Mohon tunggu...
Susy Haryawan
Susy Haryawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - biasa saja htttps://susyharyawan.com

bukan siapa-siapa

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

5 Alasan Sepinya Demo BEM-SI yang Mau Melumpuhkan Jakarta

27 September 2021   19:20 Diperbarui: 27 September 2021   19:33 625 18 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
5 Alasan Sepinya Demo BEM-SI yang Mau Melumpuhkan Jakarta
Sumber foto: kompas. com

5 Alasan Sepinya Demo BEM SI yang Mau Melumpuhkan Jakarta

Demo yang mengultimatum Presiden Jokowi agar mengangkat kembali Novel Baswedan berlangsung tidak cukup signifikan. Taglinenya mau melumpuhkan Jakarta, jika tidak menjadikan Novel sebagai pegawai KPK. Mengapa tidak berjalan sebagaimana mestinya?

Ada beberapa alasan yang cukup mendasar untuk dikupas lebih lanjut,

Pertama, ini masa pandemi. Artinya apa? Orang tetap  enggan untuk berkumpul, berkerumun, dan mengadakan aksi yang melibatkan banyak orang. 

Hal yang sangat wajar. Apalagi pernah menyaksikan pandemi gelombang dua yang demikian dasyat. Bagi pihak-pihak yang masih berpikir lurus, enggan lah mengikuti aksi yang seperti itu.

Sangat berbeda, jika belum ada gelombang covid kedua yang demikian mencekam keadaannya. Rumah sakit susah diakses, oksigen yang sangat dibutuhkan menjadi langka. Itu ada di depan mata. Tentu enggan terjadi lagi, dan itu menjadi pertimbangan banyak pihak yang diajak tentu saja.

Kedua. Alasan yang digunakan untuk demo tidak cukup mendasar. Pro dan kontra banyak terjadi secara tidak seimbang. Narasi yang berkembang sepi dari pihak yang kontra. 

Soal TWK banyak yang setuju Novel dan kawan-kawan tidak lolos ya sudah. Hanya pihak-pihak tertentu dan itu tidak cukup kuat untuk membuat aksi seperti demo.

Pembelaan-pembelaan selama ini juga cenderung semu, tidak banyak berdampak, dan hanya begitu saja. Tiba-tiba malah alasannya sudah berubah lagi. Mau yang mana yang dibela, wong nyatanya mereka sendiri tidak konsisten.

Ketiga, BEM SI sudah biasa mengadakan aksi dan tidak cukup memberikan dampak. Wajar, ketika aliansi BEM lain  malah mempertanyakan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan