Ishak Pardosi
Ishak Pardosi profesional

Mantan Penjahit (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Sawelas Asih, Strategi Unik Cagub PDIP Goda Warga Jabar

9 Maret 2018   02:39 Diperbarui: 9 Maret 2018   02:45 628 0 0
Sawelas Asih, Strategi Unik Cagub PDIP Goda Warga Jabar
Cagub Jabar TB Hasanudin (Foto:Kompas.com)

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat TB Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) merupakan pasangan kepala daerah yang cukup unik. TB adalah pensiunan tentara sedangkan Anton dari kepolisian. Keduanya sama-sama memiliki predikat purnawirawan jenderal bintang dua. Duet tentara-polisi ini tentu sangat jarang terjadi dan bahkan mungkin pertama kalinya dalam sejarah pilkada di Indonesia.

Hasanah yang hanya diusung PDIP ini juga mempunyai keunikan lain, yakni mengadopsi kearifan lokal Sunda dalam visi-misinya. Mereka sangat percaya diri menggunakan jargon Sunda walau sebagian besar wilayah Sunda telah berada dalam gerbang modernisasi. Sebut saja misalnya Bekasi dan Depok, dua wilayah Jabar yang secara geografis lebih dekat ke Jakarta ketimbang Bandung, ibukota Jabar. Tetapi Hasanah tetap menamai visi-misinya dengan "Sawelas Asih" atau Sebelas Kebaikan.

Sawelas Asih kemudian dijabarkan dalam 7 program unggulan yang lagi-lagi menggunakan istilah Sunda. Seperti dilansir berbagai media massa, tujuh program tersebut adalah Boga Gawe, Jabar Seubeuh, Jabar Cageur, Sakola Gratis, Imah Reumpeug, Turkamling dan Molotot.com.

Ketujuh program ini kurang-lebih mirip dengan visi-misi kandidat lain di Pilgub Jabar. Bahkan mungkin seluruh kandidat pilkada selalu menawarkan visi-misi yang hampir copy-paste satu sama lain. Perbedaan visi-misi di antara para kandidat itu biasanya akan enak didengar meski kadang-kadang membosankan akibat sudah terlalu sering diumbar ketika musim pilkada tiba.

Namun jika dicermati, Hasanah sepertinya ingin menarik perhatian warga Jabar yang tidak seluruhnya berdarah Sunda. Sebagai tanah Parahyangan, Hasanah ingin mengembalikan sekaligus memperkuat kearifan budaya lokal kepada masyarakatnya yang kini sudah heterogen, terdiri dari berbagai suku dan latar belakang sosial.

Strategi kampanye Hasanah dengan mengangkat kembali kebudayaan Sunda tentu saja layak diapresiasi. Setidaknya bila dipandang dari sudut pentingnya menjaga kebudayaan lokal. Namun begitu, Hasanah juga membutuhkan kerja ekstra guna memperkenalkan jargon kampanyenya itu. Terutama untuk daerah yang tergolong metropolitan seperti Bekasi dan Depok. Sementara di daerah Jabar lainnya seperti Garut, Sukabumi, dan sebagian Bogor barangkali istilah jargon Sawelas Asih masih dengan mudah dipahami masyarakat di sana.

Tetapi yang jelas, pasangan Hasanah setidaknya cukup sukses menggoda penduduk Jabar lewat jargon Sawelas Asih. Penduduk Jabar dibuat penasaran dengan jargon itu. Lazimnya, rasa penasaran akan diikuti keinginan untuk mencoblos di bilik suara. Apakah Hasanah mampu memenangi pertarungan di Bumi Parahyangan? Menarik dinantikan.

Artikel ini telah ditayangkan juga di SINI