Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Administrasi

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Apa Kata Warganet tentang Pembatasan Akses Media Sosial?

22 Mei 2019   18:08 Diperbarui: 22 Mei 2019   18:18 0 25 9 Mohon Tunggu...
Apa Kata Warganet tentang Pembatasan Akses Media Sosial?
gambar dari https://www.cnbcindonesia.com

Siang menjelang sore tadi, beberapa teman kantor saling mengecek smartphone satu sama lain karena whatsapp mereka tidak berjalan seperti biasanya. Tapi ada juga yang lancar-lancar saja, seperti whatsapp milik saya dan beberapa kawan kantor lainnya. 

Kami pun spontan berpikir whatsapp sedang diblokir karena hari ini demonstrasi sedang memuncak pasca rilis keputusan KPU kemarin dini hari. Tapi karena sebagian orang masih bisa mengakses whatsapp-nya, ada juga yang mengaitkan fenomena itu dengan merek smartphone masing-masing sambil bercanda.

Setelah kelar bekerja dan membuka linimasa twitter barulah terang benderang apa yang sebenarnya terjadi. Tagar #instagramdown #WhastAppDown dan #facebookdown berada di urutan teratas trending topic tanah air lalu ada berita yang sedang ramai diperbincangkan, yaitu pernyataan dari Menkopolhukam, Bapak Wiranto kalau sebagian akses terhadap media sosial sedang dibatasi. Tujuan utamanya untuk mencegah berita-berita yang tidak benar dan provokatif beredar dengan cepat ke masyarakat.

Komentar demi komentar dan twit-twit lain dari warganet pun sahut menyahut menanggapi berita tersebut. Secara garis besar ada dua sikap warganet, yaitu pro dan kontra dengan keputusan pemerintah tersebut, tentu dengan argumennya masing-masing.

Mereka yang pro pada umumnya membenarkan tindakan pemerintah tersebut karena dilakukan untuk menjamin keadaan bangsa dan negara tetap kondusif. Ini beberapa contoh twitnya.

gambar tangkap layar linimasa twitter. Dokumen pribadi
gambar tangkap layar linimasa twitter. Dokumen pribadi

gambar tangkap layar linimasa twitter. Dokumen pribadi
gambar tangkap layar linimasa twitter. Dokumen pribadi

Sedangkan mereka yang kontra dan sejauh pengamatan saya golongan kedua ini yang cukup mendominasi linimasa, mengeluarkan argumen kalau pemerintah terlalu panik menyikapi keadaan yang berkembang. Ada juga yang mengatakan ketidaksetujuannya karena mereka mengandalkan media sosial tersebut untuk bekerja atau menunjang pekerjaan sehari-hari. Ada juga yang sampai pada kesimpulan pemerintah mulai otoriter dan cenderung represif.

gambar tangkap layar linimasa twitter. Dokumen pribadi
gambar tangkap layar linimasa twitter. Dokumen pribadi

gambar tangkap layar linimasa twitter. Dokumen pribadi
gambar tangkap layar linimasa twitter. Dokumen pribadi

Saya cenderung berdiri pada sikap yang kedua. Media sosial sudah menjadi "kebutuhan primer" masyarakat modern. Saat ini media sosial bukan saja digunakan untuk chit chat tanpa arah, tetapi sudah digunakan untuk sarana bekerja, sebut saja mengirim laporan atau data, sarana promosi produk dan jasa kepada calon pelanggan, bahkan meeting kecil-kecilan pun bisa dilakukan via grup whataspp.

Memang sesuai dengan karakteristiknya yang bisa digunakan untuk menyebarkan informasi secara cepat dan masif, media sosial seperti whatsapp dapat dengan mudah digunakan untuk menyebarkan informasi yang negatif dan cenderung membuat suasana lebih tidak kondusif. Tetapi sebaliknya, media sosial juga bisa digunakan untuk memberi edukasi kepada masyarakat dan meng-counter berita-berita negatif tersebut.

Tentu pemerintah punya dasar yang kuat dan telah membertimbangkan berbagai dampak yang dapat terjadi sebelum mengambil keputusan ini. Walaupun memiliki argumen yang berlawanan, sebagai warga negara yang baik kita harus menaati keputusan pemerintah tersebut. 

Jadi untuk sementara waktu, mau tidak mau kita harus menggunakan platform alternatif yang lain seperti email atau untuk bersosialisasi bisa melalui media sosial twitter yang masih lancar jaya saat tulisan ini dibuat.

Hanya saran saja kepada pemerintah, jangan terlalu lama pembatasan aksesnya, apalagi sampai lebih dari 1 x 24 jam, terutama jika keadaan sudah mulai kondusif. Kasihan teman-teman yang menggantungkan hidupnya pada kelancaran komunikasi via media sosial.

Bagaimana pendapat para pembaca yang budiman?

---