

MODEL BERAGAMA OH… NASIBMU. MATI SURI.

(TULISAN INI HANYA ILUSTRASI-ILUSTRASI)

Pelaku pengamal Beragama telah memasuki fase mati suri, betapa banyak orang beragama (entah apapun agama yang dianut dan dipeluknya), namun pada kenyataannya banyak yang tidak mengenal agamanya dengan sebenarnya, hal ini dikarenakan agama (sepertinya) telah diyakini sebagai “legenda” semata. Sesuatu yang tidak real. Tidak aplikatif, tidak kontekstual. BENARKAH BEGINI???

Agama hanya berhenti pada hal-hal permasalahan ritualitas formalitas semata. Dan identik hanya perihal pahala, ganjaran surga dan neraka, yang hanya berposisi pada maqom meninggal dunia, inipun masih diperpanjang dengan menunggu hari kebangkitan bersama-sama yang entah kapan secara kurun waktu. BENARKAH BEGINI???

Sedang ilmu pengetahuan, dan teknologi serta wawasan dan wacana begitu subur berkembang maju yang (sepertinya) telah melampau konsep beragama yang tampak tertinggal. BENARKAH BEGINI???

Saat bertuhan (ritual formalitas) tidak berkaitan aktifitas berdunia. Dan saat berdunia, Tuhan ditanggalkan. Maksudnya Tuhan hanya sebagai tempat laporan semata, perintah Tuhan hanya berhubungan dengan hal-hal yang ritual. Kalau ritual formal dijalankan berarti benturan, perkelahian, saling jegal saling mengolok adalah bukan bagian dari bertuhan. BENARKAH BEGINI???

Dan saat berdunia (bekerja, bersosial, bermasyarakat, mencari pengetahuan dan wawasan) adalah hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan Tuhan kecuali, hanya mengenai pemahaman kalau ritual ibadah formali dipenuhi maka, tuhan akan melancarkan urusan berdunianya. Kaya sebab ibadahnya, masuk sekolah favorit karena ibadah dan puasanya, harta benda berlimpah karena zakatnya…dan seterusnya. PEMISAHAN KEBERADAAN TUHAN DENGAN KETUHANAN DAN KEMANUSIAANNYA. BENARKAH BEGINI???

Tuhan Dipersepsikan seperti orang tua atau bos. Jika kita baik dengan ORTU maka akan dikasih uang saku berlebih, dan jika sekeluar dari rumah dengan uang saku itu boleh foya-foya dan hura-hura sebab orang tua berada di rumah dan tidak menyertai perjalanan.TUHAN DILETAKKAN DIDALAM ALMARI BRANGKAS. BENARKAH BEGINI???

KARENA FAKTANYA PARA AGAMAWAN TIDAK BISA MEMBUKTIKAN JANJI-JANJI MANISNYA, DITUNJANG DENGAN PERILAKU PARA TOKOHNYA YANG SERING BERSEBERANGAN DENGAN SESAMA TOKOH AGAMA DAN BERSEBERANGAN DENGAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI. BENARKAH BEGINI???

Sehingga ilmu agama dan ilmu social serta ilmu teknologi tampak terpisah dan dipisahkan sedemikian rupa, sehingga agama benar-benar kuno, sejarah legenda. Sedang urusan kematian dengan segala perhitungannya adalah urusan nanti. Apa bedanya dengan janji2 politik. BENARKAH BEGINI???

Ilmu agama ilmu Tuhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun