Mohon tunggu...
Pandji Kiansantang
Pandji Kiansantang Mohon Tunggu... "Bahagia Membahagiakan Sesama"

Menulis itu Membahagiakan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Terima Kasih, Relawan

4 Desember 2018   21:59 Diperbarui: 4 Desember 2018   22:28 396 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terima Kasih, Relawan
olahan gambar pribadi

"Volunteers are not paid -- not because they are worthless, but because they are priceless" (Relawan tidak dibayar - bukan karena mereka tidak berharga, tapi karena mereka tidak bernilai)".

PBB menetapkan tanggal 5 Desember sebagai "International Volunteer Day" (Hari Relawan Sedunia). Tema peringatan tahun ini adalah "Volunteers build resilient communities" (Relawan membangun masyarakat yang tangguh).

Relawan (dulu disebut : Sukarelawan) adalah "orang yang secara sukarela menyumbangkan  : waktu, tenaga, pikiran dan keahliannya untuk menolong orang lain dengan tanpa pamrih (tidak mengharapkan imbalan). Yang terpentng adalah motivasinya : sukarela dan tanpa pamrih.

Sebelumnya mungkin kita tahunya membantu sesama itu dengan memberi donasi (pelakunya disebut : Donatur). Tapi sejak bencana Tsunami Aceh tahun 2004, kita dikenalkan dengan kiprah para relawan. Bencana itu adalah satu bencana alam terbesar di masa modern yang menewaskan hampir seperempat juta jiwa.

Tapi di sisi lain juga merupakan penggalangan dana kemanusiaan terbesar. Begitu banyak relawan dari seluruh dunia datang untuk membantu dan merehabilitasi Aceh. Sejak itu masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan relawan. Seiring dengan terjadinya rentetan bencana alam, makin banyak relawan bermunculan di tanah air.

Apa jadinya dunia TANPA Relawan? Jawabnya : suatu dunia TANPA Perikemanusiaan. Begitu banyak bencana alam dan perang di dunia ini... dan para relawan datang sebagai penolong orang-orang malang.

Pada saat kebanyakan orang menyikapi berita bencana hanya dengan menontonnya di TV, ternyata ada sekelompok kecil orang yang tergerak pergi ke daerah bencana,  menghadapi berbagai resiko bahaya untuk menolong orang-orang yang tidak mereka kenal. Satu persamaan mereka adalah niat mulia untuk membantu sesama. Bagi korban yang ditolong, mereka adalah "Pahlawan tanpa tanda jasa" bahkan "malaikat penyelamat"...

Di masa modern dimana orang makin individualis, hanya mementingkan diri dan keluarganya saja, tindakan relawan sulit dipahami nalar. "Aneh, Kok ada ya orang seperti itu?"... itu reaksi umum yang mempertanyakan keberadaan relawan.

Ketika diajak melakukan sesuatu, banyak orang yang ingin tahu tentang manfaatnya bagi mereka... "Apa Manfaatnya BAgiKu?" disingkat AMBAK.

Sedikitnya ada 3 Manfaat menjadi Relawan :

1. Hidup lebih lama (Panjang umur
). Hasil studi menemukan pekerjaan relawan berhubungan dengan penurunan resiko kematian. Relawan umumnya mampu mengelola stress dengan baik, padahal stress merupakan faktor resiko dari beberapa penyakit kronis

2. Hidup lebih Bahagia. Sikap peduli dan membantu orang lain berkaitan dengan hormon oksitosin yang sering disebut "hormon kasih sayang". Selain itu dapat membantu sesama menimbulkan kepuasan batin. Hal ini menjadikan terasa lebih bermakna dan berbahagia.

3. Tabungan Amal dan mencari ridho Tuhan
 Ini manfaat dunia-akhirat yang tak ternilai yang akan kita peroleh ketika mau bersusah payah menjadi "orang baik" yang membantu sesama.

Ayo kita jadi relawan...
Kepada  relawan dimanapun Anda berada... Terimakasih... Thank you very much..  Gan en.

*Memperingati "Hari Relawan Sedunia", 5 Desember 2018

www.PandjiKiansantang.com

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x