Petrus Kanisius
Petrus Kanisius karyawan swasta

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Hijau Pilihan

Ternyata Air Kelapa Bisa Menjadi Bahan Tambahan Pembuatan Racun Rumput

7 November 2017   16:08 Diperbarui: 8 November 2017   10:29 1036 4 3
Ternyata Air Kelapa Bisa Menjadi Bahan Tambahan Pembuatan Racun Rumput
Saat praktek pemanfaatan hasil kebun kelapa yang bisa dikelola untuk dijadikan herbisida. Foto dok. Yayasan Palung

Tampak antusias dan bersemangat dari peserta yang  mengikuti pelatihan pemanfaatan sumber daya alam lokal pengelola dan manfaat air kelapa di Desa Pemangkat, pada Minggu-Senin (5-6 Oktober 2017) kemarin, di Desa Pemangkat, Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

Selain antusias, terlihat mereka (peserta) sangat berperan saat fasilitator melakukan praktek pembuatan racun rumput.

Dalam skala rumah tangga, setidaknya pemanfaatan air kelapa dijadikan racun rumput dapat menghemat pengeluaran (biaya rutin) petani hingga Rp 800 ribu, ujar F. Wendi Tamariska selaku manager program Sustainable Livelihood Yayasan Palung saat diwawancarai (7/10/2017), hari ini.  

Adapun bahan-bahan untuk membuat Herbisida yang digunakan dalam pelatihan tersebut (racun rumput) adalah sebagai berikut :

Semisalkan Untuk lahan setengah hektar lahan pertanian diperlukan

1. Bahan - bahan :

-  Rondop  1 Kg
-  Air Kelapa  5 Liter
-  Garam  setengah Kg
-  Ragi  60 Biji
-  Cuka Makan setengah  Botol Bir
-  Ember Besar  1 Buah

2. Cara Membuat :

  • Masukkan rondop, air kelapa, garam, ragi, cuka makan dan ragi yang sudah ditumbuk halus kedalam ember besar kemudian di aduk sampai merata.
  • Setelah itu ditutup dengan plastik putih dan diikat dengan karet.
  • Setelah 3 hari di aduk sampai merata dan ditutup kembali seperti semula sampai 15 hari formulasi siap digunakan.

Catatan :

  •  Bahan pembuatan racun rumput ini hanya untuk menghemat biaya pengeluaran petani dan mengurangi volume racun kimia.
  • Kapasitas penggunaan 8 s.d 10 tanki penyemprot untuk hektar lahan.

Seperti diketahui, pelatihan yang diadakan oleh Desa Pemangkat tak lain untuk mengajak para petani berinovasi dan alasan utamanya karena kebanyakan petani di Kayong Utara masih menggunakan racun rumput dan harganya cukup mahal di bandingkan dengan mengolah air kelapa untuk racun yang biayanya relatif murah.

Pelatihan pemanfaatan hasil kebun kelapa yang bisa dikelola untuk dijadikan herbisida. Foto dok. Yayasan Palung
Pelatihan pemanfaatan hasil kebun kelapa yang bisa dikelola untuk dijadikan herbisida. Foto dok. Yayasan Palung

Saat pelatihan selama dua hari kemarin, pihak desa Pemangkat mengundang Yayasan Palung untuk menjadi fasilitator dan sebagai fasilitator adalah Asbandi.

Adapun dalam pelatihan tersebut atas permintaan dari desa Pemangkat dan pelatihan menggunakan Alokasi Dana Desa.

Menurut Wendi, Apabila ingin dikembangkan, bisa diterapkan lahan tanpa bakar, walau pengelolaan pengelolaan menggunakan dana desa dan ini juga untuk membantu pemerintah desa dalam inovasi desa atau IDE.  

Petrus Kanisius-Yayasan Palung