Mohon tunggu...
SRI PATMI
SRI PATMI Mohon Tunggu... Lainnya - Dari Bumi ke Langit

Membumikan Aksara Dari Bahasa Jiwa. Takkan disebut hidup, jika tak pernah menghidupi.

Selanjutnya

Tutup

Teknologi Pilihan

(Kemungkinan Metaverse) Bumi Virtual Menavigasi Bumi Fisik

17 Desember 2021   06:58 Diperbarui: 17 Desember 2021   07:15 421 26 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Gambar ; bbc.com

Roadmap dan Layer Pengembangan Metaverse 

Neal Koin Stephenson dalam novel fiksi ilmiah yang berjudul Snow Crash dimana novel ini menceritakan masa depan secara luas dibentuk kembali oleh teknologi virtual dan 3D. Metaverse berfokus pada mendefinisikan dan mengeksplorasi ruang sosial baru yang lebih besar. Munculnya metaverse akan membentuk pengembangan teknologi yang berhubungan dengan internet. Metaverse melahirkan spektrum yang lebih intim dengan identitas pengguna untuk eksternal atau dunia terluar. 

Fokus metaverse berupa augmentasi sebagai teknologi lapisan sistem kontrol baru dan informasi kedalam persepsi tentang lingkungan fisik. Kedua, simulasi teknologi menghadirkan ruang terjadinya interaksi realitas parallel. Ketiga, keintiman teknologi yang menciptakan interdepensi pada objek teknologi yang semi cerdas. Keempat, teknologi eksternal menyediakan informasi pengendalian dunia di sekitar pengguna. 

Dalam skenario 20 tahun, Multiverse  mungkin menjadi alat utama (dengan video dan teks sekunder) untuk belajar banyak aspek sejarah, untuk memperoleh keterampilan baru, untuk pekerjaan penilaian, dan sistem kerja paling hemat biaya dan bentuk kerjasama yang produktif. Seorang yang hidup spartan pada dunia fisik bisa menjadi seorang yang kaya raya dan eksotis pada dunia virtual dengan mengembangkan kreativitas yang dimiliki dengan perhitungan yang sangat matang. 

Lingkungan sosial dalam dunia virtual akan berkembang menjadi eksperimen identitas, pengungkapan diri, roleplayer, norma sosial yang berlaku, jenis kelamin, suku, kelas sosial, tata krama, sopan santun, dan nilai sosial yang berkembang pada masyarakat secara umum dalam dunia fisik. Seseorang dapat menciptakan avatar berdasarkan karakter yang diharapkan dan membentuk realitas dalam second life. 

Dunia Cermin Multiverse  

Beberapa alternatif aspek kehidupan akan muncul dalam dunia virtual. Kemiripan dunia fisik diwujudkan dalam dunia virtual membentuk realitas cermin atau pembentukan realitas jauh berbeda dari dunia fisik. Contoh dunia cermin yang sangat lekat dengan kehidupan fisik saat ini adalah Google Earth. Dunia cermin akan menampakkan bentuk pasar baru tentang rumah, dekorasi, asuransi, properti, sewa menyewa, keamanan dan otomatisasi segala aspek kehidupan nyata. Polemik luar biasa akan tercipta dalam dunia cermin, tentang keamanan data, perlindungan privasi dan pencegahan tindak kejahatan. 

Hingga saat ini, permasalahan pada dunia maya dinaungi oleh aparatur pemerintah dalam legitimasi hukum UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) No.11 Tahun 2008 dan versi revisi UU ITE No.19 Tahun 2016 serta lembaga pertahanan negara Pusat Pertahanan Siber (Pushansiber) dibawah Kementrian Pertahanan dengan Kapushansiber Bainstrahan Kemhan RI, Brigjen TNI Sarwono. Dalam teknis pelaksanaannya, Pushansiber membentuk Computer Emergency Response Team (CERT) untuk melakukan pemantauan dan evaluasi menyeluruh pada dunia maya. Secara futuristik, pantulan dalam dunia cermin harus dapat menjamin keselamatan, keamanan, perlindungan privasi, dan pertahanan negara. Ketika dunia cermin menjadi second life, maka hukum perundang-undangan dan skema besar menyambut transformasi perubahan digital ini harus mengadaptasi segala kebutuhan. Lambat laun, metaverse akan mengadaptasi kehidupan fisik sehingga kesiapan diri dan perlindungan keamanan global harus dipertimbangkan secara terperinci mulai dari sekarang. 

Dunia cermin multiverse lebih kompleks dibandingkan internet biasa. Sifatnya yang universal dan  banyak mengubah konsep internet dari website 2D menjadi 3D. Hal ini memungkinkan seorang metaversan memiliki kebutuhan besar pada aspek potensial diri seperti profil diri secara spesifik, kepentingan privasi dan nilai guna diri pada dunia. Sesuai dengan desa global/global village pada dunia maya, dimana setiap individu memiliki kedekatan lebih erat secara global tanpa tatap muka tanpa hambatan jarak, ruang dan waktu. 

Refleksi dunia cermin bukan sembarangan bagai permainan avatar dalam dunia virtual. Proyeksi dari kehidupan dunia cermin akan ditinjau dalam lingkup bisnis, lingkungan, politik dan ahli strategi untuk memeriksa rencana kehidupan dunia cermin secara fisik. Proyeksi dari perwujudan dunia fisik menjadi virtual akan dinilai sebagai proyek masuk akal/tidak berdasarkan pengamatan serta preferensi nilai sosial yang berlaku di masyarakat. 

Lifelogging Multiverse 

Lifelogging menjadi teknologi augmentasi yang merekam dan menyimpan sejarah pengguna untuk mendukung observasi, permodelan perilaku dan komunikasi dalam dunia virtual. Lifelogging memungkinkan pengguna dapat membagikan momen yang tidak biasa sebagai media ekspresi atau mempelajari pola bersama. Secara sederhana, lifelogging merupakan kehidupan dunia virtual yang terdokumentasi. Saat ini, perusahaan yang menggunakan lifelogging adalah Perusahaan Sepatu NIKE dan Apple. Pelatih pribadi, atlet lari secara statistik akan mengunggah hasil latihan dalam komunitas NIKE PLUS. Peluang bisnis lifelogs akan banyak bermunculan dalam dunia metaverse. Pencatatan memori visual pada perangkat sehari-hari seperti dompet, kunci mobil dan barang lainnya untuk meningkatkan produktivitas dan pengingat sejarah didalam kehidupan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Teknologi Selengkapnya
Lihat Teknologi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan