Mohon tunggu...
Dodi Mawardi
Dodi Mawardi Mohon Tunggu... Penulis, Writerpreneur, Pembicara

Penulis kreatif sudah menghasilkan puluhan buku, antara lain Belajar Goblok dari Bob Sadino dan Belajar Uji Nyali dari Benny Moerdani. Selain aktif menulis, juga sebagai pembicara bidang penulisan, dan komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Hutan Pinus, Wisata yang Sedang Hits di Madiun

11 Januari 2017   06:52 Diperbarui: 11 Januari 2017   07:06 2977 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hutan Pinus, Wisata yang Sedang Hits di Madiun
dokumentasi Pribadi

Minggu, 1 Januari 2017, kami mengawali tahun baru dengan berwisata tak sengaja di Madiun. Disebut tak sengaja, karena kami berniat mengelilingi kota Brem ini, tapi tanpa tujuan yang pasti. Eh ternyata, ada info dari kerabat bahwa terdapat tempat wisata baru yang sedang banyak diburu pelancong yaitu Hutan Pinus Nongko Ijo di Kecamatan Kare, di kaki gunung Wilis. Ke sanalah kami menuju…

Butuh waktu sekitar 40 menit dari pusat kota ke lokasi wisata itu. Beruntnng, jalan yang dilalui sangat mulus dan melewati pemandangan yang indah. Beberapa kali kami melewati area persawangan berundak seperti di Ubud Bali dan hutan-hutan jati. Segar dan menyejukkan mata. Waktu tempuh menjadi tak terasa.

Sesampai di lokasi, jalan makin mengecil. Tapi tetap kondisinya bagus. Nyaris tak ada lubang. Banyak sepeda motor berjalan menuju lokasi, ditambah sejumlah roda empat. Cukup lengang. Namun di luar dugaan, begitu sampai lokasi, kondisinya tersendat. Sudah banyak kendaraan terparkir di sana. Padat. Kami harus parkir di area sekitar 200 meter dari titik pintu masuk tempat wisata itu.

Di tempat parkir dadakan di halaman rumah warga, kami menemukan sebuah warung kecil bertuliskan “menjual durian”. Di sana terlihat menggantung dua butir durian yang menarik selera. Sebagai keluarga penggemar durian, kami tak menyia-nyiakan peluang tersebut. Warung di halaman rumah sederhana itu pun menjadi tempat kami menyantap durian, yang harganya hanya beda-beda tipis dengan durian di Jakarta. Hmmm, ternyata rasanya lezat. Legit dan pulen. Tidak kalah dibanding rasa durian di DJHA Pandeglang (Durian Jatohan Haji Arif) atau Durian Ucok di Medan. Kata pemilik warung, durian itu diambil dari pohon yang terletak di kebunnya. Berarti durian asli Madiun.

Selesai menyantap lezatnya durian, kami berjalan menuju lokasi hutan pinus. Menurut para tukang parkir, jarak dari situ ke lokasi sekitar 500m. Tidak terlalu jauh. Namun, begitu dijalani, jauh juga hehe. Apalagi saat itu sudah lewat jam 11 siang. Terik. Jalanan berbatu dan menurun. Kami berpikir… nanti akan lebih berat ketika jalan kembali ke tempat parkir, hehe…

Wow, begitu banyak orang yang mengunjungi lokasi wisata anyar di Madiun ini. Baik yang baru datang maupun yang sudah selesai berwisata, sama-sama banyak. Saya prediksi jumlahnya mencapai ribuan orang. Maklum, hari ini Minggu 1 Januari. Hari libur nasional. Menurut pengelola tempat wisata yang dikoordinir Karang Taruna Kecamatan Kare, Hutan Pinus Nongko Ijo baru buka sekitar 7 bulan, dan makin ramai pada 2 bulan terakhir. “Sekarang benar-benar meledak…” ujar salah satu dari mereka.

dokumentasi Pribadi
dokumentasi Pribadi
Begitu sampai di lokasi, kami menarik napas lega. Sebuah hamparan hutan pinus sudah di depan mata. Luas lahannya mungkin sekitar seluas 1 sampai 2 lapangan sepakbola. Jumlah pohon pinusnya mencapai ratusan, berjejer dan berderet-deret memenuhi lokasi. Menjulang tinggi ke angkasa. Itulah yang menarik dan memanjakan mata. Jika pandai memainkan lensa kamera, maka banyak spot fotografi yang bisa dikreasi.

Tempat wisata ini sangat sederhana. Tidak ada lokasi khusus. Pengunjung hanya duduk-duduk saja di hamparan lahan yang berrumput tipis, di samping pohon-pohon pinus. Udaranya segar, karena memang lokasinya berada di sekitar kaki gunung Wilis. Gunung kebanggaan warga Madun yang juga diabadikan sebagai nama stadion sepakbola di sana. Tampaknya dinas pariwisata setempat belum turun tangan mengelola Hutan Pinus Nongko Ijo. Lokasi wisata yang sederhana dan apa adanya.

dokumentasi Pribadi
dokumentasi Pribadi
Bagi pengunjung seperti kami, tempat wisata sederhana ini sudah cukup untuk menyegarkan pikiran dan menghibur diri. Anugerah dari Sang Ilahi, yang layak dinikmati. Kami sangat beruntung dan bersyukur bisa menikmati keindahan yang tiada habisnya persembahan alam Indonesia yang gemah ripah loh jinawi.

VIDEO PILIHAN