Mohon tunggu...
Permani Sudrajat
Permani Sudrajat Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selanjutnya

Tutup

Politik

LSI Sebut Budi Gunawan Masuk Bursa Cawapres

5 Februari 2018   15:38 Diperbarui: 5 Februari 2018   16:14 631 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
LSI Sebut Budi Gunawan Masuk Bursa Cawapres
Cawapres Budi Gunawan

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby mengatakan ada beberapa nama politisi dan tokoh nasional yang berpeluang menjadi bakal calon Wakil Presiden RI pada Pemilu 2019.

Dari bursa cawapres dari latar belakang partai politik, menurutnya ada 2 (dua) nama yang muncul. Airlangga Hartarto dengan popularitas sebesar 25%, sebagai Ketua Umum partai Golkar dan Budi Gunawan sebesar 16%. Budi Gunawan saat ini menjabat sebagai Kepala BIN. Sejarah membawanya melambung dengan simbol PDIP.

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih satu tahun lagi. Selain nama-nama calon presiden yang masih didominasi oleh Jokowi dan Prabowo, juga muncul nama kandidat calon wakil presiden (Cawapres). Misalnya Kepala BIN Budi Gunawan pun masuk kandidat Calon Wakil Presiden yang dianggap mampu mendampingi Jokowi dalam pemilihan Presiden 2019 nanti. Seperti hasil yang diuangkap oleh Lebaga Survey Indonesia, Budi Gunawan memiliki popularitas sebesar 16 %.

Survei LSI digelar pada 7 hingga 14 Januari 2018, melibatkan 1.200 responden, dan meniliki "margin of error" kurang lebih sebesar 2,9 persen. Survei ini dilaksanakan untuk memperkirakan elektabilitas sejumlah kandidat capres dan popularitas cawapres pada Pemilu 2019.

Beberapa nama politisi dan tokoh nasional mulai mengemuka menjadi Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Ada wapres berlatar belakang militer, berlatar belakang Islam, berlatar belakang partai politik, pemimpin atau gubernur provinsi strategis dan berlatar belakang profesional.

Untuk wapres berlatar belakang militer, tiga nama ini paling menonjol. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan popularitas sebesar 71.2 %. Gatot Nurmantyo dengan popularitas sebesar 56.5 %. Moeldoko dengan popularitas 18.0%.

"Meskipun popularitas Moeldoko masih rendah, namun masuknya Moeldoko dalam kabinet Jokowi membuka peluang memainkan langkah gambit," jelas peneliti LSI, Adjie Alfaraby di kantot LSI, Jakarta, Jumat (2/2).
Dari bursa cawapres berlatar belakang Islam, ada 2 nama yang berpeluang dibanding tokoh yang lain. Kedua nama tersebut Muhaimin Iskandar (Cak Imin) popularitasnya sebesar 32.4 % dan TGH M. Zainul Majdi (TGB), yang popularitasnya sebesar 13.9 %.

"Cak Imin sudah pula mulai aktif melakukan sosialisasi sebagai cawapres. Sungguhpun tingkat pengenalan Zainul Majdi masih rendah, namun tingkat kesukaan publik yang mengenalnya sangat tinggi, di atas 70 persen," lanjutnya.

Dari bursa cawapres dari latar belakang partai politik, menurutnya ada 2 (dua) nama yang muncul. Airlangga Hartarto dengan popularitas sebesar 25%, sebagai Ketua Umum partai Golkar dan Budi Gunawan sebesar 16%.
"Budi Gunawan saat ini menjabat sebagai Kepala BIN. Sejarah membawanya melambung dengan simbol PDIP. Sementara Airlangga Hartarto juga datang tak terduga. Sejarah pula yang membawanya menjadi ketum Golkar dalam "injury time," dan momen menentukan," ucap Adjie.

VIDEO PILIHAN