Mohon tunggu...
Pebrianov
Pebrianov Mohon Tunggu... Pembaca yang khusyuk dan penulis picisan. Dulu bercita-cita jadi Spiderman, tapi tak dibolehkan emak

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun jangan ambil yang jadi milik Tuhan, dan berikanlah yang jadi hak kaisar.

Selanjutnya

Tutup

Media

Inilah Para Pemenang Kompasiana Award 2018

5 Desember 2018   18:18 Diperbarui: 6 Desember 2018   16:37 735 37 41 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Inilah Para Pemenang Kompasiana Award 2018
sumber gambar: kompasiana.com

Acara Kompasianival 2018 sudah dekat. Tinggal hitungan hari. Ibarat orang hamil tua sudah mengalami bukaan ke tiga. Mungkin ada yang belum tahu apa artinya bukaan ke tiga, bisa ditanyakan di pos satpam terdekat, atau bagian informasi produsen pintu dan jendela terdekat di kota anda.

Kompasianival 2018 merupakan ajang temu penulis dan pembaca kompasiana. Ini bukan ajang temu biasa, tapi merupakan Pesta para  blogger! Di pesta itu, salah satu acara puncaknya adalah penyerahan Kompasiana Award, yakni penghargaan kepada Kompasianer berprestasi dan masuk Nomine untuk meraih penghargaan, seperti yang sudah diumumkan Kompasiana official beberapa waktu lalu.

Dari pembicaraan grup WA dan atas saran seorang kawan dekat, saya diminta membuat prediksi pemenang Kompasiana Award. Mereka percaya saya bisa membuat prediksi itu dengan bekal ilmu gaib yang saya punya. Ilmu gaib tersebut sudah terbukti ampuh, kuat dan tahan dalam memprediksi  hasil-hasil sepakbola di tanah air dan dunia.

Saat Piala dunia lalu, prediksi saya tepat semua. Saat Perancis melawan Kroasia di partai final, saya prediksikan Perancis akan juara--beberapa detik sebelum wasit meniupkan pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Bukan hanya pemenangnya saya, skornya pun tidak meleset!

Demikian juga prediski saya soal Timnas Indonesia dalam Piala AFF. Beberapa detik sebelum wasit menutup pertandingan Thailand vs Filipina, saya prediksikan Timnas Indonesia berhasil  mngelami kegagalan masuk semifinal. Heu heu heu...

Faktor Kesulitan Menentukan Pemenang

Ilmu gaib saat ini sedang tren di era milenial untuk membuat status, pernyataan, temuan atau pun prediksi. Itulah sebabnya, ilmu gaib yang saya miliki laku keras. Padahal saya tidak pernah pakai obat pengeras. Lagi pula selama ini, anu saya selembut sutera, sealiran dengan  Obby Mesakh dan Rinto Harahap...

Kembali ke pemenang Kompasianival 2018, sebenarnya sulit bagi saya untuk membuat prediksi tersebut karena beberapa sebab, misalnya ; saya kenal hampir semua nominee pada setiap kategori award, mulai dari kategori  Best in Citizen Journalism, Best in Opinion, Best in Specific Interest dan Best in Fiction. 

Saking kenalnya dengan mereka secara ilmu gaib, saya sangat hapal luar-dalam tentang mereka. Saya tahu ukuran, merk dan warna celana dalam mereka pada tanggal muda dan setiap Malam Ju'mat. 

Tentunya semua itu jadi rahasia saya. Ada etika komunitas ilmu gaib yang saya pegang teguh untuk tidak menginformasikannya kepada publik. Sesuai dengan Undang-Undang Informasi Publik, rahasia  bisa diberikan kepada umum setelah 30 tahun dari sekarang. Jadi, 30 tahun lagi, setelah saya jadi admin, maka akan saya informasikan ke semua media dan akan dicatat ke dalam lembar  negara gaib.

Hal lain yang membuat saya relatif sulit membuat prediksi adalah faktor cuaca, jarak pandang dan arus kedalaman yang sangat deras. Cuaca yang tidak menentu dan sering turun hujan menjadikan gelombang sangat besar, sehingga menyulitkan saya untuk bakar kemenyan dan mandi kembang tujuh rupa tujuh warna.  Sementara arus yang deras bisa membuat kemenyan saya hanyut. Ditambah jarak pandang yang dekat karena air sangat keruh menyebabkan saya sulit menebak wajah para nominee. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x