Mohon tunggu...
Pebri Setiawan
Pebri Setiawan Mohon Tunggu... Mahasiswa UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Mahasiswa UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Manfaat Keuangan Sosial Islam dalam Menghadapi COVID-19

23 Mei 2020   14:06 Diperbarui: 23 Mei 2020   14:00 7 1 0 Mohon Tunggu...

Manfaat keuangan sosial islam dalam menghadapi Covid-19 

Pandemi covid 19 merupakan virus corona telah menebar ke seluruh dunia yang berasal dan pertama kali muncul di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Diduga Covid-19 ini berasal dari hewan kelelawar dan setelah ditelusuri, orang-orang yang terinfeksi virus ini merupakan orang yang memiliki riwayat telah mengunjungi pasar basah makanan laut dan hewan lokal di Wuhan, China. 

Pandemi Covid-19 telah menjadi permasalahan serius hampir seluruh Negara didunia, termasuk Indonesia. Kementerian kesehatan Republik Indonesia mengumumkan jumlah kasus terkait virus corona menjadi 12.438 hingga hari Rabu (06/05) waktu setempat. Pemerintah saat ini masih mengkalkulasi dampak penyebaran virus corona bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk sektor perbankan.

Keuangan Sosial Islam memiliki posisi penting dalam mengatasi problematika sosio-ekonomi masyarakat dan membantu pemerintah mengatasi permasalahan ini. Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar maka dapat memaksimalkan potensi dana sosial islam yang dikelola oleh Organisasi Pengelola Zakat, Infaq dan Sedekah (OPZIS), Lembaga pengelola wakaf (LPW) dan lembaga keuangan mikro atau Baitul Mal wat Tamwil (BMT).

Ada dua tugas utama yang bisa dilakukan untuk melawan pandemi covid-19 yaitu langkah pencegahan dan tindakan solutif. Pemberdayaan dana zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) dapat dimaksimalkan untuk membantu masyarakat untuk bisa bertahan hidup.

Dana ZIS diberdayakan untuk penyediaan kebutuhan dasar masyarakat, seperti penyediaan makanan pokok, alat pelindung kesehatan dan kebersihan. Sesuai dengan peruntukannya dana ZIS mengedepankan urgensi kebutuhan dasar konsumsi para mustahik atau dalam kondisi ini adalah masyarakat yang dari sisi ekonominya terganggu.

Dana atau aset wakaf dapat diberdayakan untuk membantu penyediaan fasilitas sanitasi yang baik di lingkungan masyarakat dan penyediaan sumber air bersih. Jika memungkinan dana wakaf bisa juga membantu penyediaan alat-alat kesehatan yang memiliki manfaat yang terus menerus seperti alat bantu nafas, ventilator atau kebutuhan lainnya.

Selanjutnya tindakan solutif harus lakukan untuk masyarakat yang tidak dapat bekerja dan usaha mikro yang kehabisan modal usaha bahkan yang tidak dapat memenuhi pembayaran hutang. Peran OPZIS dapat membantu pada gharimin, untuk keringanan pelunasan hutang serta pemberdayaan dana zakat produktif untuk membantu usaha mikro.

Peran BMT memberikan stimulus keuangan seperti penyaluran pinjaman kebajikan atau qardhul hasan, kelonggaran dalam akad kerjasama (mudharabah) yang bisa membantu masyarakat menjalankan kembali usaha mikro. Perlahan tapi pasti roda perekonomian masyarakat kelas bawah tidak akan berhenti jika langkah solutif ini dijalankan. Lembaga Wakaf dapat juga memberikan peran pembangunan dengan penyediaan program padat karya untuk menyerap tenaga kerja, lahan pengembangan bisnis UMKM dan juga proyek-proyek komersial.

Ketiga elemen keuangan sosial islam dapat bersinergi memberikan kontribusi ekonomi yang besar baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jika ini semua dapat dilaksanakan maka akan memberi suasana positif pada masyarakat yang sedang dihadapkan pada permasalahan kesehatan dan ekonomi yang bersamaan. Saatnya kita fokus untuk memberdayakan keuangan sosial Islam untuk menyelamatkan ekonomi umat demi keberlanjutan hidup bangsa Indonesia, dan semoga fase pandemi covid 19 ini segera berlalu. 

Pengirim:
Nama: Pebri Setiawan

Prodi : Akuntansi Syariah F / Smester IV / 

NPM: 1851030332 

Dosen : Muhammad Iqbal Fasa

VIDEO PILIHAN