Mohon tunggu...
Susy Haryawan
Susy Haryawan Mohon Tunggu... biasa saja

bukan siapa-siapa

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Agus HY, Vicky Prasetyo, dan Tony Blank, Penggunaan Istilah Keren dan Asing

12 Februari 2017   20:37 Diperbarui: 12 Februari 2017   21:15 0 19 23 Mohon Tunggu...

Hari ini Sudah spesifikasi kaki dan aktualisasi fisik, semoga besok body healthy and can do eperithing.

 Read more: http://exclusive-lanz.blogspot.co.id

Justice for all." Ia melanjutkan, "Terbukti penggusuran hanya akan meningkatkan kemiskinan, urban poverty meningkat secara tajam. Mereka kehilangan segalanya. They lost everything.” https://tirto.id/goodwill-ahy-dan-kata-kata-asing-lain-dalam-debat-chRS

Kata-kata lain yang disisipkan SBY dalam pidatonya, di antaranya emerging market (pasar yang berkembang), sustainable growth with equality (pertumbuhan berkelanjutan berasaskan persamaan), dan equality before the law (persamaan di hadapan hukum). Kompas.com

dia berkata bahwa dirinya adalah bayi ajaib yang menghebohkan bantul saat itu, ia pun mempunyai cita cita yang cukup tinggi, dia ingin menjadi “superstar sky” atau “pelatih pesawat udara”, atau “pelatih nasa” Selain itu ia juga mengatakan jika dahulu pernah sekolah di ‘SMA PADMANABA YOGYAKARTA’ dan pernah kuliah di UGM,https://harimawan.wordpress.com

Apa yang disajikan oleh para pribadi di dalam judul dan ilustrasi sangat menarik, menjadi tiga karena Pak Beye dan Agus satu paket. Keempat pribadi atau tiga orang itu suka sekali menyisipkan kata-kata asing dengan dinamika masing-masing. Semua bisa ditemukan di media internet dengan mudah kala mengetikkan Vicky Prasetyo, Agus Yudhoyono dan SBY, serta Toni Blank, hanya nama terakhir lebih merujuk ke media video, Youtube.

Vicky Prasetyo, beberapa waktu lalu heboh karena kasus dan soal kontroversinya bukan mengenai prestasi atau capaiannya dengan menggunakan istilah keren dan asing. Malahan cenderung menggabungkan kata asing dan Indonesia, yang asal jadi, pokoknya lucu, menghibur, soal isi entah atau bahkan mungkin tidak terpikirkan. Menilik pendidikannya tentu tidak mungkin jika ia tidak tahu arti apa yang dikaitkan tersebut, artinya bahwa ia tahu apa yang ia katakan dan ironisnya orang suka model demikian.

Toni Blank, maaf ia sedang ada di panti sosial di sebuah kota. Beberapa kali mengulik apa yang membahas mengenai dia, juga melihat videonya, terlihat bahwa pada dasarnya ia mengerti dengan baik, hanya mungkin karena ada “persoalan” ia menggunakan kata, baik Indonesia atau asing tidak pada tempatnya, namun esensi yang mau disampaikan cukup berbobot.

AHY, setali tiga uang dengan sang ayah, sebenarnya hanyalah sebentuk usaha mau menunjukkan bahwa mereka itu kalangan atas, intelektualis, mengerti bahasa internasional, dan terpelajar. Namun malah sayangnya kalau keseringan dan tidak hati-hati memberi gambaran atau bisa disalah mengerti mau menempatkan diri sebagai elitis, berjarak dengan kalian sebagai rakyat (termasuk saya tentunya).

Asing lebih menjual daripada lokal.

Ini sebenarnya ironis kalau pejabat tinggi negara, selevel presiden malah menjual bahasa asing daripada bahasa sendiri. Tidak heran jika negara tetangga bisa seenak perutnya mengatakan ini itu yang merendahkan karena memang bangsa ini sendiri tidak memiliki kebanggaan akan jati dirinya. Salah satu jati diri itu adalah bahasa. Jika memang padan katanya tidak ada, memang bisa dimengerti, mengapa ketika itu ada, lebih memilih kata asing? Akan berbeda jika itu bahasa teknis yang susah diterjemahkan, jika kepercayaan saja mengapa harus mengatakan trust?Namun jangan juga berlebihan ketika menerjemahkan sewenang-wenang kata asing begitu saja yang tidak pas.  

Tidak heran pula kalau ada bule begitu gegap gempita mengajak berphoto, kini mulai juga merambah tergila-gila dengan apa yang berasal dari Korea, paling tidak film, atau Timur Tengah dengan segala kelengkapannya, termasuk orang-orangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2