Mohon tunggu...
Anwar Effendi
Anwar Effendi Mohon Tunggu... Mencari ujung langit

Sepi bukan berarti mati

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Jakarta Aquarium, Tempat Pengunjung Bisa Menyentuh Bintang Laut

1 Juni 2020   04:02 Diperbarui: 1 Juni 2020   04:13 167 45 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jakarta Aquarium, Tempat Pengunjung Bisa Menyentuh Bintang Laut
Salah satu sudut yang menampilkan sejumlah hewan laut di Jakarta Aquarium. (foto: dok. JAI)

Jakarta Aquarium Indonesia (JAI) menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di ibu kota Jakarta. JAI yang berlokasi di Mall Neo Soho Jalan Letjen S. Parman kav 28, Jakarta Barat, mengandalkan sejumlah binatang laut untuk menarik pengunjung. Aneka satwa laut itu dihadirkan dalam akuarium baik yang berukuran, kecil, sedang hingga yang besar.

Walau begitu, JAI tidak melulu menampilkan binatang laut. Ada juga beberapa binatang darat lainnya yang bisa dilihat oleh pengunnjung. Di antaranya jenis reptil dan landak. Binatang lautnya meliputi berbagai jenis ikan, penyu, hingga penguin.

Selain bisa menikmati dunia laut, pengunjung JAI diperbolehkan untuk bercengkerama langsung dengan sejumlah satwa. Namun tentu saja kegiatan itu harus didampingi oleh pemandu. Di antara hewan laut yang bisa disentuh pengunjung, yakni teripang, tiram, dan bintang laut. Terutama anak-anak pasti sangat senang bisa menyentuh bintang laut, yang selama ini hanya dilihat di televisi atau gambar-gambar di buku cerita.

Wisatawan pun perlu tahu, pengelola JAI memiliki konsep unik dalam rangka membantu program edukasi anak-anak untuk mengenal habitat satwa. JAI menawarkan paket Aqua Camp. Paket tersebut berupa mengajak anak-anak untuk berkeliling dan menginap di area Jakarta Aquarium.

Kegiatan itu biasanya berlangsung dua hari. Selama menginap dan berkeliling di Jakarta Aquarium, anak-anak akan didampingi tenaga profesional mulai dari tenaga pendidik hingga dokter hewan. Anak-anak pun akan mendapatkan materi dasar belajar menyelam.

Untuk orangtua atau yang dewasa, tidak perlu cemburu dengan kegiatan anak-anak di JAI. Nah bagi yagn punya nyali, ada kegiatan diving bersama ikan hiu di area Sea Trekking. Cuma yang mau diving bersama hiu, harus memenuhi syarat dalam keadaan sehat dan memiliki lisensi diving.

Memang sangat menyenangkan bisa bermain-main dengan alam laut. Sayangnya sekarang JAI tertutup untuk pengunjung, terkait masih berlangsungnya masa pandemi covid-19. Pengelola JAI pun masih memutar otak bagaimana untuk keberlangsungan hidup sejumlah binatang laut di sana.

Merumahkan sejumlah karyawan

Sejak pertengahan Maret 2020, pengelola JAI sama sekali tidak mendapatkan pemasukan, karena tidak ada lagi wisatawan yang berkunjung ke sana. Sementara biaya pemeliharaan hewan di sana tidak bisa dihentikan. Bahkan untuk melakukan penghematan, pengelola JAI terpaksa merumahkan sejumlah karyawannya.

General Manager JAI (Jakarta Aquarium), Aldo Situmorang mengakui pihaknya sudah mengurangi jumlah karyawan yang bekerja. Dari semula ada 131 orang, kini tinggal 76 orang. Jumlah tersebut bukan tidak mungkin akan dikurangi lagi mengingat dana tabungan JAI sudah terkuras banyak.

"Sejak tutup pertengahan Maret 2020 kami jelas merugi. Sudah tidak ada pemasukan lagi. Jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terus berlanjut hingga Juli atau Agustus, tinggal tunggu waktu saja kebangkrutan kami," tutur Aldo.

Selama ini biaya operasional karyawan dan pemeliharaan hewan hanya mengandalkan dari sisa tabungan. Pakan hewan tetap diperhatikan. Demikian juga dengan hak-hak karyawan, seperti pemberian tunjangan hari raya (THR) sudah diberikan sesuai aturan pemerintah.

Ke depan, Aldo berharap, tempat wisata boleh buka dan menerima pengunjung lagi. Selama ini, JAI memang termasuk destinasi wisata yang cukup favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Jika ada izin untuk beroperasi lagi, maka JAI pun akan menerapkan protokol norma baru, baik bagi karyawan maupun pengunjung.

JAI yang dibuka pertama kali pada 17 Maret 2017 memliki lahan seluas 7200m2. Di area tersebut terdapat 3.249 jenis hewan laut maupun darat.
Aktivitas yang dilakukan selama tidak ada pengunjung, yakni pengurangan penggunaan electricity terutama AC. Namun, hal itu tidak dilakukan secara penuh, karena ada beberapaa hewan yang tetap butuh pendingin. Pengelola tidak menginginkan hewan di sana terdampak overheat. (Anwar Effendi)***

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x