Mohon tunggu...
Ishak Pardosi
Ishak Pardosi Mohon Tunggu... Spesialis nulis biografi, buku, rilis pers, dan media monitoring

Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Pertamina dan Kejutan Ahok Jelang Valentine

13 Februari 2020   02:00 Diperbarui: 13 Februari 2020   02:16 101 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pertamina dan Kejutan Ahok Jelang Valentine
Ahok (Kompas.com)

Ahok sepertinya ingin mempersembahkan sebuah kejutan menjelang hari kasih sayang alias valentine. Sebagai bentuk kasih sayangnya kepada Pertamina, juga kepada publik. 

Maka pada Rabu (12/2/2020), lewat akun Twitter resminya, @basuki_btp, ia mencuit hal yang sangat penting. Bahwa segala informasi pengadaan impor minyak mentah, LPG, BBM, hingga charter kapal Pertamina akan dibuka untuk umum. Wah, sebuah kejutan yang betul-betul mengejutkan.

"Mulai hari ini, akses informasi operasional PT Pertamina (Persero) terkait pengadaan crude (minyak mentah), LPG, dan BBM termasuk status kapal charter sudah dapat diakses melalui website resmi perseroan," cuit Ahok, yang seperti biasa segera dikutip oleh banyak media massa.

Jika dicermati, Ahok hanya membutuhkan kurang-lebih tiga bulan untuk mempersembahkan kejutan itu setelah resmi dilantik sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) pada 25 November 2019 lalu. Barangkali, Ahok mungkin sengaja menyimpannya selama ini, mencari momentum yang paling tepat.

Kejutan Ahok menjelang valentine ini terasa spesial. Terutama bila dikaitkan dengan Presiden Jokowi yang berungkali berjanji akan 'menggigit' mafia migas. Presiden merasa kesal lantaran derasnya impor minyak mentah maupun BBM ke dalam negeri yang diduga kuat tidak terlepas dari aksi nakal mafia migas. Lalu, dalam upaya memberantas mafia migas tersebut, Ahok kemudian ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina pada 25 November 2019.

Sementara menurut Menteri BUMN Erick Thohir, Ahok merupakan seorang pendobrak yang dibutuhkan Pertamina. Kini, dengan dibukanya segala kegiatan impor dan penyewaan kapal Pertamina ke publik, Ahok tampaknya telah menabuh genderang perang melawan mafia migas.

Hanya saja, kenapa sih Ahok harus mempercepat kado istimewa ini? Kenapa tidak diumumkan pada 14 Februari saja bertepatan dengan valentine? Kalau soal ini, tentu saya tidak bisa menjawab kecuali hanya mampu bertanya-tanya. Mungkin saja, Ahok masih punya stok kejutan lain bertepatan hari valentine, yang siapa tahu lebih 'surprised' lagi.

Namun yang jelas, dengan dibukanya data impor dan penyewaan kapal Pertamina, mafia migas yang dituding kerap bermain selama ini tidak akan tinggal diam. Pasti akan ada perlawanan yang bentuknya bisa macam-macam. Kembali, keberanian dan ketangguhan Ahok akan diuji di sini. Apakah Ahok yang menang atau justru akan ditumbangkan?

Tetapi di sini juga terlihat strategi Ahok yang cukup matang, yakni dengan melibatkan partisipasi masyarakat dengan membuka akses kegiatan Pertamina secara gamblang. Dengan kata lain, Ahok sebetulnya telah merangkul masyarakat untuk bersama-sama melawan mafia migas. Ahok tak ingin sendirian melawan mafia migas.

Pertanyaannya, jika masyarakat mendukung Ahok, apakah mafia migas akan bisa dilenyapkan? Inilah pertanyaan yang masih teramat sulit untuk dijawab. 

Apalagi belakangan ini, apapun sepak terjang Ahok selalu menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat. Hanya satu yang pasti, wujud yang disebut-sebut sebagai mafia migas itu selama ini memang belum pernah terlihat.

Namanya juga hantu. Ya, kan?

VIDEO PILIHAN